
"Jo! Jo! Dimana kamu?" Teriak Meg di kaki tangga. "Disini!" Jawab sebuah suara dari ruangan atas. Meg menemukan Jo sedang memakan ap sambil membaca buku.
"Lihat, Jo! Surat undangan pesta taun baru dari keluarga Gardiner untuk kita berdua! Besok malam!" Teriak Meg sambil melambaikan kertas berharga itu. "Mama mengizinkan kita ikut. Nanti kita pakai baju apa, ya?"
"Ah, apa gunanya bertanya seperti itu? Kamu, lan tahu sendiri kalau kita akan memakai baju biasa saja," jawab Jo dengan mulut penuh makanan. "Justru, kamu lebih beruntung. Baju pestamu lebih bagus. Tapi, kalau punyaku, ada bekas terbakar di bagian punggung dan sarung tangan ku ada bekas tumpahan limun. Aku tidan usah memakai sarung tangan saja, ah!"
"Punggung bajumu tutupi saja dengan rambut panjang mu dan jangan banyak bergerak, beres kan? Tapi, kamu harus pakai sarung tangan. Apa kata orang nanti?" Ujar Meg. "Aku tidak peduli dengan omongan orang!" Pekik Jo.
Sore itu, dua gadis sibuk merias diri di depan kaca dalam rangka menyambut pesta Tahun Baru nanti malam. Dari ruangan itu tercium bau rambut terbakar dari rambut Meg yang sedang mengeriting pony nya Dan Jo ikut membantunya. "Harus kah sampai berasap seperti itu?" Tanya Beth yang sedang duduk di atas tempat tidur. "Tentu saja, aku dan Jo harus terlihat Elegan di malam pesta nanti!" Pekik Meg tegas. "Bau nya aneh seperti rambut terbakar," kata Amy.
__ADS_1
" Ohh, Tidak!, Apa yang kamu lakukan, Jo!, Rambut ku!" Jerit Meg marah ketika melihat poni keriting nya berantakan. "Mestinya kau tidak menyuruh ku untuk mengerjakan ini, aku kan ahli dalam merusak segala hal" kata Jo menyesal. "Ahh, ikat saja dengan pita itu terlihat seperti gaya rambut model terbaru" kata Amy menghibur.
Setelah bertubi-tubi kecelakaan yang terjadi Meg dan Jo pun selesai berdandan. Mereka pun pergi ke pesta itu.
Nyonya Gardiner menyambut Meg dan Jo dengan gembira. Meg langsung akrab dengan Gissca putri nyonya Gardiner, lalu pergi berkumpul dengan gadis-gadis yang sedang mengobrol. Sebenarnya, Jo juga ingin bergabung dengan pria yang sedang membicarakan tentang sepatu seluncur. Tapi, alis Meg mengangkat keatas yang menandakan ketidaksetujuannya. Akhirnya, Jo berdiri sendirian sambil menyandarkan punggung nya kedinding.
Tak lama kemudian musik pun dilantunkan, Dansa pun di mulai. Meg tidak kesulitan mencari pasangan, sebenarnya, beberapa pemuda ingin mengajak jo berdansa. Tapi, Jo merasa tidak bersemangat. Akhirnya, Jo melarikan diri kesebuah ruangan di balik gorden raksasa untuk menyembunyikan diri. Tapi, disana sudah ada seorang lain.
Namun, laki-laki itu tertawa. Walaupun kelihatan nya terkejut juga, dia berkata dengan sopan. "Jangan pedulikan aku. Tetaplah disini jika kamu mau."
__ADS_1
"Tidak akan mengganggu mu?" Tanya Jo. "Tidak! Aku tak mengenal siapa pun di pesta ini. Karena itu, aku ingin berkenalan dengan mu." "Kayaknya kita pernah bertemu sebelum nya" kata Jo. "Yah...aku, kan tinggal di sebelah rumah mu. Aku cucu dari pak Jhoon boy." "Ohh jadi kamu yang mengantar kan makanan lezat kemarin ya?!" Kata Jo gembira. "Ahh itu buka dari ku, itu kakek ku yang menyuruh ku memberikan kepada kalian, Non-na March." " Jangan panggil aku Nona March tuan muda Lawrence, Panggil saja Josephine!" "Aku juga bukan tuan muda Lawrence panggil aku saja Ryan!"
JO AKHIRNYA MEMPUNYAI TEMAN BARU DI PESTA TAHUN BARU ITU. SETIBANYA DI RUMAH, DIA AKAN BERCERITA KEPADA KE 3 SAUDARI NYA BAHWA TEMAN BARU NYA SUNGGUH BAIK.
"Apakah kamu bisa berbahasa prancis? Aku dengar kau sering bolak-balik dari luar negeri!" Tanya Jo.
_"Quel est le nom de cette jeune demoiselle en les pantousfles jolis?"_ Ucap Ryan. Jo melonjak gembira, " Wow, bagus sekali! Tadi kamu mengatakan siapa gadis muda yang memakai sendal cantik itu, kan?, itu kakakku Margareth.
"Eummm maukah kau berdansa dengan ku?" Kata pria itu mengajak Jo. "Iya aku mau tapi baju belakangku robek terbakar!" "Ahh tidak usah di pikirkan, mari berdansa dengan ku tuan putri!"
__ADS_1
Setelah selesai pesta Jo dan Meg pun di antar pulang oleh Tuan Muda Ryan.