
"Apa Lo gila Sel?" tanya Sindy dan Alda, mata kedua gadis itu membulat sempurna, seakan mereka tak percaya sekaligus shock saat Selly menceritakan tentang masalahnya dengan guru biologi di sekolah mereka itu, yang tak lain adalah Dimas.
"Jadi Lo sama Pak Dimas akan nikah?" teriak Alda, langsung mendapat tatapan tajam dara Selly serta mulutnya di bekam oleh Sindy.
"Jangan teriak-teriak dodol! Entar ada yang denger!" geram Selly.
Alda langsung mengangguk-angguk kepalanya. Sindy pun menurunkan tangan yang membekam mulut sahabatnya itu.
"Terus Lo mau gimana? Maksud Gue, Lo mau gitu sama Pak Dimas. Apa Lo lupa kalau dia itukan selingkuhan nyokap tiri Lo, Sell?"
"Ya kagaklah masa iya gue lupa! Ya terus gue harus gimana lagi, coba? Apa Lo ada saran gitu?"
"Lagian gue udah terlanjur juga tanda tangan itu surat perjanjian gila yang dia buat!" lanjut Sellya.
"Lah terus, nyokop tiri Lo gimana? Gue yakin dia gak bakalan tinggal diem. Lagian gue heran kenapa Pak Dimas mau nikahin Lo? Sampe-sampe dia bikin surat perjanjian segala. Lo curiga gak sih? Masa iya dia dendam sama Lo gara-gara pas Lo buka aib dia sama nyokap tiri Lo doang." ujar Sindy, entah mengapa Sindy mempunyai semacam sebuah firasat. Karena menurut dia, ini itu gak masuk logika sama sekali.
"Entahlah, gue juga pusing." sahut Selly seraya memijat pelipisnya.
Sementara itu Alda sedari tadi tak menyahut obrolan kedua sahabatnya itu. Dan jika diperhatikan wajah gadis itu kini nampak lesu, lemas, seperti kehilangan semangatnya.
Namun Selly dan Sindy seperti tidak menyadari perubahan sahabatnya itu.
Beberapa saat kemudian Bell terdengar berbunyi, menandakan jika jam istirahat mereka sudah habis, lantas ketiga gadis itu pun kembali ke ruang kelas mereka.
__ADS_1
***
"Ah ini benar-benar gila, aku tidak bisa membiarkan anak tiri sialan itu menikah dengan Dimas! Sebenarnya apa tujuan Dimas? Kenapa dia pake acara mau nikah sama si Selly sih? Minta restu sama Mas Abraham juga, bilang kalau mereka sudah dekat sejak lama. Dari kapan? Aku gak pernah lihat Dimas dekat dengan si Selly!" Diana terlihat frustasi, wanita itu kini tengah berada di sebuah Caffe.
Semenjak Dimas datang ke rumah suaminya itu, dan mengatakan kalau laki-laki yang menjadi selingkuhannya itu berniat ingin menikahi Selly, Diana benar-benar frustasi. Apa lagi Dimas sampai saat ini tidak bisa di hubungi, ia mendatangi laki-laki itu pun tidak ada. Dimas seperti membuat hidup wanita itu porak-poranda.
"Ah sial! Benar sial. Aku harus melakukan sesuatu jangan sampai Dimas menikah dengan si anak tiri sialan itu!"
***
Tak terasa jam pelajaran pun telah habis, semua siswa nampak berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing.
Sementara Selly dan kedua sahabatnya itu, mereka terlihat masih duduk di bangku mereka masing-masing, merenggangkan otot serta otak mereka, yang terasa terhabis kuras setalah mengikuti jam pelajaran fisika.
Selly hanya tersenyum kekeh sambil menggeleng-gelengkan kepala.
"Balik yu," ajak Selly seraya beranjak dari tempat duduk itu.
"Yu, mampir dulu Caffe lah, gue mau dingin otak bentar," sahut Sindy yang ikut beranjak dari tempat duduknya.
Lalu mereka melihat kearah Alda, sahabatnya yang satu itu nampak tengah melamun, entah apa yang tengah di pikirkan oleh gadis itu, bahkan sejak tadi Alda tidak seperti biasanya, lebih banyak diam, biasanya dia antara mereka Alda yang paling amsrud.
"Et dah ini bocah kenapa ya?" ucap Sindy. Lalu ia menepuk bahu Alda, sambil berteriak.
__ADS_1
"Woy!"
"Apaan sih?" sahut Alda kesal.
"Idih, kok mukanya judes amat sih neng." sindir Sindy, seraya melipat kedua tangannya di depan dada.
"Iya Lo kenapa sih Ald? Perasaan hari ini Lo aneh banget deh?" timpal Selly.
"Gue gak apa-apa. Gue pulang duluan!" jawabnya. Lalu Alda pergi begitu saja meninggalkan kedua sahabatnya itu.
Selly dan Sindy saling menatap, sorot mata mereka terlihat seperti saling bertanya. Mereka merasa aneh dengan sikap Alda yang tak biasa itu.
"Udahlah biarin aja, paling dia lagi mumet habis ngerjain soal fisika tadi. Yu ah cabut, kita ke Caffe berdua saja," ajak Sindy seraya menarik tangan Selly. Mereka pun keluar dari ruangan kelas tersebut, dan langsung menuju parkiran.
'Kenapa gue ngerasa ada sesuatu yang aneh pada Alda, semenjak tadi gue ceritain tentang gue sama si Dimas itu?' gumam Selly dalam hatinya.
Bersambung...
Hallo geas, sorry baru lanjut lagi.
Diusahakan up rutin lagi deh. Hehe...
Jangan lupa like, komen dan dukungannya.
__ADS_1
Terima kasih.