
Tiba-tiba saja pintu kamar tersebut terbuka, Selly langsung mengalihkan pandangannya kearah pintu tersebut. Nampak sosok laki-laki yang sangat ia benci itu melangkah masuk ke dalam, senyuman yang sulit diartikan terulas dari Dimas. Selly langsung mengalihkan pandangannya kembali, rasanya ia tidak sudi untuk melihat laki-laki itu.
“Hallo Selly, bagaimana apa di sini panas?” tanya Dimas. Terdengar sangat konyol ditelinga Selly.
Selly tak menjawab, ia hanya melihat sekilas pada gurunya itu, menatapnya dengan sinis.
Dimas terus berjalan menghampiri Selly, salah hati Selly sudah merasa tak karuan, ingin rasanya ia segera pergi tapi kepalanya teramat semakin berat sekali.
“Apa mau kamu?” tanya Selly, suara terdengar bergetar. Selly benar-benar merasa takut, apa lagi kini jarak antara ia dan Dimas sangat dekat, Dimas duduk di tepi ranjang tepat di samping Selly.
Dimas tersenyum sinis, lalu menatap gadis itu.
“Kamu mau tau apa mau saya?” Selly menarik selimut menutupi bagian atasnya. Karna kini Dimas menatapnya dengan tatapan penuh arti, memperhatikan tubuh Selly.
“Jangan macam-macam ya kamu, saya bisa adukan ke kepala sekolah, dan saya pastikan anda akan dikeluarkan dari sekolah!” ancam Selly.
“Hahaha...” tawa Dimas menggema. Selly semakin bergetar.
__ADS_1
‘Ya Tuhan.. apa dia akan memperkaos aku?’ batinnya. ‘Huh apa yang aku pikirkan, amit-amit jangan sampai!’ lanjutnya membatin.
“Kamu pikir saya takut hah?” bentak Dimas, ia mencengkram dagu Selly, Selly terlihat meringis kesakitan.
“Dengar anak kecil! Kau salah sudah berhadapan denganku. Jangan pernah berpikir aku akan takut oleh ancaman anak kecil seperti hah? Tidak Selly, tidak akan. Justru kamu yang akan menyesal karna sudah mengusik hidup dan kesenanganku!” lanjut Dimas, lalu ia melepaskan cengkraman tangan dari dagu Selly dengan kasar.
Setalah itu Dimas berajak dari samping Selly, ia berjalan ke sebuah meja yang terletak di sudut kamar tersebut.
Selly melihat gerak-gerik pria itu, sambil bertanya-tanya apa yang akan dilakukannya. Namun Selly enggan menanyakan, entah mengapa melihat Dimas kali ini, Selly sangat ketakutan. Apa lagi tadi Dimas berkata penuh misteri.
‘Tidak, aku tidak boleh lemah! Aku gak boleh takut. Aku penasaran sebenarnya siapa dia itu sebenernya? Aku yakin dia bukan orang sembarang!’ batin Selly.
Selly terkejut, namun ia segera mengambil map tersebut, lalu membukanya. Selly mendapati ada sebuah kertas di sana. Lalu ia pun mengeluarkan kertas tersebut.
“A-apa ini?” tanya Selly, ia mengalihkan pandangannya sekilas pada Dimas. Lalu kembali fokus pada lembar kertas tersebut.
“Apa kau tidak bisa baca hah? Bukan kau murid paling berprestasi di sekolah. Tapi kenapa otakmu dangkal sekali,” jawab Dimas seraya mengejeknya.
__ADS_1
Selly terlihat kesal, namun ia pun menuruti kata-kata laki-laki itu, ia mulai membaca kata setiap kata yang ada tertulis di kertas tersebut.
Selly terlihat membulatkan matanya. ‘Apa-apaan ini?’ gumamnya.
Dimas tersenyum sinis, saat melihat ekspresi wajah gadis itu. ‘Cantik, tapi sayang kau terlahir dari keluarga busuk! Aku tau kau tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini. Tapi, kau sendiri yang seakan menyerahkan diri padaku. Gadis malang,’ batin Dimas.
“Bagaimana kau setuju?” tanya Dimas, Selly terlihat sudah selesai membaca isi surat tersebut. Gadis itu menatap kearah Dimas dengan tatapan penuh kebencian.
“Keputusan ada padamu Selly,” lanjutnya. Dimas semakin menapakkan senyuman sinisnya itu.
“Berengsek! Jangan bermimpi Dimas Baskoro, aku tidak akan pernah menyetujui keinginan gila kau ini,” pekik Selly. Ia memasukan kertas itu kembali ke dalam Map. Lalu melemparkannya pada Dimas, tepat di wajah laki-laki itu, seperti yang dilakukan Dimas padanya tadi.
“Kurang ngajar!” geram Dimas.
Bersambung...
Jangan lupa like, komen dan Votenya ya.
__ADS_1
Terima kasih.
Ayo tebak, kira-kira surat yang kasih Dimas pada Selly, surat apa ya?