
Selly mengepalkan tangannya geram, ia benar-benar tidak menyangka bahwa benar, Diana—ibu tirinya itu ternyata main api dibelakang Ayahnya, teganya wanita itu mengkhianati sang Ayah.
“Sabar Sell, kita jangan main emosi, kendalikan diri Lo,” ucap Alda menenangkan Selly.
“Iya Sell, kita main cantik aja!” timpal Sindy. Mereka bertiga kini tengah berada di cafe yang yang berada di dekat Rumah sakit.
Selly sengaja meminta kedua sehabatnya itu untuk bertemu di cafe saja, tidak di Rumah sakit, karna takut mengganggu Ayahnya.
Alda dan Sindy sudah menceritakan semuanya pada Selly, tentang apa yang mereka lihat dan dengan tadi, kemungkin besar bahwa benar, Diana dan Dimas menjalin sebuah hubungan terlarang.
“Gue harus cepat singkirkan Dia! Gue akan bilang semua ini pada Ayah, gue udah ada buktinya juga!” ucap Selly berapi-api, terlihat gadis itu tengah menahan amarahnya.
“Lo yakin Sell? Jangan gegabah juga, ingat kondisi Ayah Lo juga Sell!” Alda mengingatkan Selly, jika Selly memberitahu Ayahnya saat ini, Alda pikir itu bukan situasi yang tepat. Apa lagi mengingat Ayah sahabatnya itu kondisi kesehatannya sedang tidak baik.
“Terus gue harus gimana?!” Selly terlihat frustasi. Memang yang dikatakan Alda itu benar. Jika ia mengatakan semuanya pada Ayahnya sekarang, maka kemungkinan buruk akan terjadi lagi pada sang Ayah, kondisi jantung Ayahnya pasti akan bermasalah lagi. Tapi jika Selly membiarkan semuanya, ia tidak mau Ayahnya terus di khianati oleh wanita itu. Selly tidak rela! Enak saja wanita itu bisa bersenang-senang dengan lelaki lain, memakai uang dari Ayahnya pula, sementara Ayahnya, kini tengah berbaring lemah tak berdaya di Rumah sakit sana!
“Sabar dulu aja. Sambil kita cari cara, gue ada ide!” ujar Alda.
“Apa? Katakan!” tanya Selly tak sebaran.
Lalu Selly mengatakan idenya itu pada Selly, Sindy juga ikut menyimaknya.
__ADS_1
“Gimana?” tanya Alda pada Selly, memastikan apa sehabatnya itu menyetujui idenya itu.
“Emm, bagus juga sih! Tapi apa yakin kita akan berhasil?” Selly nampak ragu, tapi ide yang diberikan Alda cukup menarik juga.
“Ya kita coba aja Sell. Gue sih yakin bakalan berhasil, karna kayanya emang Pak Dimas itu mata duitan deh!”
“Oke gue akan coba. Semoga saja berhasil!” Selly menyetujui ide yang berikan oleh sahabatnya itu.
“Pokoknya gue mau dua manusia itu hancur, sehancurnya!” lanjut Selly, terlihat raut wajah penuh kebencian.
“Ya gue setuju!” sahut Alda.
“Ya gue juga! Setalah rencana itu berhasil, gue akan minta sama Papa gue, buat ngeluarin Si Pak Dimas itu!” timpal Sindy.
“Oke kalau gitu, gue balik ke RS dulu ya. Thanks kalian udah mau bantuin gue!” ucap Selly sambil berpamitan pada kedua sehabatnya itu.
“Oke, sama-sama. Santai aja Sell, apa pun yang terjadi kita pasti akan selalu ada buat Lo.”
“Iyapp benar, kitakan sahabat...” sambung Sindy.
Setalah itu Selly pun meninggalkan caffe tersebut dan kembali ke Rumah sakit tempat Ayahnya di rawat.
__ADS_1
‘Liat saja Bu, aku akan membuatmu hancur terlebih dahulu, sebelum aku mengatakan semuanya pada Ayah, akan aku pastikan kamu akan menyesali semuanya! Dasar Ibu tiri tidak tau diri!’ batin Selly.
***
Sementara itu Diana kini baru saja tiba di Rumah, setalah pulang dari Mall wanita itu bukannya langsung ke Rumah sakit, melainkan malah pulang.
Namun wajah Diana kali ini terlihat berseri-seri, ia merasa hari ini benar-benar bahagia, bisa menghabiskan waktu bersama lelaki yang di cintainya itu. Ya, walau pun Diana harus keluar banyak uang, dan rugi juga.
Tapi tidak masalah, toh jika uangnya habis dia tinggal minta pada suaminya yang kaya raya itu. Apa lagi Abraham yang memang tidak pernah mempersalahkan soal uang, bagi Diana itu sangat menguntungkan.
“Dimas, oh Dimas... Kenapa aku sangat tergila-gila padamu!” ucap Diana bermonolog pada dirinya sendiri.
“Pokoknya sampai kapan pun aku tidak akan pernah melepaskan kamu! Jika perlu akan akan segara mengurus perceraianku dengan Abraham si tua bangka! Biar aku bisa terus bersama kamu Dimas!”
“Eh tapi tunggu! Kalau aku minta cerai sekarang, terus aku nikah sama Dimas. Aku akan kehilangan kenikmatan hidup ku yang enak ini dong! Kayanya aku harus bisa minta aset kekayaan Mas Abraham dulu, minimal setengahnya. Ya benar, setalah Mas Abraham memberikannya, aku akan gugat cerai dia!” Diana tersenyum penuh kemenangan, dia merasa bahwa idenya itu sangat cemerlang.
Jika itu semua berhasil, maka hidupnya akan tetap aman, uang punya, dan Dimas juga akan menjadi miliknya.
“Huh, oke Diana. Sepertinya kamu harus dengan capat menjalankan rencana mu ini. Oke, sekarang aku harus ke Rumah sakit, aku masih ada tugas berpura-pura menjadi istri yang terbaik untuk dia. Biar dia semakin percaya padamu,” ucap Diana. Wanita itu terlihat begitu percaya diri.
Oke, kita lihat, apakah rencana Diana akan berhasil?
__ADS_1
Bersambung...