Lelaki Selingkuhan Ibuku

Lelaki Selingkuhan Ibuku
chapter 23


__ADS_3

Diana langsung bergegas keluar dari rumah tersebut, ia berlari menyusul Dimas yang terlihat baru saja masuk ke dalam mobilnya, tanpa meminta ijin terlebih dahulu pada sang pemilik mobil tersebut, Diana langsung masuk dan duduk di kursi depan, tepatnya di samping Dimas, yang sudah bersiap mengemudikan mobilnya itu.


"Hey apa yang kau lakukan?" tanya Dimas pada Diana, suaranya terdengar memekik.


"Sudah jalan! Jangan banyak bicara Dimas, aku butuh penjelasan kamu, tapi jangan di sini!" pinta Diana.


Terdengar helaian napas berat dari laki-laki itu, namun Dimas tidak protes, ia mulai melajukan mobilnya.


'Pasti dia meminta penjelasan tentang aku dan Selly, okelah Diana, rasanya aku juga sudah muak bersandiwara padamu! Kita lihat saja nanti bagaimana reaksi mu, dasar wanita bodoh! Lihat saja aku akan membuat kamu dan Si bocah menyebalkan itu hidup seperti di neraka!' batin Dimas, sekilas ia melirik kearah Diana dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Kamu mau penjelasan apa dariku Diana? Oh tidak, aku lupa! Ibu Diana," larat Dimas.


Diana langsung menoleh kearah laki-laki yang tengah mengemudikan mobilnya itu, ia menatap Dimas dengan kesal, hatinya juga terasa sangat panas! Sementara Dimas, dia terlihat santai menanggapinya.


"Kamu jangan macam-macam ya Dimas! Jangan panggil aku Ibu, aku ini kekasih mu, aku tidak rela, dan tidak akan pernah membuat kamu bersatu dengan anak tiriku yang sialan itu!" ucap Diana, penuh penekanan, seakan wanita itu kini tengah mengancam Dimas.


"Hahahaha..." tawa Dimas menggelegar, seakan Dimas merasa lucu dengan ucapan wanita itu, "kau mengancamku?" lanjut Dimas, melirik kearah Diana.


Lalu Dimas menghentikan laju mobilnya itu.


"Turun!" titah Dimas, dengan tegas, wajah laki-laki itu berubah, menatap Diana dengan bengis.


Diana bisa merasakan aura yang begitu menyeramkan saat melihat wajah Dimas. Tapi tidak! Diana tidak boleh takut, dia harus tahu dulu, apa maksud dan tujuan Dimas! Kenapa tiba-tiba laki-laki itu datang ke rumah bersama anak tiri sialannya itu, dan mengatakan jika mereka akan menikah. Hello...


Selama ini yang menjalani hubungan dengan Dimas itu Diana, bukan Selly! Kenapa yang akan di nikahi oleh laki-laki itu malah wanita tersebut. Sungguh tidak masuk akal!


"Tidak aku tidak mau Dimas, katakan dulu! Jelaskan maksud dan tujuan kamu itu apa? Selama ini kamu menjalani hubungan denganku, kenapa yang mau kamu nikahi malah sia anak tiri sialan itu hah?"


Dimas langsung tersebut smrik, saat mendengar perkataan Diana.

__ADS_1


"Apa aku harus menjelaskannya Diana?" Dimas malah bertanya balik pada wanita itu, membuat Diana kesal, namun dia juga bingung, apa maksud perkataan laki-laki itu. Sialan! Yang bodoh di sini siapa? Jika Diana tahu apa alasannya dia tidak akan bertanya.


"Tentu saja aku mencintai Selly! Aku memutuskan untuk menikahnya karna aku mencintainya!" dusta Dimas. Tidak mungkin bukan, ia mengatakan jika dirinya berniat menikah anak tiri wanita itu, karna ingin membalaskan dendam.


"Hah?" Diana membulatkan matanya, dengan mulut yang menganga, Diana seakan tidak percaya dengan ucapan yang keluar dari mulut laki-laki yang ada di hadapan itu. Tidak mungkin! Tidak mungkin Dimas mencintai Selly, sejak kapan laki-laki itu mencintai anak tirinya, dekat pun tidak! Bagaimana bisa jatuh cinta, ah Diana yakin pasti Dimas itu berbohong.


"Kenapa apa kamu tidak percaya Diana?" tanya Dimas tersenyum sinis pada wanita itu.


"Hahaha... Ya tentu saja aku tidak percaya Dimas! Kau pikir aku ini bodoh? Tentu saja tidak! Bagaimana kamu bisa jatuh cinta pada anak tiri sialan itu, kalian tidak pernah dekat, dan yang aku tau jika Selly itu sangat membencimu, karna dia pernah menceritakan hal itu padaku!"


"Benci dan cinta beda tipis Diana, aku rasa kau yang salah mengartikannya. Sudahlah, tidak ada yang perlu aku jelaskan lagi padamu bukan? Sebaiknya kau turun dari mobilku!"


"Lalu bagaimana dengan hubungan kita Dimas? Aku mencintaimu!"


"Lupakan cintamu itu Diana, kau sebentar lagi akan menjadi mertuaku."


"Diana, Diana..."


"Kau itu memang sangat bodoh! Silahkan kau beritahu dia, mungkin setalah itu. Bukan hanya aku yang hancur tapi kau juga!" Dimas menatap Diana dengan tajam. "Jadi jangan berbuat yang tidak-tidak! Kau tidak tau siapa aku Diana, aku bisa lebih jahat dan kejam, jadi kau jangan macam-macam padaku!"


"Hahaha, kau mengancamku hah? Aku sama sekali tidak takut! Dan satu lagi, ini mobilku, harusnya kau yang keluar dari mobilku, ini mobil aku yang beli!"


"Sialan!" pekik Dimas. Namun Dimas menurut permintaan wanita itu, dia keluar dari mobil dan menutup pintu mobil tersebut dengan keras.


"Dasar laki-laki tidak tahu diri! Lihat saja aku akan gagalkan rencana licikmu itu, enak saja kau mau menikah dengan si anak tiriku yang sialan itu! Tapi tunggu! Bagaimana caranya aku menggagalkan rencana mereka ya? Tidak mungkin aku memberitahu Mas Aberaham juga, bisa-bisa aku juga di tendang dari rumah itu, aaaahhh sialan!" pekik Diana.


***


Sementara itu, Selly dan Aberaham masih berada di ruang tamu. Sudah banyak pertanyaan yang Ayahnya Selly itu tanyakan padanya. Ya tentu saja pertanyaan-pertanyaan itu terkait dengan Dimas.

__ADS_1


Ayah Selly masih tidak percaya, jika Dimas dan Selly sepasang kekasih, Ayahnya tidak melihat sorotan cinta pada mata putrinya itu atau pun dari mata Dimas.


Namun saat Ayahnya menanyakan hal tersebut, Selly bilang dia mencintai Dimas, sungguh berdusta.


"Sudahlah Ayah, jangan membahas ini lagi, lagian masih lama jugakan? Masih beberapa bulan lagi, sekarang Selly hanya ingin fokus belajar dulu aja, sebentar lagikan ujian!" ucap Selly pada Ayahnya itu.


"Tidak bisa begitu Selly, apa kamu pikir sebuah pernikahan itu bisa di permainkan hah? Tidak Selly, Tidak! Ikatan pernikahan itu sesuatu yang sangat sakral, dan itu semua akan menjadi masa depanmu! Ayah tidak mau kamu menyesal! Kau paham?" tegas Ayah Abraham.


Selly terdiam, yang di katakan oleh Ayahnya memang benar, tapi sialnya, Selly sudah terlanjur menanda tangani surut perjanjian gila yang di buat oleh laki-laki sialan itu. 'Maafkan Selly Ayah, Selly melakukan ini karna Selly tidak mau laki-laki itu menyakiti kita,' batin Selly.


"Sudah sana kamu istirahat. Dan jangan lupa pikirkan perkataan Ayah tadi!" sambung Abraham.


Selly mengangguk, ia pun berlalu dari sana. Usai kepergian Selly. Abraham langsung mengambil ponselnya, ia segara menghubungi orang kepercayaan.


"Hallo, kamu selidiki Dimas! Dia guru di sekolah Selly. Cari semua informasi tentang laki-laki itu! Saya tunggu secepatnya!" ucap Abraham lewat sambungan telepon tersebut. Lalu Abraham mematikannya secara sepihak.


"Aku merasa tidak asing dengan wajah Dimas, dia mengingatkan aku pada seseorang! Apa mungkin Dimas itu ada kaitannya dengan dia?" gumam Abraham.


Bersambung...


Like


Komen


Vote


gift dulu atuh ya...


Biar otor semangat, wkwkwkwk

__ADS_1


__ADS_2