Lelaki Selingkuhan Ibuku

Lelaki Selingkuhan Ibuku
chapter 21


__ADS_3

“Selly, dari mana saja kamu, kamu tau Ayah sangat mencemaskan kamu,” kata Ayah Abraham, dia langsung menghambur memeluk putri semata wayangnya itu.


“Maafkan Ayah Nak," lanjutnya, suara Ayahnya Selly itu terdengar sangat lirih, menandakan jika ia begitu menyesal.


“Maafkan Selly, juga Ayah,” ujar Selly, diiringi dengan isakkan tangisnya.


Sementara Diana, ia tidak terlalu fokus dan peduli pada suami dan putri sambungan itu. Tatapan wanita itu masih fokus pada laki-laki yang sangat dia cinta itu, Dimas.


‘Kenapa dia ada di sini? kenapa bisa sama si anak tiri itu. Aku harus bicara empat mata sama Dimas, aku harus minta penjelasan darinya,’ batin Diana.


Ayah Abraham dan Selly melepaskan pelukannya.


Selly tersenyum pada sang Ayah, tak menyangka jika Ayahnya akan seperti ini, Selly pikir ia akan kena marah besar.


“Om...” panggil Dimas, pada Ayah Selly, laki-laki tampan itu langsung menyalami Ayahnya Selly.


“Lho Pak Dimas kok bisa sama Selly?” tanya Ayah Abraham menatap Dimas dan Selly penuh tanda tanya.


“Ceritanya panjang Om,” jawab Dimas dengan ramah.


“Ya sudah ayo kita duduk dulu, sebelum Om berterima kasih sakali sama Pak Dimas, karna sudah mengantarkan Selly pulang.” ujar Ayah Abraham, ia mempersilakan Dimas untuk duduk di sofa yang ada di ruang tamu tersebut.


“Sayang, bikinin minum buat Pak Dimas dan Selly ya,” lanjut Ayah Abraham pada istrinya itu.


Diana tersenyum, lalu ia menuruti permintaan dari suaminya itu. Wanita itu bergegas menuju dapur, sambil menggerutu dalam hatinya. ‘Sial, si tua bangka itu sangat menyebalkan! Dia pikir aku babu apa!’


“Oh iya, Pak Dimas kok bisa sama Putri saya?” tanya Ayah Abraham, kembali membuka percakapan dengan guru di sekolahnya Selly itu.


“Panggil saya Dimas aja Om, panggil ‘Pak’ hanya berlaku di sekolah saja,” kata Dimas sambil tersenyum ramah, bahkan tutur katanya pun terdengar sangat lembut dan sopan.


‘Ck, dasar bermuka dua! Sok manis! Emang guru sialan ini cocok banget sama si Ibu tiri gue. Sama-sama penuh tipu daya muslihat!’ batin Selly geram.


“Oke, oke Dimas.” Ayah Abraham menuruti permintaan Dimas.

__ADS_1


“Jadi begini Om ceritanya, sebelumnya saya minta maaf, bukan maksud saya menyembunyikan Selly dari Om. Tapi Selly sendiri yang tidak mau pulang, dia yang meminta saya untuk tidak memberitahu Om jika Selly di rumah saya,” jelas Dimas.


Selly yang mendengarkan itu semua langsung membulatkan matanya. Apa-apaan ini? Dasar benar-benar manusia licik, pikir Selly.


“Tunggu! Maksud kamu?” Tatapan Ayah Abraham kini menatap penuh arti pada Dimas.


“Om tenang saja, saya tidak melakukan apapun pada Selly, saya juga tidak mungkin menyakiti Om," jelas Dimas, yang tahu bahwa Ayahnya Selly itu sudah berpikiran yang tidak-tidak padanya.


‘Anjrit, bener-bener ya ini orang ngeselin benget, lama-lama gue cubit juga ginjal lo, Dimas Baskoro!’ batin Selly. Hanya bisa berkata dan mengerutu dalam hati, karna tidak mungkin Selly mengatakan apa yang terjadi semuanya, karna dia sudah menyetujui perjanjian gila dengan guru yang sangat ia benci itu!


“Ah maaf Dimas, saya bukan bermaksud untuk menuduh kamu, hanya saja...” Ayah Selly mengantungkan ucapan.


“Tenang saja Om, saya paham kok,” pungkas Dimas dengan cepat.


“Dan satu lagi Om, saya mohon maaf atas kejadian yang kurang mengenakan beberapa waktu belakangan ini. Tentu saja Om taukan maksud saya? Video yang tersebar di media sosial itu, semua itu tidak benar kok Om. Waktu itu memang Selly melabrak saya, karna dia itu cemburu Om sama saya, karna dia pikir saya menjalin hubungan dengan, maaf... istri Om,” lanjut Dimas.


Benar-benar pintar bersandiwara!


“Oh masalah itu, tenang saja Dimas, saya juga tidak percaya jika istri saya itu berselingkuh dengan kamu, Diana itu sangat setia, saya kenal dia bagaimana. Tapi tunggu, apa maksudnya ya Selly cemburu sama kamu?”


Sementara Dimas, ia sekilas tersenyum penuh kemenangan.


“Om sebelumnya saya minta maaf kembali. Maaf jika saya sudah lancang, sebenernya...” Dimas menggantung ucapannya itu. ‘Sial bagaimana aku menjelaskannya?!’ lanjut Dimas dalam hatinya.


“Sebenarnya saya dan Selly menjalani hubungan lebih dari guru pada muridnya,” sambung Dimas. Jujur saya sebenarnya Dimas malas mengatakan itu, karena semua itu penuh dengan kepalsuan dan sangat bertentangan dengan isi hatinya. ‘Demi semua rencanaku, aku harus bisa mendapatkan lampu hijau dari Abraham kali ini!’


Ayah Abraham terdiam, sepertinya Ayahnya Selly itu terkejut, ia paham apa yang dikatakan oleh Dimas barusan.


“Maaf Om jika saya lancang, saya dan Selly sudah cukup lama menjalin hubungan kita ini, memang selama ini baik saya dan Selly sengaja menyembunyikan semuanya. Saya dan Selly saling mencintai, kali ini kedatangan saya ke sini ini menyampaikan sesuatu sama Om,” ucap Dimas.


Tiba-tiba saja...


prang!

__ADS_1


Ayah Abraham, Selly dan Dimas pun terkejut saat mendengar suara benda jatuh, mereka langsung menatap kearah sumber suara tersebut.


Di lihatnya, gelas berceceran di lantai, gelas tersebut pecah. Diana masih mematung, ia menatap orang-orang yang tengah berkumpul, Diana tiba-tiba merasa kakinya lemas, dadanya sesak seperti di timpal bongkah batu yang besar. Diana memang sedari tadi sudah selesai membuat minuman untuk tamunya itu, sengaja Diana lama, tadi ia bersembunyi di balik lemari besar, jadi ia bisa menguping dengan jelas obrolan Dimas antara Selly dan suaminya Abraham.


‘Apa dia bilang? Mereka sudah lama menjalin hubungan, jadi selama ini Dimas hanya memanfaatkan aku saja!’ batin Diana. ia berusaha tetap tenang, karna tidak mungkin ia langsung mencabik-cabik laki-laki yang di cintainya itu.


“Emm, maaf barusan aku terkejut, tak sengaja mendengar obrolan kalian, maaf jika aku sudah tidak sopan,” ucap Dian pada Ayahnya Selly, Dimas serta Selly juga.


Bagaimana Diana tidak terkejut, mendengar obrolan mereka tadi. Diana terlihat segara membersihkan pecahan gelas itu.


“Sudah sayang, biarkan saja. Panggil bibi saja sana, biar dia yang membersihkan lantai itu." Diana hanya mengangguk, setalah itu ia meminta asisten rumah tangganya untuk membersikan semaunya.


‘Gakgak, mampus kena mental!’ batin Selly yang menyaksikan semua tadi. Ada kepuasan tersendiri saat ini yang gadis itu rasanya. Apa lagi melihat wajah Ibu tirinya yang kebingungan seperti tadi.


“Oke kita kembali ke obrolan kita yang tadi. Sudah sampai mana ya?”


“Begini Om Tante, kedatangan saya ke sini ada yang ingin saya bicarakan pada Om dan Tante....”


“Saya mau minta restu pada Om dan Tante, saya ingin meminang Selly,” sambung Dimas.


Ayah Abraham nampak bingung. Ia merasa aneh dengan sikap Dimas dan Selly, mereka seperti menyembunyikan sesuatu.


Sementara itu, Diana terlihat memasang wajah merah padamnya. ‘Apa-apa ini? Kenapa Dimas malah mau menikah dengan Selly! Ini tidak bisa dibiarkan!’ batin Diana.


Sementara Selly ia tersenyum pada Ibu tirinya itu dengan senyuman penuh kemenangan. ‘Mampus, kebakaran jenggot lo!’


“Bagaimana Om? Apa Om merestui saya sama Selly?” tanya Dimas lagi.


“Tidak! Kami gak akan pernah merestui kamu menikah dengan Selly! Lagian Selly itu masih sekolah!" jawab Diana dengan capat, tentu saja dia tidak akan pernah membiarkan mereka berdua bersama. ‘Dimas milikku, jika aku tidak bisa memilikinya, maka orang lain pun tidak!’ lanjut Diana berucap dalam hatinya.


Bersambung...


Hay-hay, aku kembali lagi nih. Yuk...

__ADS_1


Tinggal jejak kalian ya, dengan like, Komen dan Votenya.


Terima kasih....


__ADS_2