
"Hmm. . dia begitu tergila-gila padamu Dis. Kenapa kau tak mengajak nya kencan saja? Aku rasa dia akan dengan suka rela menyerahkan seluruhnya kepadamu." Ucap Reza dengan senyum kecut.
"Dasar omes. . apakah yang ada di pikiran mu hanya itu? Astaghfirulloh." Yudhis tak habis pikir jika Reza mulai lagi seperti dulu.
"Ini yang aku takutkan kalau kau sampai bertemu dengan Caca, Za."
"Mas Yudhis, boleh aku ikut pulang denganmu?" Tanya Ana dengan senyum yang sedikit centilnya berusaha menggoda Yudhis.
"Maaf Mba An, aku sedang tidak enak badan. Jadi ingin cepat pulang dan berisitirahat, Mba An pulang dengan Reza saja. Bukankan rumah kalian juga se arah?" Ucap Yudhis dengan berhati-hati.
"Oh, benarkah? Kalau begitu aku ikut dengan Mas saja ke apartemen, supaya aku bisa menyiapkan makan malam untuk Mas Yudhis. Kan Mas lagi tidak enak badan." Ujar Ana menawarkan dirinya.
"Ah tidak, tidak perlu. Aku hanya butuh istirahat saja Mba, semalam aku harus menemani orang yang habis patah hati, jadi nya ya gitu." Ujar Yudhis.
"Tapi nanti mas Yudhis gimana? Kan mas Yudhis lagi sakit." Ucap Ana lagi, terlihat raut wajah penuh dengan kekhawatiran terhadap pria yang telah mencuri hatinya sejak dua tahun yang lalu.
"Aku baik-baik saja Mba An. Aku hanya butuh istirahat. Makasih atas perhatiannya." Ucap Yudhis dengan sedikit senyum di bibirnya.
"Sudah An, kau dengan ku saja. Mobil ku lebih nyaman untukmu. Kalau kau mau jalan-jalan dulu pun akan aku temani." Ujar Reza dengan mengedipkan sebelah matanya dengan genit.
"Ihh. .Baiklah. . aku mau, tapi terpaksa." Ucap Ana dengan sedikit rasa kecewa karena gagal ikut dengan Yudhis.
Mereka segera masuk ke dalam lift, dan selama di dalam lift mereka tidak membuka suara sedikitpun. Sesekali Ana melirik pada Yudhis, mencari kebenaran melalui ekspesi wajahnya. Tapi usahanya gagal, karena Yudhis tetap memasang wajah datar dan enggan untuk melihat Ana yang kini berdiri tepat di sampingnya.
"Mas, suatu saat aku akan bisa membuatmu takhluk Mas." Batin Ana saat pintu lift terbuka dan Yudhis telah berjalan lebih dulu meninggalkannya.
Benar saja, Yudhis segera pergi dengan mobil nya meninggalkan area Perusahaan menuju apartemen. Sedangkan Ana dan Reza hanya saling diam selama dalam perjalanan. Reza bisa melihat ada perasaan kecewa dari wajah Ana karena tidak bisa satu mobil dengan Yudhis.
Reza pun membuka suara untuk basa-basi menanyakan kenapa Ana hanya diam saja. Dan usahanya berhasil, Ana menceritakan kekecewaannya pada Yudhis yang tak pernah merespon nya.
"Dia lumayan juga, meski tak terlaku cantik. Tapi badannya proposional, berisi, ukuran dada pun lumayan wow. Yudhis bodoh sekali, melewatkan orang yang tergila-gila padanya." Batin Yudhis yang sejak tadi diam-diam melirik Ana.
__ADS_1
Merasa di perhatikan sejak tadi, Ana segera menegur Reza dengan ketus dan memakinya karena telah diam-diam melirik ke area dadanya.
"Apa lihat-lihat? Jaga matamu." Ucap Ana dengan ketusnya.
"Badanmu boleh juga An, kamu seksi, berisi, meski cantikmu standar tapi tertolong dengan ukuran dada mu." Ucap Reza tanpa malu-malu.
"Dasar otak mesum, jaga pandanganmu. Fokus ke jalan." Ujar Ana lagi dengan kedua tangan menyilang di depan dadanya.
"Yudhis bodoh sekali tidak merespon mu, aku tau kau suka dengan Yudhis kan?" Ucap Reza lagi.
"Darimana kau tau? Kau memata-matai ku?" Tanya Ana dengan tatapan sinis.
"Astaga. . .Ana. . Semua orang bisa lihat dari gestur mu, dan wajahmu yang jutek selalu tiba-tiba melempar senyum saat ada Yudhis. Bukan hanya aku yang tau, semua orang juga tau. Kau dengar?" Ujar Reza dengan tawanya yang renyah memecah kesunyian di dalam mobil.
"Benarkah? Lalu wanita seperti apa yang Yudhis sukai? Apakah aku termasuk tipe nya?" Tanya Ana penasaran.
"Hahaha. . . Yudhis sedikitpun tak tertarik padamu An, sebaiknya kamu mundur saja. Toh, sepertinya Yudhis sudah memiliki tambatan hati, jadi aku ingatkan supaya kamu mundur saja, agar tidak kecewa nantinya." Ucap Reza dengan pandangan fokus ke jalan.
"Jaga tanganmu, Ana. Apa kau sedang berusaha menggodaku? Supaya aku membuka suara tentang wanita yang saat ini Yudhis sukai?" Ujar Reza lagi.
"Sorry, jangan pikir aku akan menggoda mu, otak mu saja yang kotor." Ucap Ana lagi langsung melepas pegangannya pada lengan Reza.
"Aku tidak tau siapa wanita itu, tapi yang jelas wanita itu sudah lama mencuri hati nya. Dan mungkin sudah sejak dulu menjadi penghuni hati Yudhis." Ujar Reza.
"Siapa nama wanita itu?" Tanya Ana lagi.
"Caca. . " Jawabnya secara spontan.
"Siapa wanita itu? Secantik apa dia? Sampai-sampai mas Yudhis ku tak melirikku."
"Aku bisa membantumu, mencari tau siapa wanita itu." Ucap Reza menyeringai jahat.
__ADS_1
"Benarkah? Thank's Za." Ucap Ana dengan mata berbinar.
" Tapi ada syaratnya. . " Ujar Reza dengan senyum licik.
"Apa?" Tanya Ana dengan penasaran.
...Yudhistira POV...
Mobil telah memasuki area parkiran di lantai dua. Yudhis segera turun meninggalkan mobil, dan menuju kamarnya yang berada di lantai 4. Seorang penjaga tampak menundukkan kepalanya saat melihat kedatangan Yudhis.
Yudhis pun membalas nya dengan melemparkan senyum kepadanya. Sepatu pantofel hitam mengkilat beradu suara dengan lantai melewati lorong apartemen untuk menuju lift yang berada di ujung lorong.
Sesampainya di kamar, Yudhis segera mendudukkan badannya di sebuah kursi yang berada di samping ranjangnya untuk melepas penat. Yudhis tidak berbohong perihal sedang tidak enak badan, hari ini memang badannya sedang dalam keadaan yang tidak baik.
Diambilnya ponsel yang sejak tadi bersarang di saku jas nya. Terlihat sebuah notife WhatsApp masuk dari Embun, dengan cepat Yudhis segera membuka nya untuk melihat apa isi chat yang di kirimkan oleh Embun padanya.
Sesaat setelah membaca isi chat nya, wajahnya kembali tersenyum. Seakan matahari yang tak jadi terbenam, dia pun segera ke pantry mengambil air minum dari dalam kulkas. Setelqh habis hampir dua gelas berukuran besar, Yudhis memilih untuk segera mandi sambil bersiul berjalan menuju kamar mandi.
Ia memilih untuk berendam di bath up dengan air hangat untuk menghilangkan rasa lelah yang entah apa penyebabnya. Sejenak matanya terpejam, namun pikirannya berkelana ke berbagai penjuru.Air kran menjadi musik sebagai pengantarnya dalam lelapnya sejenak.
______________________________________________________
>> Akhirnya Up setelah 3 hari ga up 😂😂
>>Terimakasih yang sudah berkenan membaca coretan ini😍😍
Jangan lupa Like, Komen, Rate 5 dan Vote😍
🌺CAHAYA EMBUN EPISODE 18🌺
~Teşekkürler, Sizi seviyorum millet 😙😙~
__ADS_1