LEGENDA SANG PENGUASA

LEGENDA SANG PENGUASA
Episode 12 "Ancaman Musuh Lama! "


__ADS_3

Begitu juga dengan pria tua yang berpakaian hitam, bergerak kedepan dengan cepat! "Hiyah!.. " Teriaknya seraya mengayunkan tombaknya dari atas.


Tang Jun terkejut dengan kecepatan pria tua itu, pertarungan sebelumnya ia tidak secepat ini. Tang Jun memegang tombak nya dengan kedua tangan dan menahan serangan musuh.


"Baam!!!.. "


Ledakan energi terjadi lagi, untung saja mereka bertarung di atas awan. Jika tidak desa dan hutan dibawah mereka pasti sudah rata dengan tanah!


"Yu'er! Sekarang!.. " Teriak Tang Jun pada istrinya, karena ia hampir tidak bisa menahan serangan musuhnya.


Seketika Pria tua yang berpakaian hitam itu menoleh kearah Tang Yu, dan apa yang ia lihat adalah anak panah yang sama seperti sebelumnya kembali melesat dengan cepat kearahnya.


Pria tua itu pun terpaksa harus melompat mundur untuk menghindari. Namun anak panah Tang Yu tetap mengejarnya, tapi pria tua itu sudah menyadari ini. Iya tidak akan jatuh kedalam lubang yang sama dua kali, jadi ia pun menggunakan tehnik bertahan cangkang kura-kura nya.


"Boom!!.. "


Panah Tang Yu meledak, namun sayangnya tidak bisa menggores sedikit pun pertahanan cangkang kura-kura itu.


"Aku tidak percaya kau bisa menahan semua anak panah ku!.. " Teriak Tang Yu dan melancarkan lima anak panah sekali gus.


Kelima anak panah itu melesat bagaikan kilat!.


"Maka kau harus kecewa, pertahanan cangkang kura-kura milikku tidak mudah dihancurkan! Bahkan jika kalian menyerang sekali gus berdua juga belum tentu bisa menggoresnya.. " Ucap pria tua itu dan bersiap untuk menahan lima anak panah sekaligus.

__ADS_1


"Bom, bom, bom..! "


Kelima anak panah Tang Yu meledak, namun seperti yang dikatakan oleh pria tua itu. Tang Yu harus kecewa akan hasilnya.


"Sudah kubilang kau harus--. "


"Kau terlalu percaya diri!.. " Ucap Tang Jun yang tiba-tiba muncul di depannya dan sedang menusukkan tombak kearah dadanya.


Pria tua itu membungkuk kebelakang untuk menghindari, Tang Jun menggunakan kakinya untuk menyerang kaki musuhnya agar musuhnya terjatuh. Namun pria tua itu bersalto beberapa kali kebelakang dan menjaga jarak.


Tang Jun menatap remeh kearah musuhnya, "Mengapa kau tidak menggunakan pertahanan cangkang kura-kura mu yang kau banggakan itu!?.. "


Tatapan remeh Tang Jun membuat pria tua itu berdecak kesal! Tidak mungkin ia mengatakan alasannya, namun meskipun ia tidak mengatakannya, Tang Jun sudah mengetahui nya dari awal.


"Hahaha! Sudah kuduga, tehnik bertahan mu itu membutuhkan waktu jeda beberapa detik untuk digunakan kembali... Cuih! Tehnik sampah!.. " Cibir Tang Jun.


"Tidak ada waktu untuk beristirahat bodoh! " Ucap Tang Yu tiba-tiba muncul dibelakang pria tua dan memukul punggungnya menggunakan busur panah nya dengan keras.


Pria tua itu tidak siap dan tidak menyangka serangan licik ini, akhirnya terhempas kedepan. Dan di depan sana Tang Jun sudah menunggu nya dengan tombak ia acungkan kedepan.


Pukulan Tang Yu sebelumnya mengandung elemen petir merah yang membuat tubuhnya kaku tidak bisa bergerak, bahkan menggerakkan satu jarinya saja tidak bisa.


"Jleb!.. "

__ADS_1


Tombak Tang Jun akhirnya bersarang di dada pria tua itu. Darah segar seketika mengalir keluar, menetes melalui tombak Tang Jun.


"Berakhir sudah..." Ujar Tang Jun pelan dan menarik kembali tombak nya dan membuat pria tua itu jatuh kebawah dengan kecepatan tinggi.


Jatuhnya pria tua berpakaian hitam itu dari atas awan hingga menyentuh tanah, menciptakan kawah kecil di tanah itu. Dadanya yang telah berlubang juga terus mengeluarkan darah segar.


Tang Jun dan Tang Yu pun menyusul ketempat musuh nya yang telah kalah.


"Berakhir sudah.. Dendam putraku sudah terbalaskan.. " Ujar Tang Yu lembut. Kemudian ia menatap kearah langit seraya berkata, "Anakku tercinta, dendammu sudah ayah dan ibu balaskan. Ibu minta maaf karena tidak bisa menemanimu di alam sana, karena sekarang kamu punya adik yang masih harus ibu rawat.. " Ujarnya lagi disertai air mata yang mengalir.


Tang Jun menatap sedih kearah istrinya, sungguh ia tidak tega melihat istrinya bersedih. Ini adalah salahnya, sebagai seorang ayah seharusnya menjaga anak dan istrinya adalah tugasnya. Namun ia sudah gagal dalam tugas itu, yang artinya ia juga sudah gagal sebagai seorang ayah.


Namun karena San Lin sudah hadir dalam kehidupan mereka, maka kali ini Tang Jun tidak ingin gagal lagi sebagai seorang ayah. Dalam hatinya ia haur membesarkan, merawat, dan menjaga San Lin meskipun taruhannya adalah nyawanya.


Begitupun dengan Tang Yu yang telah gagal dalam merawat anaknya hingga dewasa, sebagai seorang ibu seharusnya itu adalah tugasnya. Namun ia gagal, yang juga berarti dia adalah seorang ibu yang gagal. Namun sekali lagi, San Lin sudah hadir dalam kehidupan mereka, yang berarti langit memberikannya kesempatan kedua untuk memperbaiki kegagalannya sebelumnya.


Pada saat Tang Jun dan Tang Yu berbalik dan ingin pergi, tiba-tiba pria tua sebelumnya tertawa, "Hahaha... Dendam putramu sudah dibalaskan? Kau yakin? Hahaha! Kau terlalu bodoh pendekar ganda. Kau bersembunyi di alam rendah ini, namun kau tidak tahu apa yang sedang terjadi di alam atas... " Ujar Pria tua itu. Meskipun ia sedang kesakitan dan hanya menunggu waktu untuk ajalnya tiba, tapi ia masih bisa tertawa penuh kemenangan.


"Apa maksudmu!?.. " Tanya Tang Jun dan menghentikan langkahnya, begitupun dengan Tang Yu yang menatap tajam kearah pria tua itu.


"Hahaha... Uhuk!.. " Pria tua itu memuntahkan darah dari mulut nya, "Kau kira aku tidak punya persiapan datang kesini? Hahaha! Kau terlalu bodoh jika berpikir demikian, aku sudah tahu hal ini akan terjadi. Pendekar ganda ingatlah, bahwa kamu sudah menggunakan kembali kekuatan mu. Yang artinya kamu juga sudah mengekspos dirimu sendiri! Cepat atau lambat, tuanku akan datang mengunjungi mu dan membalaskan dendamku. Dan satu lagi, Alam atas sedang tidak baik-baik saja dan mungkin keluarga besar Tang yang kau banggakan sudah diratakan oleh tuanku! Hahahahaha!!.. "


Tawa pria tua yang sekarat itu penuh kemenangan. Ia ingin sekali melihat saat-saat dimana tuannya akan membunuh pendekar ganda, namun sangat disayangkan karena Tang Yu yang sudah sangat marah merebut tombak suaminya dan memotong kepala pria tua itu dalam sekali ayunan.

__ADS_1


"Aku akan menunggu tuanmu! Suruh saja dia datang kapanpun dia mau!? Jika tuanmu benar-benar melakukan sesuatu yang buruk pada keluarga dan Kekaisaran Tang, aku akan memburunya sampai ke ujung dunia sekali pun! Akan aku pastikan dia sangat tersiksa Sampai-sampai dia meminta kematiannya sendiri!.. " Ujar Tang Yu penuh kebencian! Ia sangat marah dengan apa yang di ucapkan oleh pria tua yang baru saja ia bunuh.


Namun meskipun demikian, apakah yang dikatakan oleh pria tua itu benar? Dan kebenarannya adalah saat ini sudah waktunya untuk bersambung!.. 😝😝


__ADS_2