Loreng Hijau & Jas Putih

Loreng Hijau & Jas Putih
Bab 20


__ADS_3

"Yah maaf, lagian kamu kenapa sih hanya berdiam saat terjadi gempa bukan nya lari kamu malah menangis. Apa kaki mu sakit sampai-sampai kamu tidak bisa jalan?


POV Keira


"Aku dalam fase trauma, lima tahun yang lalu aku bersama ketiga kakak ku sedang berada di kota Palu di saat kita semua sedang bersenang-senang terjadi lah gempa yang menakibatkan tsunami. Bencana alam yang betubi-tubi selain tsunami, terjadi juga likuifaksi.


Disaat aku sedang jalan di pinggir pantai terjadi suatu getaran yang sangat dasyat, kak Daffa,Daffi, Faarih mereka semua sigap untuk melindungiku. Lalu kak Daffa melihat air Laut yang menyusut perlahan-lahan.


Kita semua berlari setalah melihat dan mendengar adanya suara peringatan akan terjadinya tsunami, yah walapaun masih ada getaran gempa masih terasa kita semaksimal mungkin berlari melindungi diri.


dan Disaat aku ingin menyebaran jalan ada sebuah patung yang rerak ingin menimpaku Kak Faarih pun langsung mendorongku dan dialah yang tertimpa.


"Kakak Faarih,"teriak Keira,Daffa,Daffi.


"Kak Daffa, Kak Daffi angkat cepat patung ini,"ucapku.


Daffa dan Daffi sekuat tenaga men-angkat patung itu tapi hasilnya nihil.


Faarih yang melihat ke arah pantai sudah ada gelombang tinggi.


"Pergilah tidak usah pedulikan aku, selamatkan diri kalian jangan sampai Bunda dan Ayah kehilangan semua anak-anakny,"ucap Faarih.


"Tapi kak,"ucapku air mataku mulai sangat deras.


"Pergi, Daffa, Daffi lindungilah adik perempuan ku satu-satunya,"ucap Faarih setelah mengkatakan itu diam pun tidak sadarkan diri.


"Kak Faarih,"ucapku.


"Ayo dek, kak Faarih sudah tidak ada kita harus pergi,"ucap Daffa yang mengendongku menuju parkiran mobil sebuah mall di pinggir pantai disaat kita semua di lantai sepuluh, Tsunami pun menyeret semua orang yang masih menyelamatkan diri mereka.


Beruntungnya gempa sudah berakhir jadi kita bisa menyelamatkan diri mencari tempat berlindung untuk menhindari tsunami itu.


Disaat semuanya sudah aman, aku dan kedua kakak ku kembali ketempat kak Faarih tetimpa patung namun di saat telah sampai dilokasi aku sama sekali tidak melihat jazat kak Faarih.


Kami terus mencari dan mencari memperhatikan semua mayat yang bertebaran di mana-mana tapi tidak ada Kak Faarih. dan pada saat kita disuatu daerah yang terjadi likuifaksi, kita terus mencari tapi hasinya sangat nihil.


Tiga hari kita semua mengunsi aku dan kedua kakak ku memutuskan balik ke jakarta dengan menaiki helikopter yang dipesankan langsung dari ayah.


Berbulan-bulan, bertahun-tahun bahkan puluhan bodygurd keluarga ku mencari Faarih tapi tetap tidak ditemukan ada yang bilang jika Kak Faarih terseret ke pantai.


Selama lima tahun kak Gavin selalu menyembuhan trauma ku itu tapi tidak bisa aku sering ketakuan apa lagi mengenai gempa, aku sangat-sangat takut.


Arjuna setelah mendengar cerita Keira menjadi tidak enak hati.


"Kapten kenapa sih, jangan memandangku seperti itu dong, aku bercerita bukan untuk minta di kasihani,"ucap Keira.


"Idih siapa juga yang kasihan sama kamu, jangan besar kepala.


"Baguslah kalau begitu, tapi kok bisa yah Kapten tidak nikah-nikah atau jangan-jangan Kapten,"ucap Keira yang menaikan turun alisnya.


"Jadi maksud kamu, kalau aku itu gak normal.

__ADS_1


"Bukan aku yang bilang loh, eh tapi mungkin, siapa sih yang bakalan suka dan cinta sama orang yang cueknya minta ampun selain cuek, kamu kasar, kejam tentara pula, pasti gak punya banyak waktu untuk kekasih mu nanti.


"Sok tau sekali kamu, kamu pikir aku akan cuek, kasar dan kejam sama wanitaku? tidak mungkinlah aku akan menjadikan wania ku itu sangat spesial untuknya, aku hanya cuek dan kasar hanya kepada cewek yang bukan tipe idamanku, jadi kamu jangan sok tau, kalau aku mau punya pacar tinggal jentik kan jari udah bisa dapat pacar.


"Oh yah?masa sih, kalo bisa dengan mudah mendapatkan pacar kenapa harus punya pacar pura-pura?


"Yah aku terpaksa kali, lagipula kitakan di jodohkan lagian yah siapa juga yang mau sama kamu Dokter bawel, manja dan Dokter itu paling sibuk perkerjaanya, mana bisa membagai waktunya bersama dengan kekasihnya.


"Enak saja, emang Kapten pikir cuma Kapten yang bisa menjentik kan jari langsung dapat pacar?aku juga bisa, aku memang bawel dan manja tapi dimata laki-laki lain mereka memandangku dengan berbeda, Dokter Keira itu cantii,cantik,cantik dan sangat idaman.


"Iyain aja deh biar seneng, nanti nangis kalau dibilang ngga dan ngadu lagi sama sodaranya.


"Ih Fakta kan memang harus di akui,"


"Sudah,sudah tidak usah bawel, gimana perasaan kamu, udah enakkan kan?kita gak mungkin diam disini aja,"ucap Arjuna.


"Iya Kapten,"ucap Keira lalu bangkit dari duduknya, mereka melanjutkan perjalanan, jalan Keira sangat lambat dari Raut wajahnya masih sangat ketakutan. Arjuna pun mengandeng lengan Keira agar jalannya bisanlebih cepat.


"Apa sih pakai mengandeng tangan segala jangan-jangan kamu kemasukan hantu dihutan ini yah.


"Bawel,"


Setelah jalan yang begitu jauh dan akhirnya mereka bertemu dengan Bayu dan Gavin.


"Keira kamu kambuh lagi?"tanya Gavin penuh dengan kecemasan.


"Ngga Dok, iya tadi saat ada guncangan gempa, trauma ku kambu tapi aku baik-baik saja dokncuma Kapten Arjuna yang terluka.


"Kamu itu gimana sih, ngapaind juga kamu pergi-pergi gak jelas seperti itu kamu kan tau Daffa sudah menitipkan kamu ke aku sepenuhnya jika kamu terluka aku yang di hajar, kamu harus pikir kesehatanmu juga dong Keira,"ucap Gavin.


"Dan lagi, kalian kenapa pergi berduaan??


"Ada urusan pribadi, Keira pergi bersamaku, Vin kamu tidak perlu khawatir begitu.


Urusan pribadi?sejak kapan mereka sedekat itu sampai mempunyai urusan pribadi, apa jangan-jangan gosip yang beredar benar?mereka ada hubungan.


"Thanks you Juna, udah nolongi Keira,"


"Ijin Lapor Kapten, tim medis dan tim keamanan pindah ke jalur E meski sangat jauh tetapi disana adalah tempat yang lebih aman,"jelas Dayat.


"Sebaiknya kita cepat ke tenda,"ucap Arjuna.


"Kapten kenpa tadi kamu mengatakan kalau kita ada urusan pribadi sih,"bisik Keira.


"Kan memang urusan pribadi.


"Tapi aku tidak ingin membuat Dokter Gavin salah paham.


Arjuna menghentikan langkahnya.


"Kenapa?apa dia pacarmu,"tanya Arjuna.

__ADS_1


Keira membulatkan mata nya sedangkan Gavin, Bayu dan Dayat yang sudah berjalan beberapa langkah dari mereka langsung berbalik ke arah mereka berdua yang tiba-tiba berhenti.


"Kamu ngomong apaan sih, tiba-tiba ngomong bilang pacar, dengar yah kalau aku punya pacar mana mungkin aku terima Kapten sebagai pacar pura-pura, logika kamu kemana sih.


Gavin menghampiri Arjuna dan Keira yang berhenti di belakang.


"kenapa kalian berhenti? apa ada masalah?"tanya Gavin.


"Ngga ada Dok, ayo sebaiknya kita melanjutkan perjalanan sebelum semakain gelap,"ucap Keira.


Mereka pun melanjutkan perjalanan yang lumayan sangat jauh.


"Dayat, apa tempatnya masih jauh?


"Lumayan Dok, kenapa?"jawab Dayat.


"Apa kamu lelah?"tanya Arjuna.


Keira menganguk saja menandakan ia memang sangat cape.


Karena takut semakin larut malam lagi, kalau menunggu Keira untuk beristirahat, Dayat berniat baik untuk mengendong Keira.


Dayat mengambil posisi untuk bisa segera Keira naiki.


"Ayo Dok, saya bantu aja biar tidak cape,"ucap Dayat.


Keira dengan senang hati ada yang mau mengendongnya, ia pun semangat untuk menaiki Dayat, belum sempat Keira melangkah ke arahnya, lengan nya di tarik oleh Arjuna.


Arjuna pun berjongkok posisi untuk mengendong Keira.


"Naik,"ucap Arjuna.


"Tapi Kapten tangan kamu terluka, lagi pula ada Dayat yang sudah berniat baik untuk mengendongku, jadi kamu gak perlu repot,"ucap keira yang mau ke arah Dayat.


"Naik cepat Keira,"ucap Arjuna dengan suara meninggi.


"Apaan sih memaksa bangat jad manusa,"guman Keira dengan terpaksa di gendong Arjuna.


"Kamu itu terluka dan aku ini berat.


"Luka kecil seperti ini, gak ada apa-apa nya,"ucap Arjuna.


"Yah padahal aku mau mencoba punggung lebarnya Dayat.


"Jadi menurutmu punggungku kecil gak selebar Dayat?


"Bukan aku loh yang bilang tapi kamu sendiri.


Entah perasaan apa sampai-sampai Arjuna tidak ingin Keira digendong oleh Dayat, dada nya sangat panas entahlah.


Dan Gavin yang melihat Arjuna dan Keira seperti sangat akrab menjadi tidak enak.

__ADS_1


Dua jam berlalu mereka pun sampai juga di tenda, terlihat tersisa empat tenda yang terpasang karena sebagian masih tertinggal di lokasi sebelumnya, yang semula ada sepuluh tenda kini hanya ada empat tenda, alhasil tim keamanan mengala dengan tim medis, sekarang hanya satu tenda untuk tim keamanan, dan ternyata beberapa tim medis pun ada yang mengalah untuk para korban beristirahat apa lagi banyak anak kecil dan bayi, sebagaian Dokter, perawat, tentara dan polisi memilih untu beristirahat di luar tenda dengan terpal seadanya.


"Ashana!ya ampun makasih banget kamu masih sempat-sempatnya bawain barangku, bawain tasbih peninggalan kak Faahri, dan bawaain mukenah kesayanganku,"ucap Keira.


__ADS_2