Loreng Hijau & Jas Putih

Loreng Hijau & Jas Putih
Bab 5


__ADS_3

Alfi pun pergi meninggalkan rumah sakit, tinggal Daffa, Arjuna, Keira, dan Gavin.


"Terima kasih Alfi," ucap Keira tersenyum


Alfi pun pergi meninggalkan rumah sakit, tinggal Daffa, Arjuna, Keira, dan Gavin.


Setelah kepergian Alif, Arjuna menatap tak suka kepada Keira, seperti ingin memakannya hidup-hidup.


"Maaf atas tindakan saya yang menimbulkan musibah seperti ini pak," ucap Keira.


"Untuk apa kamu meminta maaf? apa dengan minta maaf teman saya yang di dalam bisa langsung sehat? kalau kamu tadi tidak bertindak ceroboh pasti tidak akan terjadi hal ini," tegas Arjuna.


"Heii jangan bicara tinggi kepada adikku," ucap Daffa menunjuk-nunjuk Arjuna.


"Kak Daffa, Keira menatap Daffa.


"Maaf saya hanya berusaha melindungi diri sendiri juga, karena pisau yang mulai mengiris leher saya dan itu sangat-sangat melukai saya," jawab Kaira.


"Kalo kamu bisa sabar sedikit saja, hal besar seperti ini tidak akan terjadi, Bayu tidak akan tertembak, tugas kami untuk melindungi kalian,"


"Apa kamu bilang? sedikit bersabar? kalian hanya diam, kalian belum ambil tindakan apapun untuk menyelamatkan ku, Melindungi kamu bilang? kalau kamu melindungi, kalian harus membuat Strategi untuk menangkap penjahat itu, bukan malah langsung menembak, kamu bikin panik semua pengunjung yang ada disana, kamu mikir ngga sih kalau sampai mereka celaka gimana, ada banyak anak kecil dan lansia. Seharusnya sebelum kamu menangkap penjahat itu kalian amankan dulu pengunjung yang ada dalam mall itu. Dan yah aku tadi menyelamatkan seorang ibu-ibu, apa itu salah pak Tentara?" ucap Keira menatap tajam Arjuna.


"Jangan sok tau soal perkerjaan ku," ucap Arjuna.


"Jangan sok tau kamu bilang, leher saya sudah terluka, saya juga sangat kesakitan, leher saya sudah mengeluarkan darah, tapi kamu belum mengambil tindakan apapun bahkan kamu menjegah kakak ku untuk menyelamatkan aku.


Perdebatan sengit antara Keira dan Arjuna, disaksikan anggota Arjuna yang lain, melihat itu Gavin berbisik pada Daffa untuk membawa Keira keruangannya untuk diobati.


Daffa pun menarik Keira untuk segera pergi, dan membawa Keira keruangannya.


Dasar gila itu orang berani sekali, dia menyalahkanku, Memangnya salah ya kak untuk menyelamatkan diriku sendiri, aku kan cukup kesakitan di iris dileher dengan pisau tajamnya, aku ini manusia bukan ayam di potong di leher" ngoceh-ngoceh Keira.


Daffa menarik hidung Keira dengan pelan lalu mengelus rambut Keira "Udah ngocehnya? nanti tuan putri ku cepat tua nanti.


"Iya udah kak.

__ADS_1


Pintu ruangan Keira terbuka, Gavin segera menghampiri Keira lalu mengobati luka di lehernya, ketika melihat jenjang leher Keira lebih dekat, Gavin menelan salivanya susah payah.


"Ok... aku sudah selesai mengobati lehermu, sebaiknya kalian pulang," ucap Gavin.


Skip perjalanan


Akhirnya mereka sampai dirumah mewah Adiwijaya para, pelayan pun membukakan pintu dan menyambut kedatangannya, Daffa dan Keira pun menunju ke ruang keluarga yang kebetulan ada Daffi yang sedang menonton TV. Daffi yang melihat mereka datang pun menyambut nya.


"Hey kalian dari mana saja kok baru datang?" ucap Daffi.


"Tadi itu aku menjemput Keira habis itu kami ke mall untuk makan eh malah, Daffa pun menceritakan kejadian yang dialami tadi.


"Jadi gimana keadaan mu Keira? terus keadaan Tentara itu gimana?" tanya Daffi antusias.


"Aku baik-baik saja kak kalau Tentara itu udah diselamatkan kak, tinggal tunggu dia siuman saja kak," ucap Keira.


"Syukur lah kalau tuan putri ku baik-baik saja," ucap Daffi.


"Ira sebaiknya kamu istrahat saja," ucap Daffa datar.


Pada saat mengatakan lapar, Bibi Tutik datang membawa makanan favorit Keira.


"Permisi Tuan ini makanannya," ucap Bibi Tutik.


"Ok bi, tolong buatkan susu buat Keira dan bawakan Air minum ke dalam kamarnya," ucap Daffi.


"Ira ini kamu makan, tadi waktu saat aku pulang, aku sempatin singgah beli makanan favorit adiikku, karena saya nyakin adikku pasti laperkan," ucap Daffi.


"Wah makasih yah kak, kakak terbaik.


"Habiskan makan kamu dan istirahat, aku ke ruang kerja dulu ada banyak kerjaan yang belum diselesaikan," ucap Daffa datar lalu meninggalkan mereka berdua.


"Kamu makan gih, habiskan kakak tunggu di teras kamar kamu, ada hal yang ingin kakak tayakan," ucap Daffi.


Keira pun melahap habis makanannya tanpa ada sisa.

__ADS_1


Keira pun ke kamarnya dan melihat Daffi duduk diteras sambil memainkan hp, dia pun menghampiri kakaknya dan memeluknya dari belakang.


"Kamu sudah selesai makan dek," tanya Daffi sambil menarik tangan adiknya untuk duduk didekatnya.


"Aku mau nanya satu hal, tapi kamu jawab dengan jujur, kamu masih berhubungan dengan Arion?


"Hmm masih kak.


"Dek... aku tak perna melarang mu, kamu bersama siapa asalkan kamu itu bahagian tapi untuk kali ini, aku sangat melarang mu berhubungan dengan Arion, akhiri lah hubungan kalian.


"Tapi aku sangat mencintai dan menyayangi nya kak.


"Dek, mencintai itu boleh, menyayangi boleh. Tapi jangan jadi orang bodoh mencintai orang seperti dia, kamu jelas lihat dengan mata kepala mu sendiri dia berbuat apa, dia menyakitimu, menghianati cinta kamu, membodohi kamu selama ini.


Kalian pacaran saja dia berbuat seperti itu, bagaimana setelah kalian menikah dek? coba bayangkan jika dia berbuat hal sama dengan yang kamu lihat apa kamu mau terima?


Terus gimana jika perempuan itu hamil anak Arion, apa kamu mau mempunyai anak tiri dan anak kamu mempunyai sodara tiri dek? dan apa kamu tidak jijik Dek, masih mau menerima bekas orang lain? sedangkan kamu dari kecil selalu mendapat hal yang baru, masa iya sih nikah dengan bekas orang lain.


"Tapi kak, aku sangat mencintai nya kak aku tidak bisa melupakan nya tapi aku juga ngga mau jika dia mempunyai anak dari orang lain apa lagi setelah nanti aku sudah menjadi istrinya.


"Dek lihat kakak, saya tau ini pasti sangat berat, tapi kakak sangat melarang mu bersama dia setalah apa yang dia perbuat terhadap mu. Saya tau kamu terluka, tapi patah hati ini cara Allah untuk menyelamatkan mu dari orang yang salah.


Patah hati adalah hal yang wajar dalam jatuh cinta. Berani mencintai berarti berani patah, ada waktu untuk menginginkan, ada waktu untuk mengakhiri, ada waktu untuk berjuang ada juga waktu untuk mengakhiri dan ikhlas.


Aku tidak menyuruh mu untuk melupakan begitu saja, perlahan-lahan lah untuk melupakan nya pasti kamu akan terbiasa.


Keira pertahankan apa yang pantas dipertahankan, genggam lah jika menurutmu kamu masih kuat. Tapi lepaskan jika itu membuat mu terluka lebih dalam. karena yang menentukan kebahagiaan mu adalah diri kamu sendiri, bukan aku maupun Daffa.


Keira terdiam memikirkan apa yang dikatakan kakaknya, kebahagiaan nya dia yang menentukan apa lagi Arion telah mengkhianati cinta nya ditambah lagi dia bercumbu dengan perempuan itu mereka sudah saling tukar keringat. Itu juga yang membuat Keira merasa jijik karna mendapat bekas dari wanita ja*ang.


"Kamu itu cantik, sangat cantik Ira, kita orang terhormat dan kamu juga pintar, bisnis kita dimana-mana, masa iya sih kamu mau menerima Arion lagi, yang sudah jelas-jelas menyelingkuhi mu Ira," ucap Daffi.


"Yah sudah tuan putri ku, bidadariku kamu pikirkan baik-baik mana yang baik di perjuangkan, dan mana yang tidak baik untuk tidak diperjuangkan dan beristirahatlah," Daffi pun bangkit dari tempat duduknya lalu mencium kening adiknya.


Daffi pun keluar dari kamar tepat saat Daffi ingin menutup pintu kamar adik nya Daffi pun memanggil adik nya itu, agar jangan terlalu lama dibalkon.

__ADS_1


Keira pun masuk dan menutup pintu balkon ia terus memikirkan perkataan kakaknya hingga ia pun ketiduran.


__ADS_2