Little Women

Little Women
*Little Women Part4* (KAYA MISKIN)


__ADS_3

"Ya, ampun! Males banget sih, beres-beres seperti ini!" Kata Meg (pagi hari setelah pesta). "Andai saja setiap hari adalah Hari Raya. Pasti menyenangkan," Timpal Jo.


Jo pun akhirnya membereskan semua kekacauan dari pesta kemarin, tentunya bersama dengan Meg. Mereka sebenarnya malas untuk berbenah dan membersihkan, juga membereskan sesuatu, namun mereka hanya pasrah dan melakukannya dengan terpaksa. Meg dan Jo saling bercanda di sela-sela kegiatan berbenah.


Setelah sedikit berbenah, Jo dan Meg turun ke bawah untuk sarapan, meskipun sudah mandi dan berdandan wajah mereka tetap kusut dan tidak ceria.

__ADS_1


Beth yang sedang sakit kepala, berbaring di sofa sambil bermain dengan ke 4 kucing nya, di sebelah nya ada amy yang sedang uring uringan karena pelajaran yang sedang ia pelajari tidak masuk-masuk ke kepala. Santi juga menggerutu tak jelas karena terlambat bangun. Sebenarnya, terlambat bangun bukan lah kebiasaan nya.


Bagaimana dengan Mama? Ternyata dia sibuk menyiapkan sesuatu. "Dan kamulah orang yang paling miring di keluarga ini!" Teriak Jo sambil mengobrak abrik tumpukan kertas. "Beth!, kalau kau tidak menyingkirkah kucing-kucing itu, mereka semua akan ku tenggelamkan kedalam Wastafel!" Teriak Meg dengan marah. "Anak-anak tolong diam lahh!, Mama harus secepatnya merulis surat ini untuk di antarkan ke jadwal pos paling pagi. Kalian benar benar mengganggu Mama!" Teriak Mama sambil meremas kertas surat yang sudah gagal tiga kali.


BELUM PERNAH KELUARGA MARCH SEMIRING INI.

__ADS_1


Duluu keluarga March pernah jatuh miskin, karena kesulitan keuangan sebagai anak tertua, Meg dan Jo memohonkan diri mereka untuk berhenti sekolah dan bekerja. Karena kemandirian dan kerajinan nya, Mama dan Papa pun mengizinkannya. Meg pun bekerja sebagai pengurus rumah perawatan di dekat rumah nya. Walaupun sebenarnya gajinya lumayan kecil, tapi dia tetap menekuninya. Sedangkan, Jo bekerja menjadi pengurus seorang nenek kaya yang sangat cerewet. Setiap minggu, Jo selalu memandikan anjing pudel si nenek itu dan mengajak berbicara butung beonya yang suka berbicara bahasa Spanyol. Kalau saja nenek itu tidak mempunyai perpustakaan, Jo tidak akan pernah menerima pekerjaan itu. Meskipun sudah tidak sekolah, Jo tetap dan sangat suka sekali membaca buku.


Beth itu terlalu pemalu. Memang, dia sebenarnya pernah mencoba bersekolah. Tapi, ia selalu merasa tak cocok hingga akhirnya hanya belajar di rumah dengan bantuan Papa. Bahkan ketika Papa pergi berperang dan Mama mengabdikan dirinya pada masyarakat, Beth terus belajar sendiri.


Amy sendiri adalah anak yang cukup manis, setiap orang menyayanginya walaupun sifatnya kadang mementingkan dirinya sendiri dan agak sombong. Akan tetapi, ada satu hal yang mengganggu kesombongan kecil nya. Dia harus memakai pakaian warisan kakak-kakaknya. Dia menganggap pakaiannya tidak sesuai dengan kecantikan nya. Ada-ada saja si Amy...

__ADS_1


-----------------------------------------------------––-----------------


Halo semuanya, maaf nih ya untuk para pembaca yang harus menunggu lama dengan lanjutan ceritanya. Ini sebenarnya adalah karya teman saya, jadi saya juga hanya bisa menunggu teman saya bisa up lanjutan ceritanya ke saya. Maklumlah, saya cuma distributor nya aja ya, sekalian bantu-bantu temen yang mau bikin novel. Tetap baca cerita Little Women ya, masih banyak lagi tingkah laku dari Meg, Jo, Beth, dan Amy. Penasaran kan, tetap baca dan semangat ya


__ADS_2