
"Hmmm . masih Bu. Hari ini Ibu mau pergi kemana? Biar aku temani." Ucap Embun dengan semangat.
"Ibu tidak ada tujuan mau kemana Nak, sudah kita di rumah saja." Ucap Ibu dengan senyumnya.
"Hmm. . iya Ibu. Nanti sore kita keluar yuk, Bu. Embun mau jalan-jalan ajak Ibu, siapa tau nanti kita ketemu tempat yang nyaman buat duduk menikmati pergantian hari." Ucap Embun.
"Ibu ikut kamu saja deh Nak." Ucap Ibu lagi.
"Oke Ibu, harusnya Ibu milih dong mau belanja atau apa gitu Bu. Embun kan pingin di mintain sama Ibu." Ucap Embun kemudian.
"Sayangnya Ibu, sudah berapa kali Ibu bilang Nak? Ibu tidak butuh belanja atau barang-barang mewah, kita bisa berdua terus, kamu sehat itu sudah lebih dari kata cukup untuk Ibu. Apalah arti barang mewah, banyak uang, tapi kita gak sehat." Ucap Ibu sontak membuat bola kristal putih di sudut mata Embun lolos begitu saja.
"Masya Allah. . Ibu. Makasih ya, Embun gak akan pernah berhenti bilang Embun beruntung punya Ibu kaya Ibu." Ucap Embun memeluk Ibunya dari belakang.
"Ibu juga sangat, sangat beruntung memiliki putri sepertimu Nak. Gak pernah neko-neko ikut pergaulan di luar sana yang sekarang lagi marak-maraknya." Ucap Ibu mengungkapkan isi hatinya.
"Enggak Bu, InsyaAllah Embun selalu istiqomah, gak akan Embun tergiur dengan pergaulan semacam itu, lagian pekerjaan Embun mengharuskan Embun untuk tetap stay di kantor seharian kecuali kalau ada pertemuan dengan klien." Tutur Embun.
"Iya Nak, Ibu selalu percaya sama kamu. Sudah-sudah sana duduk dulu, Ibu masak dulu ya." Ucap Ibu berlalu menyalakan kompor dan menurunkan wajan yang menempel di dinding dapur.
Ponselnya berdering, sebuah notif pesan WhatsApp masuk, Embun duduk di kursi makan dan membuka ponsel nya. Terlihat sebuah nama yang tak asing baginya, dan gelak tawa terdengar memecah kesunyian di meja makan.
Yudhistira 💖
~Assalamu'alaikum, Ca. Selamat Pagi. Sore ini ada acara gak? Bisa kita ketemu di luar? Sekalian aku ingin bertemu dengan Bu Lek. ~
~Wa'alaikumussalam Dis, selamat pagi. Aku gak ada acara, InsyaAllah aku datang. Dimana? Jam berapa?~
~Di Cafe Pelangi saja, bukan kah tempatnya dekat dengan rumah mu? Pukul 16.00 😄~
~Okey Dis, sampai ketemu nanti sore ya.~
__ADS_1
Diam-diam Ibu mengamati Embun yang sejak tadi tertawa, suaranya jelas terdengar dari dapur. Karena rumah begitu sunyi, hanya mereka berdua di dalam. Sedangkan Mang Jago di luar.
Tak beberapa lama kemudian, Ibu datang dengan sayur japcai yang asapnya masih mengebul dan juga ayam goreng.
"Anak Ibu lagi senang kayak nya, kenapa Nak?" Tanya Ibu dengan pelan.
"Ibu, nanti sore ikut Embun ya. Embun mau ajak Ibu jalan-jalan. Bosan kan kalau harus di rumah terus. Selagi Embun libur juga, Bu." Ucap Embun dengan antusias.
"Iya, Ibu ikut saja apa katamu. Ayo kita makan dulu." Ucap Ibu.
...Case Grade Apartemen....
Terlihat seorang pria dengan kemeja berwana biru laut, dengan dasi garis-garis berwarna hitam dan putih terpasang di lehernya. Sepatu pantofel yang mengkilat pun sudah terpakai di kedua telapak kakinya menambah kadar ketampanan pagi ini.
Setelah mengirimkan sebuah pesan pada seseorang yang jauh di sana, ia segera memasukkan ponselnya ke saku kemeja di dada sebelah kirinya. Ia segera berlalu ke dapur untuk menyiapkan sarapan sendiri.
Roti bakar selai nanas dan secangkir kopi hitam panas menjadi pilihannya untuk menemaninya sarapan pagi ini sebelum berangkat kerja. Hanya butuh waktu 15 menit untuk ia bisa menghabilkan sarapan nya.
"Tumben Reza tidak menghubungiku pagi ini. Apakah dia baik-baik saja?" Tanya Yudhis pada dirinya sendiri.
Menyadari ada sebuah pesan yang masuk, Yudhis segera membukanya untuk melihat siapa yang mengirimi nya pesan pagi ini. Dan ternyata pesan dari Pak Rian yang memintanya untuk handle pertemuan dengan klien siang ini di kantor karena beliau ada acara keluarga.
"Berarti aku harus segera menyiapkan berkas sebelum bertemu dengan klien. Hmm. .aku hubungi mba Ana saja, dia kan sekretaris Pak Rian." Gumamnya sejak tadi.
Berulang kali Yudhis menghubunginya, tapi tidak tersambung. Yudhis pun meletakkan ponselnya di atas dasboard dan kedua tangannya kembali fokus dengan setir dan rem mobil.
Sementara itu. . .
Alarm di ponselnya terus berbunyi sejak 30 menit yang lalu, dua anak manusia yang tak memiliki hubungan apa-apa masih terlentang diatas ranjang hanya berbalut selimut tebal tanpa pakaian sehelai benangpun.
Entah sampai pukul berapa mereka berpacu dalam kenikmatan tersebut. Reza perlahan membuka matanya, dengan malas meraba balas di samping kasurnya untuk mencari ponsel nya.
__ADS_1
Saat di lihatnya, jam di layar ponsel sudah menunjukkan pukul 7 pagi, Reza segera bangun tanpa memperdulikan wanita di sampingnya yang masih terlelap.
Ia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan bersiap-siap bekerja. Shower telah menyala, air yang keluar membasahi seluruh tubuhnya dari ujung rambut sampai ujung kakinya. Kepalanya menengadah keatas, membiarkan air terus membasahi wajahnya.
Sementara itu, di luar kamar mandi.
"Hoam. . " Ana mulai terbangun dari tidurnya. Dengan malas ia berusaha membuka matanya karena cahaya matahari yang diam-diam berhasil masuk menembus melalui celah ventilasi kamarnya.
Terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, sejenak ia mulai tersadar. Saat ini dia sedang berada di tempat lain. Ana segera bangun, dan duduk serta menarik selimut yang sejak semalam menutupi tubuhnya yang telan*ang setelah merengkuh kenikmatan dengan pria yang tak lain adalah teman kerjanya.
"Astaga, jam berapa ini? Aku kenapa baru bangun? Pasti ini gara-gara pria itu yang telah membuatku kelelahan hingga kesiangan seperti ini." Umpatnya sendirian.
Diapun meraih ponselnya, layarnya tidak mau menyala. Baterai habis, dan dia lupa untuk menambah daya karena tidak bisa mengendalikan nafsu setelah memancing Reza.
"Arrrgggh. . .Bisa-bisanya aku lupa tidak charg ponselku. Gimana kalau Pak Rian marah karena tidak bisa menghubungiku. Huhhh, aku pinjam saja charger dia. Dimana dia menyimpan kabelnya?" Ujar Ana turun dari kasur dengan menarik selimut secara perlahan.
Tanpa menunggu lama diapun menemukan apa yang dicarinya. Dia segera menyambungkan kabel dengan ponsel nya dan berlalu mendekati kamar mandi karena ingin segera mandi.
Tokk tookk. .
"Za, masih lama? Buruan? ini sudah siang." Teriak Ana sambil menyandarkan tubuhnya pada pintu karena masih merasa ngantuk.
______________________________________________________
>> Maafkan kalau jalan cerita gak nyambung, karena otak sepertinya sedang malas untuk berfikir😂😂
>>Terimakasih yang sudah berkenan membaca coretan ini😍😍
Jangan lupa Like, Komen, Rate 5 dan Vote😍
🌺CAHAYA EMBUN EPISODE 19🌺
__ADS_1
~Teşekkürler, Sizi seviyorum millet 😙😙~