Lembayung Rindu

Lembayung Rindu
Ch. 06 Bertemu Mbak Dian


__ADS_3

"Siapa dia sebenarnya? Apa yang membuatnya bisa kagum pada gadis sepertiku kala itu?" Ujar Embun.


Dilihatnya sebuah kotak merah di bawah tumpukkan foto. Embun mengambilnya, dan wembukanya secara perlahan. Ternyata gelang emas yang pria misterius itu berikan padanya. Embun mencari adakah surat pagi yang bisa membantunya mencari tau siapa pria itu. Tapi ternyata tidak, benar - benar pria tanpa nama.


"Baiklah akan aku simpan dulu pemberian ini, siapa tau suatu saat aku bisa bertemu dengannya dan mengembalikan gelang ini. Biar bagaimana pun gelang ini terlalu mahal untuk aku terima dari seseorang yang belum aku kenal." Ujar Embun dalam hati.


Dia segera membawa kotak kecil berwarna hitam ke kamarnya setelah membereskan semua foto yang sudah ia keluarkan dari dalam kotak.


Kotak itu ia letakkan di atas meja samping kasurnya. Embun kembali keluar untuk melanjutkan tujuan utamanya yaitu membereskan rumahnya sebelum dia dan Ibunya meninggalkannya dalam waktu yang cukup lama.


"Hmm Ibu memang rajin sekali. Aku bahkan tidak menemukan secuil debu disini. Lalu aku harus apa? Apa aku jala - jalan saja ya, bisa juga di rumah terus. Siapa tau nanti aku bertemu teman sekolah ku dulu." Ujar Embun.


Embun segera bersiap-siap untuk keluar rumah, jalan-jalan mengelilingi kampung halamannya. Tempat yang menjadi saksi hidupnya saat ia masih kecil dulu bersama Ibunya.


Di sepanjang jalan tampak sepi, semua orang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Sebagian orang di kampung meta pencaharian nya ada bertani. Tapi Ibu tidak memiliki sawah, bukan Embun tidak mampu untuk membelikannya. Hanya saja Embun tidak ingin Ibu nya sepanjang hari menghabiskan waktunya di sawah.


Sesekali ia berpapasan dengan orang-orang yang berpapasan dengannya. Tanpa ragu Embun menganggukkan kepalanya dan menebar senyum lebar-lebar.


"Hmmm hidup di kampung memang enak, mau makan apa saja tinggal ambil di kebun sendiri. Tapi nasibku tidak disini, ladang rezeki ku ada di kota.


Bukan aku tidak suka dengan kampung halamanku. Aku mencintai kampung halamanku, tempat dimana aku menghabiskan masa kecilku dulu bersama teman-temanku.


Tapi mau gimana lagi? Aku tidak ada kemampuan untuk bertani seperti yang lain. Tapi sampai kapanpun kampung ini akan selalu menjadi tempat ternyaman ku, dan mungkin suatu saat aku akan kembali ke kampung ini dan menetap." Embun melanjutkan langkah kakinya yang terus berjalan menyusuri sepanjang jalan yang masih berlapis tanah.


"Mbun. . . "Panggil seseorang dari kejauhan.


"Mbak Dian. . . " Ucap Embun saat melihat seorang perempuan dengan tubuh sedikit berisi melambaikan tangan kepadanya. Embun segera berjalan mendekati Mbak Dian yang masih berdiri sambil menggendong seorang anak kecil.


"Kamu kapan pulangnya? Wah. . .cantik sekali kamu sekarang. Pasti enak ya hidup di kota?" Ujar Mbak Dian memuji Embun.


"Enak nggak enak Mbak. . namanya juga kerja pasti ada nggak enaknya juga. . .Mbak Dian gimana kabarnya?? Si kecil udah besar ya Mbak. . ." Ucap Embun mengusap - usap rambut anak kecil yang saat ini sedang menatap dirinya.

__ADS_1


"Alhamdulillah baik Mbun, enak gak enak Mbak tetap besar badannya. Apalagi sekarang ada anak, kalau makan ini itu gak habis ya Mbak yang menghabiskan." Ujar Mbak Dian.


"Malah jadi kelihatan makmur Mbak, aku saja ingin menambah berat badan. Tapi sepertinya porsi ku cuma segini Mbak." Ucap Embun.


"Tapi kamu cantik banget Mbun, udah kaya artis - artis yang di TV itu loh." Ujar Mbak Dian membuat Embun hanya tertawa.


"Mbak Dian juga cantik. . . Buktinya Mas Yayan kepincut kan sama Mbak." Ucap Embun.


"Tapi kamu lebih cantik loh Mbun, pasti banyak di luar sana yang ingin melamar mu. Kalau Mbak jadi lelaki juga pasti udah datang ke rumah mu buat melamar kamu Mbun." Ujar Mbak Dian.


"Semua wanita sama Mbak, cantik semua. . Gak ada wanita yang gak cantik." Ujar Embun.


"Ealahhh Mbun. . .kamu loh dari dulu selalu merendah terus. Kamu mau lama di kampung?" Tanya Mbak Dian.


"Nggak Mbak, besok aku kembali ke kota. Kamis ada pekerjaan yang harus aku selesaikan." Ucap Embun.


"Lah wong baru sebentar kok udah mau berangkat lagi Mbun. . .Apa nggak betah kamu di kampung?" Tanya Mbak Dian.


" Udah sukses kamu ya Mbun. . .Ibumu kamu tinggal lagi?" Tanya Mbak Dian.


"Ibu mau aku ajak Mbak, biar aku bisa mengawasi Ibu setiap saat. Lagian sudah waktunya aku yang menjaga Ibu." Ujar Embun.


"Syukurlah kalau gitu Mbun, Mbak ikut senang dengarnya. Lah terus rumahmu mau di jual apa gimana?" Tanya Mbak Dian.


"Nggak Mbak, rumah rencananya aku ingin meminta Pak RT buat cari orang bersih-bersih. Biar tetap ada yang merawat." Ucap Embun.


"Ya udah, aku aja Mbun. Aman kok kalau sama aku. ." Ujar Mbak Dian dengan serius.


"Seriusan Mbak? Tapi kan Mbak harus menjaga si kecil." Ucap Embun.


"Lah ada si Mbah nya Mbun, lagian bersih-bersih kan gak seharian." Ujar Mbak Dian.

__ADS_1


"Seriusan Mbak?" Tanya Embun.


"Ya serius lah Mbun, di kampung kan sudah susah cari pekerjaan. Sedangkan aku gak ada keterampilan buat berjemur di sawah " Ujar Mbak Dian.


"Alhamdulilah kalau gitu Mbak. . .ya udah besok siang Mbak Dian ke rumahku ya. . .Biar aku bisa menitipkan kunci rumah sama Mbak Dian." Ujar Embun.


"Oke Mbun. Besok aku ke rumahmu. . ." Ujar Mbak Dian.


"Ya udah, Embun pulang dulu ya Mbak. . si kecil juga udah tidur kan. . ." Ujar Embun.


"Iya Mbun. . " Ujar Mba Dian.


"Assalamu'alaikum Mbak Dian." Ucap Embun berpamitan.


"Wa'alaikumussalam Mbun." Ucap Mbak Dian menjawab salam Embun.


Embun melanjutkan perjalanan menuju rumahnya. Dia begitu bersyukur bisa bertemu dengan Mbak Dian dan bahkan menawarkan dirinya untuk menjaga rumahnya.


Mbak Dian termasuk teman main Embun saat kecil dulu. Meskipun usianya terpaut cukup jauh, tapi Embun selalu diajak main Mbak Dian. Bahkan kalau ada yang berbuat nakal, Mbak Dian yang langsung memasang badan untuk melindungi Embun.


"Alhamdulillah bisa ketemu sama Mbak Dian. Seenggaknya aku tidak perlu bingung-bingung lagi carin rang untuk merawat rumah." Ujar Embun yang sedari tadi terus saja tersenyum.


______________________


》Untuk sementara CAHAYA EMBUN Up setiap hari minggu ya 😍😍


》Tapi kalau banyak yang baca mungkin Up nya bisa setiap hari hehe.😍😍


》Jangan lupa meninggalkan jejak LIKE dan KOMEN , rate 5 dan Vote seikhlasnya. 😍😍


🌺CAHAYA EMBUN EPS. 06🌺

__ADS_1


~Teşekkürler, Sizi seviyorum millet 😙😙~


__ADS_2