Loreng Hijau & Jas Putih

Loreng Hijau & Jas Putih
Bab 10


__ADS_3

Daffa pun membuka pintu dengan kasar yang kebutuhan Arion mungkin lupa mengunci nya, pada saat pintu sudah terbuka Daffa dan Keira melihat Arion sedang mencium leher wanita itu yang sudah telanjang hanya tertinggal pakaian dalam saja.


"Arion! Arion Awas kau!" teriak Daffa, marahnya semakin naik ke ubun-ubun, dia tidak terima dengan penghinatan nya terhadap adik kesayangannya.


"Kurang ajar!" Bentak Daffa, Daffa langsung menyusul Arion dan menarik kerah baju Arion dan langsung memukuli secara membabi buta.


"Dasar laki-laki brensek, apa yang kau lakukan, ha! Berani-beraninya kau menghianati adikku.


"Tu-aan, aku bisa jelasin," ucap Arion yang terbata-bata.


"Siapa pun yang mencoba menyakiti adik ku, membuat dia menangis maka orang itu akan menjadi urusan saya!" Daffa kembali memukul wajah Arion.


Daffa menoleh ke arah Keira yang melihat wajahnya penuh air mata dan diam membisu, Daffa kembali memukul wajah Arion lebih keras.


"Saya tidak akan membiarkan kau bebas begitu saja! Saya pastikan kau akan menerima akibat dari perbuatan kau.


"Maafkan saya Tuan," ucap Arion memohon.


"Jangan membangunkan singa yang tidur, aku bisa buat apa saja jika aku mau Arion, Perbuatan kamu itu tidak pantas untuk di maafkan!" teriak Daffa.


BRUKK...


Lagi-lagi Daffa memukul Arion.


Tatapan Daffa terlihat begitu tajam, tangannya mengepal sangat kuat membuat Arion bergidik ngeri.


Arion pun berdiri menuju Keira yang diam mematung menatap wanita itu dengan air mata.


"Ira tolong maafin aku, tolong maafin aku, Keira jawab jangan diam saja, aku bisa di bunuh oleh Tuan Daffa.


Kini Arion pun berlutut di kaki Keira memohon maaf, "Keira tolong kasik aku lagi kesempatan maafin aku, aku ngga akan mengulanginya lagi.


Daffa menarik kerah baju Arion dari belakang untuk menjauhkan dari adik nya dan.


BRUKK!


Jangan sentuh adik ku.


BRUK!!!


Pukulan kembali di layangkan oleh Daffa, sehingga Arion terjatuh ke lantai, dan dia pun menarik lagi kerah baju Arion lagi dan memaksa nya untuk berdiri.


"Hanya laki-laki brensek seperti mu tidak akan pantas buat adik ku, Kau sudah melakukan penggelapan uang sebanyak puluhan miliar, kau membocorkan dokumen dokumen penting, kau menjual informasi penting dari perusahaan, sehingga merugikan perusahaan cabang, itu semua tidak masalah bagiku, tapi kau melakukan penghianatan terhadap adik ku itu tidak akan bisa aku maafkan, sudah aku katakan tidak ada seorang pun yang akan membuat adik ku menangis.


BRUKK...


"Kau dan wanita mu akan ku jadikan santapan hewan kesayangan ku," ancam Daffa.


"Bagai disambar petir Arion mendengar nya, Tu-an. tolong maafkan saya, tolong jangan lakukan itu," nada bicara Arion terdengar lirih.


Keira mendekati wanita itu lalu.

__ADS_1


Plakkk!!!


Keira menampar sangat keras, sehingga bekas tamparan nya ada di pipi wanita itu.


Mata Mila Berkilat penuh amarah saat merasakan betapa sakit dan perih pipinya saat ini.


"Berani nya kau," ucap Mila geram sembari memengang pipinya.


Aku tidak akan mengampuni mu!!!" Mila mengangkat tangan hendak


membalas tamparan Keira, tapi Keira segera menangkapnya dengan cepat.


"Jangan coba-coba. Aku akan memberikan yang lebih parah jika anda sampai melakukannya. Aku sangat tahu cara mengatasi wanita jal*ng murahan seperti anda," Keira menghempaskan tangan Mila kasar


"Kau jangan macam-macam denganku, kau belum tau siapa aku, kak hewan buas Kakak saja tidak akan mau memakan dangin- dangin mereka," ucap Keira yang masih menatap wanita itu.


"Kau benar juga Ira, aku tidak akan mungkin mengotori hewan kesayanganku dan kau Arion! kau saya pecat, kau keluar dari apartemen ini sekarang juga.


Setelah mengucapkan itu Daffa menarik Keira untuk keluar dari apartemen itu.


Dirumah kediaman Adiwijaya.


Keira langsung mengurungkan diri dikamar selama dua hari, mau itu Daffa atau Daffi, Keira tidak membukakan pintu kamarnya, sampai akhirnya Daffa membuka kamar Keira menggunakan kunci cadangan.


Daffa dan Daffi membuka kamar, kamar yang begitu gelap hanya sinar rembulan yang menyinari kamar nya dia menghampiri Keira yang termenung menatap pintu balkon yang terbuka lebar, Daffa yang melihat kondisi adiknya mengepalkan tangannya dia ingin sekali membunuh Arion, sedangkan Daffi menyalahkan lampu kamar.


Daffa menghampiri adiknya dan di ikuti pelayanan mendorong meja yang berisi banyak makanan kesukaan Keira.


Namun Keira hanya diam dan menatap kedua kakaknya tanpa bicara apapun.


"Keira dengar aku baik-baik, kamu itu sangat cantik, kamu berwibawa, kita ini orang kaya, jangan mau di injak-injak harga diri kita oleh pasangan yang sudah tak setia terhadap kita!!" Ujar Daffi.


"Keira ini suatu pertanda sayang, ingat kalian itu baru pacaran saja diselingkuhi lalu bagaimana jika kalian nikah dan akan menjadi suamimu, apa kamu tidak jijik Keira, masih mau menerima bekas orang lain? kalau aku sih ogah dapat bekas orang," Tanya Daffa dengan sorot mata yang dingin.


"Iya Keira, kamu itu cantik, kamu pintar, kita terhormat!! bisnis kita ada di mana-mana, ngapaind kamu bersedih sampai-sampai kamu tidak mau makan, buka mata mu lebar-lebar, kamu bisa nyari laki-laki jauh lebih baik dari pria brengsek itu, menyebut nama nya saja aku tidak Sudi," ucap Daffa lagi.


"Iya dek lupakan dia yah," ujar Daffi.


Keira hanya mengangguk saja.


"Yah sudah kamu makan yah, aku yang suapin," ucap Daffa.


Dan akhirnya Keira pun makan, setelah makan dia kembali beristirahat.


Keira membuka matanya di pagi yang cerah dia pun membuka gorden dan menuju balkon untuk menghirup udara segar, dia sudah bertekad untuk melupakan Arion dan tidak akan mengingatnya kembali, hari ini ada hari dimana lembaran baru untuk kehidupan ku," guman Keira.


Setelah menyelesaikan ritual di kamar mandi, dan berdandan dia pun turun kebawa menyambut kedua kakak nya.


"Gimana kabar kamu Keira?" tanya Daffa.


"Baik kak.

__ADS_1


"Kamu mau kemana?"tanya Daffa lagi.


"Aku mau kembali dinas kak, aku ngga enak sama Kak Gavin, dan Ashana, udah dua hari aku ngga masuk, aku juga pengen menjenguk Bayu.


"Keira, aku mau ikut yah, aku mau ketemu sama Bayu juga?"tanya Daffi


"Baik kak.


...


Keira dan Daffi sudah berada di rumah sakit mereka langsung saja ke kamar dimana Bayu di rawat.


Keira melihat Bayu sudah bisa banyak gerak merasa sangat senang melihatnya. "Selamat pagi bay.?


"Pagi Dokter Keira, tumben dokter datang kesini dua hari ke mana aja dok," tanya Bayu.


"Biasa Bay, aku sibuk.


Bayu hanya mengangguk saja.


"Oh yah, Bayu ini perkenalkan Kakak saya, Daffi, Kak Daffi ini Bayu yang aku ceritain.


Mereka pun berkenalan.


"Bukannya ini kakak kamu waktu di mall itu kan Dok?"tanya Bayu.


"Bukan Bay, itu kak Daffa.


"Oh mereka kembar yah?


"Iya Bayu.


"Bayu terimakasih banyak yah kau telah menyelamatkan nyawa adikku, kalau bukan karna kau yah mungkin yang terbaring disini adalah adikku.


"Ini sudah tugas dan tanggungjawab saya bang, Abang tidak perlu repot-repot untuk datang kesini hanya untuk itu.


"Iya setidaknya aku harus lihat langsung siapa orang yang menyelamatkan adikku, dan itu aku harus berterimakasih padanya.


Di tengah-tengah oboral mereka suara telpon Daffi berdering, Daffi pun pamintan untuk keluar sebentar untuk mengangkat telpon. Setelah itu dia pun kembali ke kamar Bayu.


"Bayu... lain kali kita ngobrol lagi aku ada urusan, Keira nanti kalau sudah mau pulang telpon Kenzo yah," ucap Daffi


Setelah kepergian Daffi, Keira dan Bayu pun lanjut bercerita, bercanda, dan tertawa sampai akhirnya Arjuna pun datang.


"Kapten," ucap Bayu.


"Bay sebentar sore kau sudah pulang," ujar Arjuna lalu Arjuna menatap Keira dengan tajam.


"Oh jadi gini kelakuan Dokter di rumah sakit ini, pantas saja kamu selalu ceroboh, sakit-sakitan, selalu salah. Pagi-pagi begini bukanya nugas malah seperti ini," ucap Arjuna lalu meninggalkan kamar Bayu.


Keira pun juga keluar langsung berlari mengejar Arjuna, dia merasa sangat-sangat kesal dengan tindakan nya yang selalu mengatakan ceroboh, Keira melihat ke arah kaca jendela ternyata Arjuna sudah keluar dari rumah sakit dan mengarah ke parkiran melihat itu Keira mempercepat lari nya untuk menghampiri Arjuna.

__ADS_1


__ADS_2