
Selly masih terisak tangis, kali ini dia benar-benar merasa rapuh, jika mengingat sosok mendingan Ibu kandungnya itu.
Hingga tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depan halte Bus tersebut. Selly langsung mengarahkan pandangannya ke mobil itu. Seorang pria terlihat keluar dari mobil tersebut, tatapan Selly berubah saat melihatnya, terlihat tatapan penuh kebencian menatap pria tersebut.
“Hallo Selly...” sapa Pria tersebut terlihat sinis.
Selly tak menjawab, ia langsung berajak dari bangku halte tersebut. Berniat untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun baru saja Selly melangkah tanganya di tarik oleh pria tersebut.
“Lepaskan berengsek!” teriak Selly memekik penuh amarah mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Dimas.
“Hahaha... kamu pikir kamu bisa lepas dari saya? Jangan bermimpi Selly! Kamu harus membayar semua perbuatan kamu!” ancam Dimas, ia menguatkan cengkeraman tangannya pada gadis itu. Membuat Selly meringis kesakitan.
“Apa yang kamu inginkan hah?” teriak Selly sambil menahan tangisnya, ia benar-benar ketakutan berhadapan dengan Dimas, kali ini Selly melihat ada yang berbeda pada laki-laki itu, terlihat menyeramkan.
__ADS_1
“Hahaha...” tawa Dimas terdengar menggema di telinga Selly. Selly masih terus berusaha melepaskan cengkraman tangan Dimas. Sialnya di sana terlihat sepi tidak ada orang sama sekali, bahkan tidak ada kendaraan yang lewat satu pun. Membuat Selly bingung dan semakin ketakutan, karna tidak ada orang untuk dimintai pertolongan.
“Cepat ikut saya!” Dimas menarik tangan Selly dengan kasar dan paksa. Selly semakin memberontak. Lalu Selly melayangkan kakinya tepat mendaratkan di area sensitif milik laki-laki itu.
“Aww...sialan! Kau menyakiti aset paling berhargaku!” teriak Dimas kesakitan, sontak Dimas pun melepaskan cengkraman tangannya itu pada tangan Selly, melihat ada kesempatan Selly pun segara berlari untuk menghindarinya.
“Hay mau kemana kau gadis nakal!” teriak Dimas geram, ia langsung mengejar Selly, raut wajahnya terlihat dipenuhi amarah. Sambil terus mengejar Selly Dimas berusaha menahan rasa sakit di aset paling berharga miliknya itu.
Selly terus berlari sekencang mungkin sambil sesekali menoleh kearah belakang, terlibat Dimas masih mengejarnya. Selly terus menerobos hujan yang semakin lebat itu, tak perduli dengan tubuhnya yang kedinginan dan sudah menggigil itu. Yang terpenting bagi Selly saat ini, dia bisa lolos dari guru plus selingkuh ibu tirinya yang gila itu.
“Sial!” pekik Selly, ia menggunakan sisa-sisa tenaganya itu, menambah kecepatan larinya. Namun karna tidak hati-hati, jalan licin membuat kakinya terpelincir dan ia pun terjatuh.
Selly merasakan kakinya teramat sangat sakit, namun ia mencoba berdiri, jangan sampai Dimas menangkap. Tapi saat Selly sudah setengah berdiri, tiba-tiba saja Dimas sudah berada dibelakangnya.
__ADS_1
“Kamu pikir bisa lolos dari saya hah?” Dimas langsung menghampiri Selly, ia menarik kembali tangan gadis itu, Selly meringis kesakitan menahan rasa sakit dikakinya itu. Namun Dimas nampak tidak menghiraukannya, Dimas terus menyeret gadis itu.
“Lepaskan aku, aku mohon!” teriak Selly namun terdengar lirih, Selly merasakan kepalanya semakin terasa berat, pandangannya pun mulai tidak jelas, terlihat buram. Hingga tiba-tiba...
Brug!
Selly ambruk tak sadarkan diri, Dimas pun langsung menghentikan langkahnya, di lihatnya Selly sudah terkapar di sana.
“Sial! Menyusahkan saja!” geram Dimas, lalu ia mengangkat tubuh gadis itu dan membawanya ke mobil.
Bersambung...
Jangan lupa like, komen dan Votenya ya.
__ADS_1
Terima kasih.