
Dimedan perang, Tang Yu telah berhasil memenggal salah satu kepala dari tiga jendral bertopeng. Sementara Tang Jun saat ini sedang berhadapan dengan Jiao Hun.
Turunnya tiga jendral bertopeng dan Jiao Hun ke medan perang tidak merubah jalannya peperangan sama sekali. Bukannya berhasil membalikkan keadaan dimedan perang, tapi justru membuat salah satu dari tiga jendral bertopeng mati dengan kepala yang terpotong.
Hal ini berhasil membuat Jiao Hun sangat marah. Sampai-sampai giginya berderak dan tangannya ia kepalkan hingga berdarah. Harga diri Jiao Hun sebagai kaisar benar-benar diinjak-injak oleh Tang Jun dan Tang Yu.
Jiao Hun ingin terjun juga ke medan perang, tapi Tang Jun menghadangnya. Sesuai dengan rencana yang telah disebutkan oleh Tang Yu sebelum nya, bahwa Jiao Hun pasti akan bergerak.
"Pendekar ganda! Aku sangat ingin mencincang tubuhmu sampai ribuan potong!." Teriak Jiao Hun sangat marah pada Tang Jun seraya mengacungkan jari telunjuknya.
Tapi Tang Jun malah tertawa dan tidak menanggapi serius orang yang berteriak dihadapannya, "Hahaha! Jiao Hun, wajahmu sangat menyedihkan ketika marah hahaha!.. " Tawa Tang Jun renyah dan mengejek.
Namun meskipun Tang Jun tertawa mengejek, didalam hatinya sebenarnya terbakar api dendam yang membara! Orang yang membunuh putranya sekarang ada dihadapannya. Maka dari itu tawanya hanyalah tawa palsu.
"Pendekar ganda! Jika hari ini aku tidak bisa membunuhmu! Maka aku bersumpah jiwaku tidak akan pernah bereinkarnasi!.. "
Jiao Hun bersumpah karena sangat marah, tapi tetap saja Tang Jun tidak akan peduli dengan sumpah konyol itu.
"Terlalu banyak basa-basi membuatku sakit telinga, majulah kapanpun!.. " Cibir Tang Jun.
Jiao Hun yang marah kemudian menyerang Tang Jun dengan membabibuta. Tang Jun tersenyum menyeringai, apa yang ia rencanakan tampak nya berjalan dengan mulus. Membuat pihak musuh diselimuti kemarahan adalah salah satu rencana Tang Jun. Jika seseorang sedang diselimuti perasaan yang tidak menentu, kemudian dipaksa mengambil keputusan dengan cepat! Maka sudah pasti ia akan mengambil keputusan dengan ceroboh.
Sama halnya dengan Jiao Hun saat ini, ia mengambil keputusan dan mengikuti amarahnya dan menyerang Tang Jun membabibuta. Dan hasilnya tidak usah dipertanyakan, Jiao Hun menjadi bulan bulanan Tang Jun.
Sementara dua jendral bertopeng yang tersisa, kini berhati-hati dalam melawan Tang Yu. Tidak pernah terpikirkan oleh mereka jika Tang Yu juga sangat mahir dalam menggunakan pedang.
__ADS_1
"Aku takut kita tidak bisa bertahan sampai tuan kita datang! Pendekar ganda ini terlalu kuat!.. " Ujar salah satu jendral bertopeng itu mulai khawatir.
Jendral bertopeng satunya lagi, memutarkan pedangnya lalu kembali menyerang seraya berkata, "Apapun itu berusahalah untuk mengulur waktu sampai tuan kita datang!.. "
"Trank!"
Tang Yu menangkis pedang jendral bertopeng itu, ia hendak membalas serangan, tapi jendral satunya lagi menebasnya dari belakang. Tidak punya pilihan lain, Tang Yu terpaksa melompat ke atas.
Seraya melompat lurus keatas, Tang Yu memandang kebawah dengan tatapan tajam. Tang Yu kemudian mengoles pedangnya dengan dua jari, kemudian pedang itu ia lepaskan.
Setelah dilepaskan, pedang itu tampak memiliki jiwa, ia berputar dengan kencang bagaikan gasing dengan ujungnya yang tajam mengarah kebawah. Tidak hanya itu, pedangnya juga perlahan membesar hingga menjadi lima kali lipat lebih besar.
"Tehnik pedang pembantai!! " Teriak Tang Yu dengan keras, pedang itu lantas menusuk kebawah dengan kecepatan tinggi.
Dua jendral bertopeng yang kini menatap keatas dengan mata terbelalak tidak percaya. Seteleh beberapa jam mereka bertarung, Tang Yu masih memiliki energi untuk mengeluarkan serangan kuat seperti itu? Sungguh sulit dipercaya.
"Booomm! "
"Tidaaak!!" Teriak Jiao Hun frustasi karena melihat dua jendral nya berubah menjadi kabut darah dalam satu tehnik dari Tang Yu.
"Pendekar ganda! Kalian harus mati ditanganku!!!" Teriak Jiao Hun sangat murka.
Ketika ia berteriak, langit berubah menjadi hitam, aura kematian kini merembes keluar dan terasa menusuk.
"Akhirnya! Kau menunjukkan jati dirimu yang sesungguhnya!.. " Gumam Tang Jun seraya menatap Jiao Hun yang hendak berubah bentuk. Tampaknya Jiao Hun akan bertarung sampai mati kali ini, tapi apapun itu, Tang Jun lebih daripada siap untuk menghadapinya.
__ADS_1
"Kraak! Kraak! Kraak! " Suara tulang Jiao Hun berderak, tampak seperti tulangnya dipatahkan satu persatu. Hanya dalam waktu singkat, kini terlihatlah Jiao Hun dengan tampilan barunya. Dengan dua tanduk seperti kerbau dikepalanya, sebuah ekor yang memiliki ujung seperti anak panah yang tajam! Kakinya berubah menjadi kaki seekor harimau, sementara tangannya juga berubah menjadi cakar harimau! Tapi tubuhnya masihlah tubuh manusia.
Tang Jun menggelengkan kepalanya melihat itu, "Jadi ini adalah jati dirimu? Manusia setengah iblis?! Cuih! Sungguh menjijikkan! " Tang Jun meludah kasar dan mencibir.
Tang Yu yang bergerak bagaikan kilat, tiba-tiba muncul di samping Tang Jun, "Bagus sekali! Ini adalah waktu yang tepat untuk membalaskan dendam putraku!"
Tang Yu mengubah senjatanya menjadi panah andalannya, ia menarik tali busur panah nya, memusatkan energi yang sangat besar pada anak panah kali ini, hingga membuat anak panah itu menjadi sangat besar! Bahkan jika tiga gunung raksasa berjejer rapi akan rata dengan satu anak panah Tang Yu.
"Hehehe... Istriku, kamu sungguh bersemangat! Baiklah, aku juga akan menunjukkan kembali kemampuanku!.. " Ujar Tang Jun yang tidak mau kalah.
Tang Jun menggenggam pedangnya erat dengan kedua tangannya, memfokuskan energi yang sangat besar pada pedang itu! Ia mengangkat pedangnya hingga diatas kepala, dibelakang Tang Jun, sesosok siluet raksasa setengah badan berwarna merah muncul dan mengikuti gerakan Tang Jun.
"Pedang Raja Tirani!!!" Teriak Tang Jun dan mengayunkan pedangnya kebawah, raksasa dibelakang nya juga demikian mengikuti setiap gerakan Tang Jun.
Jiao Hun melihat dua serangan dahsyat mengarah padanya membuatnya mengumpat marah, "Dasar pendekar ganda bajingan! Sama sekali tidak memberikanku kesempatan!.. "
Dua serangan dahsyat itu tidak mungkin dapat ditahan oleh Jiao Hun bersamaan, Satu-satunya hal yang bisa ia lakukan hanyalah mengumpat sebelum kematiannya dan berharap tuannya akan menolongnya. Tapi meskipun tuannya datang dan menolong nya, juga pasti akan terluka sangat parah atau bisa-bisa akan ikut mati bersamanya.
Memejamkan matanya ketika sebuah anak panah raksasa dan sebuah pedang raksasa kian semakin mendekat padanya, Jiao Hun bergumam, "Tuan Kaisar iblis! Tolong aku!."
"BOOOMMM! "
Ledakan yang sangat dahsyat terjadi, membuat tanah terguncang sangat keras! Angin kencang berhembus dan sangat panas! Memaksa peperangan berhenti untuk sesaat. Jiao Hun, mati dalam ledakan itu dan berubah menjadi butiran debu.
"Akhirnya! Dendam putraku telah terbalaskan!.. " Gumam Tang Yu bersamaan dengan langit yang kembali cerah.
__ADS_1
Dengan perasaan sedih Tang Yu menatap kelangit, berdoa agar putranya tenang dialam selanjutnya.