
Sontak semua orang langsung menatap kearah Diana.
“Kenapa Bu? Kenapa Ibu bicara seperti itu. Karna aku masih sekolah? Tenang saja Bu, aku juga sudah memikirkan hal itu, sebentar lagikan aku lulus, mungkin setalah lulus baru kita akan menikah, iyakan Sayang?” ucap Selly sengaja dia memanggil Dimas dengan kata Sayang. Karna bagi Selly ini adalah kesempatan untuknya, membuat Ibu tiri yang tidak tahu diri itu panas.
Ya, walau pun sebenernya Selly merasa jijik sendiri, apa lagi dia sengaja bersikap manis pada Dimas, dan bergelayut manja di tangan laki-laki itu.
“Iya benar, saya juga tidak akan terburu-buru,” timpal Dimas.
Diana di buat mati kutu oleh perkataan anak sambungnya dan kekasihnya itu. ‘Sial sebenarnya apa yang mereka rencanakan! Si Selly gatel banget lagi ngapain manja begitu sama Dimas ku! Pokoknya aku harus menggagalkan rencana mereka! Aku harus bisa membujuk si tua bangka ini, agar tidak merestui mereka!’ batin Diana.
“Sell, apa kamu serius?” tanya Ayahnya.
“Apa Ayah melihat keraguan di wajah Selly?” tanya balik Selly.
Ayahnya Sellyna terdiam, ia mengamati raut wajah Putrinya itu, memang seperti tidak ada keraguan di sana. Tapi, kenapa Selly mengatakan hal ini secara mendadak. Sepertinya ada yang tidak beres! Selama ini Ayahnya sangat tahu betul bagaimana Selly, bahkan Selly tidak pernah mempunyai pacar selama ini, lalu kenapa sekarang tiba-tiba dia datang bersama gurunya, dan meminta restu? Sungguh sesuatu yang mengganjal!
“Saya paham Om, ini semua pasti sangat mendadak, Om pastinya tidak percaya dan pasti ragu pada keseriusan saya sama Selly. Tapi saya benar-benar bersungguh-sungguh Om.” ucap Dimas, seakan Dimas saat ini bisa menebak apa yang dipikirkan oleh Ayahnya Selly tersebut.
“Ya baguslah kalau kamu paham. Jujur saja saya masih ragu, apa lagi selama ini Selly sendiri tidak pernah mengatakan kalau dia mempunyai kekasih, terlebih mengakui kamu. Untuk saat ini saya masih ragu, saya ingin bicara dulu sama Selly. Kamu taukan Selly itu putri saya satu-satunya saya tidak mau kalau putri saya salah langkah. Terlebih Selly masih muda untuk menginjak ke hubungan pernikahan.” ucap Ayahnya Selly panjang lebar.
Dia tidak mau gegabah, walau pun ayahnya Selly tahu jika Dimas memang orang baik, dan berpendidikan pula, seperti yang ia ketahui selama ini. Namun tetap saja ia harus tahu bibit bobot laki-laki itu. Apa lagi jika mereka menikah, pernikahan adalah sesuatu ikatan yang sakral.
__ADS_1
“Baik Om saya mengerti, kalau begitu saya permisi,” pamit Dimas.
Selly tidak bisa berkata-kata, seperti akan sulit. Tapi sebenernya Selly juga senang Ayahnya tidak merestuinya, ya bukan tidak merestui sih sebenernya, masih ragu mungkin. Ada bagusnya jiga untuk Selly, dan Selly berharap Ayahnya itu benar-benar tidak merestuinya. Sehingga nanti Selly ada alasan untuk membatalkan surat perjanjian gila dengan gurunya itu.
‘Hahaha... mampus!’ batin Diana bersorak gembira.
Ayahnya Selly hanya mengangguk saat Dimas berpamitan. Setalah itu Dimas pun langsung berlalu meninggalkan rumah tersebut.
“Mas aku permisi dulu ya, aku lupa hari ini ada arisan sama temen-temen aku.” Melihat Dimas yang berlalu dari sana. Diana berniat ingin menyusulnya, Diana ingin minta penjelasan pada laki-laki itu. Dia yang selama ini menjalani hubungan dengan Dimas, kenapa anak tirinya yang mau dinikahi oleh laki-laki itu? Sungguh tidak masuk akal!
“Kamu ini, situasi lagi genting begini masih saja memikirkan arisan.” sahut Ayahnya Selly dengan ketus.
“Iya Mas, maaf. Tapi ini bener-benar gak bisa di tunda loh Mas,” mohon Diana, ia memasang wajah sok sedihnya pada suaminya itu.
“Ya sudah sana. Tapi lain kali kamu harus tau waktu Diana!”
“Iya Mas, aku berangkat dulu ya.” Senyuman di wajah wanita itu terlihat terulas kembali, sebelum pergi Diana mengecup pipi suaminya itu.
Selly nampak mengerdikkan bahunya, dia merasa geli.
Saat ini di ruang tamu tersebut hanya ada Selly dan Ayahnya. Ayahnya itu terlihat menatap Selly dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
__ADS_1
‘Kenapa Ayah begitu menyeramkan,’ batin Selly.
Bersambung....
**Hallo eperibadeh, mohon maaf upnya slow...
Masih banyak kesibukan di real life nih...
Tapi tenang aja, bulan depan kebut sampe end... wkwkwk
Like
komen
vote
Dulu dong.....
Terima kasih...
See yuo**....
__ADS_1