Lelaki Selingkuhan Ibuku

Lelaki Selingkuhan Ibuku
Chapter 20


__ADS_3

Dimas tersenyum sinis pada Selly. Lalu ia kembali melemparkan map tersebut pada gadis itu.


“Tanda tangan cepat!” titahnya dengan penuh penekanan.


“Tidak mau!”


“Baiklah, jadi kamu tidak mau ya?” Dimas mendekati Selly, menepis jarak antara mereka, posisinya wajah Dimas kini telat di depan wajah Selly, hanya menyisakan satu senti saja.


Dimas menatap Selly dengan tatapan yang sulit diartikan. Membuat Selly langsung dibanjiri dengan keringat dingin.


“A-apa yang akan kau lakukan?” tanya Selly terbata-bata, ia tak bisa menyembunyikan ketakutannya itu.


“Aku akan memberikan pilihan padamu! Tanda tangan surat perjanjian itu, atau aku akan mengambil apa yang ada di tubuhmu semuanya! Jika kamu tidak masih tidak mau menandatangani surat perjanjian itu, maka bukan kamu saja yang akan aku hancurkan, masa depanmu! Juga Ayah tercintamu itu!” Dimas berbicara sambil tersenyum menyingrai, tatapan matanya semakin tajam, bahkan kini menatap sekujur tubuh gadis itu.


Selly terdiam, pilihan macam apa itu? Itu sama sekali bukan pilih, menolak atau menerimanya itu sama saja bohong.


Jika Selly menandatangani surat perjanjian yang sudah di buat oleh si Dimas gila itu, ia tetap akan terjebak dalam perangkap laki-laki yang menurut Selly gila itu.


Tapi jika tidak?


Tapi tunggu! Apa maksud mengambil semua yang ada di tubuh Selly?


“Bagaimana Selly?” lanjut Dimas berbisik tepat di telinga Selly, seketika Selly merasa bulu kunduknya berdiri, karna merasakan nafas Dimas mengenai pori-pori kulit lehernya itu.


“Jadi kau mau apa yang ada di tubuhku ini, ambillah! Aku lebih baik mengorbankan diriku sekarang! Dari pada harus terjebak dalam permainan gila mu itu! Kau mau ginjalku kan? Silahkan ambil saja, tapi aku hanya akan memberikan satu saja, silahkan kamu jual. Aku tahu kamu butuh uang, lebih baik aku mengorbankan satu ginjalku! Dan berhentilah kamu memoroti uang Ayahku!”


“Hahahaaha....” Dimas malah tertawa. Membuat Selly langsung menatapnya penuh tanda tanya? Apa ada yang salah dengan ucapannya barusan?


“Kamu itu masih polos? Apa sok polos hah? Aku tidak butuh ginjalmu, aku tidak butuh uangmu! Lagian siapa yang mau membeli ginjalmu? Aku rasa kalau di jual ginjalmu itu tidak akan laku!”


“Lalu apa yang kamu inginkan? Aku gak polos ya, aku pintar, cerdik, cantik lagi!”


“Pintar dari mananya? Ya memang aku akui kamu pintar dalam pelajaran! Tapi soal kehidupan aku rasa kamu zonk! Kamu mau tau apa yang aku inginkan?”


Dengan ragu Selly menganggukkan kepalanya pelan.


“Aku menginginkan tubuhmu, untuk menghangatkan tubuh ini,” bisik Dimas.


Plak...


Tanpa ragu Selly melayangkan tamparan yang keras pada Dimas. Dimas langsung menatap tajam, dan mencengkram dagu Selly.

__ADS_1


“Dasar gadis sialan! Aku sudah memperlakukan kamu baik! Tapi apa yang kau lakukan hah?!”


“Tanda tangan ini sekarang! Atau aku akan menggambil mahkota paling berharga mu itu!” tegas Dimas lalu ia berajak dari hadapan Selly, melepaskannya cengkraman tangannya dari dagu gadis itu dengan kasar.


“Cepat!” bentak Dimas.


Dengan air mata yang sudah membasihi wajah cantik itu, akhirnya Selly pun menanda tangani surat perjanjian gila yang dibuat oleh gurunya itu.


“Puas kau hah?” teriak Selly melemparkan map itu kearah Dimas.


Dimas tersenyum penuh kemenangan, “tentu saja aku puas, bahkan aku sangat puas! Hahahah...”


“Dasar manusia licik!” pekik Selly.


“Aku tidak licik, tapi cerdas!” sangkal Dimas.


“Awas jika kau tidak menepati poin-poin isi dalam surat perjanjian itu! Kau sudah berjanji jika kau tidak akan menyentuh ku sama sekali, setalah kita menikah!”


“Tenang saja! Aku pasti akan menepatinya. Lagian aku sama sekali tidak berselera melihatmu, bocah ingusan!” Dimas tersenyum menghina Selly.


“Bocah ingusan tapi kau kukuh mau menikahi ku! Bahkan memaksa ku? Bilang saja kau memang tertarik padaku! Kalau tidak kenapa kau begitu memaksaku!”


“Tunggu!” teriak Selly.


“Apa lagi?”


“Kau akan meninggalkan Diana kan setelah ini?”


“Tentu saja, sesuai dengan perjanjian yang kita buat. Aku akan menepati semuanya!”


“Kita? Kau yang buat, aku tidak tau sama sekali!”


“Terserah kau saja! Itu sama saja! Kau sendiri sudah menyetujuinya, menandatanganinya juga!”


“Itu karna terpaksa, kau yang mengancam ku dasar licik!”


“Sudahlah, aku tidak mau berdebat denganmu terus, aku cepek!” ucap Dimas kini suara terdengar lebih lembut.


Selly hanya mendengkus kesal, Dimas tanpa memperdulikan Selly, laki-laki itu keluar dari kamar tersebut.


“Semoga pilihanku benar! Huh, bukan pilihan sih ini namanya! Tapi keterpaksaan. Ya sudah, yang penting si Dimas itu menepati janjinya, meninggalkan Ibu tiriku yang sialan itu.”

__ADS_1


“Tapi bagaimana nanti aku bicara sama Ayah? Kalau aku mau menikah dengan dia? Ayah kan sudah liat video aku pas ngamuk sama dia?!”


“Ah sudahlah, itu dipikirkan nanti saja. Lagian masih ada waktu beberapa bulan lagi, di dalam surat itu kan tertulis, kalau dia dan aku akan menikah setalah aku lulus sekolah! Yang terpenting saat ini, aku harus menyingkirkan dan membuat hancur dulu si Diana itu, pasti dia akan patah hati kalau liat aku sama Dimas. Ah ternyata cukup menguntungkan juga padaku! Tapi sebenarnya apa maksud dia ingin menikahi ku ya?” Selly bermonolog dengan dirinya sendiri.


***


Sementara itu Abraham kini masih ketar-ketir mencari keberadaan Selly putrinya itu.


“Sudah Mas, palingan juga dia di tempat teman-temannya,” ucap Diana mencoba menenangkan suaminya itu, ya walaupun sebenarnya ia sangat melas.


“Aku sudah menghubungi semua teman dekatnya. Tapi mereka bilang tidak ada Selly, bahkan mereka ikut shock juga!” jelas Abraham, Ayahnya Selly itu.


‘Ck, menyusahkan saja sih anak itu. Bikin onar mulu kerjaannya! Sebenernya kemana sih dia? Ah kenapa aku harus memikirkan dia? Tidak penting juga. Tapi gara-gara dia hari ini aku gak bisa keluar rumah. Ah aku sudah rindu lupa sama Dimas ku,’ batin Selly.


Tak lama kemudian terlihat sebuah mobil memasuki halaman rumah tersebut. Selly dan Dimas terlihat turun dari mobil tersebut.


Dimas langsung meraih tangan Selly, Selly mencoba menepisnya, namun Dimas langsung memberikan tatapan tajam.


“Diam ikuti pemain ku, bukankah kau juga ingin membalaskan dendam pada Ibu tirimu itu?” bisik Dimas.


Selly tak merespon, namun ia memberikan tangannya itu di genggaman oleh Dimas.


Aneh menurut Selly, bukankah Dimas itu mencintai Diana, Ibu tirinya Selly. Tapi kenapa dia juga ingin membantu Selly membalaskan dendam pada wanita itu?


‘Sungguh misterius sekali dia ini? Sebenernya apa maksud dan tujuan dia masuk ke dalam keluarga ku? Aneh sungguh aneh!’ batin Selly.


Selly dan Dimas pun memasuki rumah tersebut, di ruang tamu terlihat ada Ayahnya dan juga Diana.


“Ayah..” panggil Selly.


Sontak Ayah Abraham dan Diana pun langsung menoleh kearah Selly dan Dimas.


Keduanya terlihat begitu terkejut saat melihat Selly dan Dimas itu, apa lagi melihat Selly dan Diam bergandengan tangan.


Deg!


Diana terdiam, menatap penuh tanda tanya.


‘Kenapa dia bersama Dimas ku dan itu... mereka bergandengan tangan pula?’ batin Diana.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2