
Selly kini tengah membantu Ayah bersiap-siap untuk pulang dari Rumah sakit. Hari ini ia izin tidak masuk ke sekolah. Kondisi Ayah Abraham sudah membaik dan Dokter sudah memperbolehkan Ayahnya Selly itu pulang.
“Non semua barang-barang Tuan sudah beres di kemas,” ujar Bi Sani. Selly mengangguk.
“Ayo Yah, Selly bantu,” ucapnya seraya memapah sang Ayah turun dari ranjang.
“Sell Ibu kamu kemana?” tanya Ayahnya.
“Tadi ada di rumah kok Ayah!” jawab Selly dingin.
“Apa kamu gak bilang kalau Ayah mau pulang hari ini? Kamu kok gak ajak Ibu kamu sekalian sih tadi?”
“Selly udah bilang kok Yah, udah ngajak Ibu juga tadi. Tapi kata Ibu suruh duluan. Kalau Ayah gak percaya tanya aja sama Bibi,” jawab Selly.
Ayah Abraham melirik kearah Bi Sani. Bi Sani terlihat menganggukkan kepalanya. Memang benar sebelum berangkat ke Rumah sakit menjemput Ayahnya, tadi Selly mengajak Ibu tirinya itu. Tapi sepertinya Diana tidak perduli.
Helaian nafasnya berat terdengar dari Ayah Selly.
‘Kamu ini kenapa Diana? Kok belakang ini semakin berubah?’ batin Ayah Selly.
“Sudah Ayah jangan dipikirkan. Ayah baru saja pulih,” tegur Selly. Abraham hanya mengulas senyum tipisnya.
“Ya sudah ayo kita pulang,” ajak Selly kemudian. Akhirnya mereka pun meninggalkan Rumah sakit tersebut.
Di tempat parkir terlihat sudah ada sopir Ayahnya Selly yang sudah menunggu mereka. Mereka pun langsung masuk ke dalam mobil tersebut, usai itu mobil pun mulai melaju meninggalkan kawasan Rumah sakit tersebut.
__ADS_1
Dalam perjalanan nampak hening, Ayah Abraham yang duduk di depan tak bergeming sama sekali. Begitu juga dengan Selly, ia asik dengan ponselnya dan Bi Sani hanya diam menikmati perjalanan tersebut.
“Sell gawat Sel...”
Selly membaca pesan yang baru saja masuk ke dalam ponselnya itu, pesan tersebut di kirim oleh Alda—sahabatnya.
“Gawat apaan sih? kagak jelas Lo!” balas Selly.
“Coba Lo cek sosial media Lo Sell sekarang! Lo viral Sell, Lo sama Pak Dimas Viral!”
Selly mengerut dahinya usai membaca balasan pesan dari Alda sahabatnya itu. ‘Hah gue viral? Emangnya gue ada kasus apaan coba? Tapi tunggu, gue viral sama di guru sialan itu? Apa jangan-jangan...’
Selly langsung membuka sosial media miliknya, dan benar saja dugaan Selly, Video kemarin ia melabrak selingkuhan Ibu tirinya itu ternyata viral, banyak orang yang mengshare video tersebut dan banyak juga orang yang meninggalkan komentar, kebanyakan netizen meninggalkan komentar yang pedas untuk Dimas.
‘Wah itukan sekolah anak saya, Gurunya kok kaya gitu. Kita harus demo nih, jangan sampai anak kita di ajarkan yang tidak benar sama guru itu.’
‘Tampan-tampan kok seleranya bini orang, jadi penasaran tuh bini orang cantiknya kaya apa?’
Selly membaca beberapa komentar netizen yang memenuhi posting Video tersebut. Video berdurasi 15 detik itu, sudah di tonton sampai 10 juta kali. Woaw luar biasa.
Ada rasa puas di hati Selly, karna komentar netizen tersebut jelas memaki dan memojokkan Dimas.
Tapi di sisi lain ia juga was-was takut jika sampai Video tersebut sampai di lihat oleh Ayahnya.
“Gimana Sell, Lo udah liat belum?” Pesan dari Alda kembali masuk ke ponsel Selly.
__ADS_1
“Udah Ald, gila kok sampe bisa viral begitu ya? Pasti ulah anak-anak lain di sekolah kita yang mengunggah Video itu, kali ya?” Balas Selly.
“Iya siapa lagi Sell. Mampus tuh Si Dimas kena mental pastinya, hahaha...” Balasan dari Alda.
“Iya sih, tapi masalahnya gimana kalau bokap gue sampe liat Ald? Kondisinya baru aja pulih, gue takut penyakit jantungnya kumat lagi!” Selly mengirim pesan tersebut pada Alda.
“Eh iya ya. Gue gak kepikiran sampe situ Sell. Gimana dong?”
“Eh bentar, gue baru inget Sell Om gue bisa kayanya hapus Video itu, dia ahli di bidang kaya gituan. Bidang apa ya gue lupa. Udahlah Lo tenang aja. Biar ini gue ya urus.” Balasan pesan dari Alda.
“Yakin Lo bisa Alda? Maksud gue Om Lo itu, yakin dia bisa, secara Lo liat sendiri Videonya udah di share puluhan ribu kali!”
“Ya kita coba aja dulu Sell.”
Selly menghelai nafasnya, kini ia mulai merasa gelisah. Selly tak membalas lagi pesan dari Alda sahabatnya itu. Selly menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas.
“Selly apa benar ini?” Tiba-tiba saja Ayah Abraham membuka suaranya, Ayahnya Selly itu berbalik melihat kearah Selly sambil memperlihatkan layar ponsel miliknya yang ada di tangannya kearah Selly.
Deg!
Selly langsung membulatkan matanya, seketika lidah dan bibir Selly merasa kaku.
‘Terlambat,’ batin Selly.
Bersambung...
__ADS_1