
Ketika San Lin juga ingin memperkenalkan dirinya, tiba-tiba seseorang memanggilnya dengan nafas memburu, "Hei Lin! Cepat pergi keladang! Jagung-jagung mu di rusak oleh sekelompok monyet!.. "
San Lin dengan paniknya langsung pergi dari sana, "Maafkan aku nona Ling Yuan, aku harus pergi!.. " Setelah mengucapkan itu San Lin berlari tanpa menunggu Ling Yuan menjawabnya.
"Eeh! Tunggu!.. " Ling Yuan ingin menghentikan.
"Maaf Nona Yuan! Lain kali jika kita berjodoh akan berjumpa lagi!.. " Teriak San Lin seraya melambaikan tangannya tanpa melihat kebelakang.
"Padahal aku hanya ingin berterima kasih, dan lagi aku belum tau namanya... Tunggu! Kalau tidak salah orang tadi memanggilnya Lin? " Ling Yuan bermonolog sendiri seraya memikirkan San Lin yang baru saja menolong nya.
"Baiklah, akan kuingat nama Lin itu.. " Ucapnya lagi, setelah beberapa detik, suara panggilan terdengar.
"Ling Yuan! Dimana kamu!.. "
"Tuan Putri Ling! Ini kami! Kita sudah selamat sekarang!.. "
"Tuan putri Ling!.. "
Suara panggilan itu merujuk pada Ling Yuan. Ia yang mendengar suara panggilan itupun menjawab, "Paman Bei! Aku disini!.. "
"Astaga Yuan'er! Syukurlah kamu baik-baik saja!.. " Ujar Ling Bei dengan lega dan memeluk Ling Yuan dengan erat. Begitu pula dengan seratus prajurit yang bertugas untuk melindungi nya. Kini mereka dapat bernafas dengan tenang.
Jika saja terjadi sesuatu pada Ling Yuan, para prajurit itu tidak akan sanggup menerima konsekuensi nya. Ling Yuan, adalah seorang putri tunggal dari Kaisar dan Permaisuri Kekaisaran Ling!.
"Aku selamat karena ada anak laki-laki yang menyelamatkan aku paman Bei.. " Ujarnya Dengan semangat.
__ADS_1
Sedangkan Ling Bei langsung menyeritkan kening tidak senang, "Oh? Kamu kenal anak laki-laki itu?. " Tanyanya langsung.
Ling Yuan menggelengkan kepalanya, "Tidak, kami baru saja bertemu. Lagi pula ini pertama kalinya aku datang ke wilayah ini, mana mungkin aku punya teman disini.. "
Benar juga, kenapa Ling Bei tidak sampai berpikir kesana, "Apa dia lebih tua atau lebih muda dari mu Yuan'er? " Tanya Ling Bei masih penasaran.
"Uhm... " Ling Yuan tampak berpikir seraya mengetuk-ngetuk dagunya, "Sepertinya usia kami sama paman!.. "
Ling Bei justru semakin menyeritkan keningnya, "Lalu dimana anak itu?.. "
"Dia sudah pergi, tadi seseorang memanggilnya karena kebun jagung nya sedang diganggu oleh monyet.. " Jawab santai Ling Yuan.
Jawaban Ling Yuan barusan membuat Ling Bei semakin tidak senang, "Benar saja, ternyata hanya anak dari petani rendahan.. " Batin Ling Bei mencibir.
Ling Bei melakukan itu karena suatu hal, usia Ling Yuan sudah sebelas tahun dan sudah mendekati pubertas. Ling Bei hanya tidak mau Ling Yuan yang statusnya adalah putri tunggal dari Kaisar dekat dengan orang rendahan seperti San Lin dan akhirnya saling jatuh cinta. Hal ini lah yang dia jaga.
"Tidak! Yuan'er, Ayahmu baru saja menghubungi paman, ia minta agar paman mengantarmu cepat kembali.. " Ling Bei langsung menolak dengan alasan ayah Ling Yuan sudah menunggu. Ia menggendong Ling Yuan dan membawanya menaiki kuda.
"Tapi paman, sebentar saja. Dia ada di dekat sini.. " Mohon Ling Yuan lagi.
"Bicarakan ini nanti pada ayahmu, apakah dia mengizinkan atau tidak!.. " Jawab Ling Bei dingin dan membuat Ling Yuan langsung berhenti memohon. Pasalnya sudah sangat jelas, ayahnya pasti tidak akan mengizinkannya karena daerah yang sekarang dia kunjungi cukup berbahaya.
Satu-satunya alasan mengapa sekarang Ling Yuan dan para penjaganya ada disini adalah, untuk mengunjungi salah satu sekte yang ada di wilayah ini. Pasalnya sedang ada pertandingan bela diri disana, dan pemimpin sekte mengundang orang-orang Kekaisaran untuk menonton.
Alasan cukup sederhana mengapa Sekte itu mengundang orang-orang Kekaisaran, yaitu adalah untuk menarik perhatian Kekaisaran itu sendiri. Dengan demikian, setelah sekte itu mendapatkan perhatian dari Kekaisaran maka mereka pasti akan sangat diuntungkan. Baik itu dari segi dukungan, keuangan, kekuatan, dan lain-lain.
__ADS_1
Pihak Kekaisaran juga demikian, mereka akan mengunjungi sekte itu untuk mengetahui apakah sekte itu pantas mendapatkan perhatiannya. Soalnya Kekaisaran akan menjadikan sekte itu menjadi salah satu sumber tentara yang akan terus mengalir dan dikirim ke istananya sebagai prajurit.
Satu hal yang membuat Kekaisaran melakukan ini, adalah karena Alam Rendah ini, sedang tidak baik-baik saja.
Dan sebenarnya Ling Yuan tidak diizinkan ikut, karena sekte itu juga berasal dari orang-orang rendahan dan miskin, dan tempatnya juga berasal di wilayah yang kumuh. Namun karena Ling Yuan merengek ingin ikut, jadinya paman Ling Bei nya membawanya pergi secara diam-diam. Yah, setelah kembali ke istana ia pasti akan dimarahi oleh kakaknya yang adalah ayah kandung dari Ling Yuan.
Begitulah dengan cemberut meninggalkan tempat itu. Pasalnya San Lin telah menyelamatkan nya, namun ia bahkan tidak sempat mengucapkan sebuah kata 'terimakasih' Jika dipikirkan, bukankah itu menunjukan jika dia adalah orang yang sombong dan tidak tahu malu?.
...****************...
Sementara disisi San Lin, ia telah berhasil mengusir para kera itu dari ladang jagung nya dan dibantu oleh beberapa orang yang memiliki perbatasan tanah langsung dengannya. Jika hanya San Lin seorang diri, ia hanya akan dipermainkan oleh para monyet itu.
Pada sore hari, suara kicauan burung terdengar, matahari sore kian sudah hampir tenggelam. Lantas San Lin pun kembali ke rumahnya dengan sebuah harapan di hatinya yaitu ayah dan ibunya sudah kembali kerumah dan duduk menunggunya disana.
Namun sangat disayangkan karena harapan San Lin lagi-lagi harus hancur. Ketika ia sudah sampai dirumah, hari sudah malam.
"Ibu ayah, Lin'er pulang.. !" Ucapnya dengan semangat dan membuka pintu.
Namun apa yang ia lihat hanyalah angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya, menatap kedalam rumah, tidak ada siapapun disana. Bahkan lampu saja belum dihidupkan, ruangan itu gelap gulita sama persis dengan awal bagaimana ia meninggalkan rumah ini tadi pagi.
"Ibu... Ayah.... Aku pulang!... Kenapa kalian tidak menyambutku?.. " Ujar San Lin sedih dan terduduk lemas. Ia menangis di ruangan gelap itu tanpa ada yang tahu! Tanpa ada yang melihatnya! Apa lagi menenangkan bocah sebelas tahun itu!.
Baru saja ia menemukan kebahagiaan nya, namun mengapa Langit seolah-olah sedang mempermainkan nya? Kenapa dia harus ditinggalkan dan dibuang oleh orang-orang yang ia sayangi! Mengapa?!
San Lin berjalan keluar dari ruangan gelap itu, ia duduk di teras rumah tuanya. Dengan berderai air mata ia memandang ke langit, entah apa yang ia ucapkan dalam hatinya ketika memandang langit itu, namun semuanya pasti ungkapan kesedihan.
__ADS_1
Langit pun mendung, terdengar beberapa kali kilat menyambar dan hujanpun turun dengar lebat. San Lin meringkuk kedinginan Di teras rumah tuanya, berharap ayah dan ibunya akan kembali. Namun tidak ada siapapun datang terkecuali hawa dingin yang menjadi sahabat sejati dan selalu setia menemaninya.