
"Kamu ini dikasik hati minta jantung, maunya apa sih.
"Mau kedua-duanya hati plus jantung, ngomong-ngomong Kapten kok tidak tidu
"Kalau aku tidur siapa yang nanti berjaga.
"Oh iya sampai lupa kan semua anggota Kapten tidur, Hmmm kalau begitu biar aku temani Kapten saja berjaga malam.
"Ira ini sudah malam seharusnya kamu seharusny tidur, besok kan banyak yang harus kamu kerjakan, kalau kamu kurang tidur bisa-bisa kamu tidak fokus berkerja.
"Aku udah bilang sama mu aku tidak bisa tidur disituasi seperti ini, banyak nyamuk bernyanyi-nyanyi aku bisa tidur, kalau Kapten Baik dan bisa meminjamkan bahu mu untuk ku aku akan pasti tidur.
"Kamu ini iya manja sekali.
"Lah emang iyYa kalau sampai kedua kakak ku tau, pasti semua faslitas ku terjamin tanpa kecuali.
"Kalau gitu kamu panggil saja kedua kakak mu kesini, menyusahkan orang saja.
"Yah Kapten jahat bangat sih.
"Kalau kamu tidak mau tidur ya sudah ngga usah tidur sekalian selamanya.
"Jahat bangat sih jadi manusia," celetuk Keira.
"Ok kalau gitu, aku mau gabung sama anggotamu saja lah disana, mungkin Bayu atau Dayat atau Hendru pasti mereka mau meminjamkan bahu nya untuku," Keira pun bangkit dari duduknya ingin berjalan ke arah dimana Anggota Arjuna, namum belum sempat melangkah lengan Keira ditahan oleh Arjuna.
"Kamu ini tidak pengertian sekali selalu saja merepotkan orang, mereka tuh cape, janganĀ ganggu mereka," ucap Arjuna kesal.
"Siapa juga ganggu mereka sih, aku cuma mau meminjam bahu aku tidak bisa tidur paham ngga?
"Keiraa!!! bentak Arjuna.
"Kapten jangan membentak ku baru bertama kali aku di bentak itu pun oleh mu, keluarga ku ataupun kedua kakakku tidak perna membentakku, aku hanya ingin tidur dengan nyaman aku cape aku lelah apa susahnya sih pinjam bahu doang," ucap Keira yang tak mau kalah.
Arjuna dia hanya cuma pinjam bahu doang, dari pada dia berisik menganggu malam mu, lebih baik biarkan saja menggunakan bahumu," guman Arjuna.
"Ok baiklah cuma malam ini saja.
"Benar Kep?"tanya Keira.
"Iya pake lah," ucap Arjuna menunjuk bahu nya.
"Gitu dong dari tadi kek supaya nggak usah pakai berdebat seperti tadi," ucap Keira lalu merebahkan kepalanya di bahu Arjuna sambil memeluknya.
"Tangan Keira," ujar Arjuna memperingatkan Keira yang memeluknya.
"Kep aku dingin tau, nanti aku demam gimana," ucap Keira memeluk erat lagi.
Tak lama kemudian nafas Keira mulai teratur, Arjuna melihat Keira ternyata benar saja dia sudah tertidur dengan pulas di bahu Arjuna.
"Bisa juga dia tidur dengan sangat nyaman di bahu orang lain,"guman Arjuna.
Arjuna menyingkap rambut yang menutupi wajah Arumi ke belakang, Arjuna terus memperhatikan wajah cantik Keria dan yah dia kembali merasakan detak jantung berdebar sangat kencang, dia terus menatap wajah cantik itu meski terlihat pucat, tapi tak perna mengurangi sedikitpun kecantikan yang di miliki Keira. Matanya tidak ingin berpaling menatap wajah cantik itu. Entah perasaan apa ini? Kenapa gadis ini seakan memiliki magnet yang menariknya bahkan dia seakan tidak rela jika Keira ingin ke Anggotanya untuk memnjamkan bahu untuknya, untuk sesaat jantung Arjuna pun tiba-tiba berdegup kecang tanpa permisi dan ia segera menepis dan mengontrol detak jantung nya dan berhenti menatap wajahnya bisa-bisa dia gila jika terus menatapnya.
Lima jam berlalu, bahu Arjuna sudah mulai terasa pegal, dan tiba-tiba tubuh Keria sangat dingin sekali dan berkeringat, Arjuna melihat nya kebingungan dengan keadaan Keira ia pun menepuk pipi Keira perlahan dan berusaha membangungkannya.
"Ira kamu kenapa, bangun Keira," panggil Arjuna.
"Kau jahat hahhhfuthhh," Keira pun terbangn dan menarik nafas nya sangat dalam.
Arjuna mengertukan dahi nya dan menatap Keheranan," kamu kenapa Ira?" tanya Arjuna.
__ADS_1
"Air matanya lolos menatap Arjuna dan memastikan ya ia lihat di depannya bukan Arion, melainkan Arjuna ia pun kembali memeluk Arjuna.
"Kamu mimpi buruk?
"Ya," jawab Keira.
Arjuna menatap wajah itu lagi wajah yang tak seceria biasanya, saat ini wajahnya penuh rasa kecemasan dan ketakutan.
"Minum dulu Ira," ujar Arjuna memberikan sebotol air putih .
"Ma-makasih Kep," jawab Keira.
"Kamu lanjut tidur gih.
"Mmm nggak deh nanti aku mimpi baruk lagi lagian aku sudah tidak mengantuk lagi, btw berapa lama aku tidur?" tanya Keira.
"Lima jam mungkin.
"Ma-maaf Kapten pasti bahu kamu pegal yah.
"Tidak biasa aja," jawab Arjuna berbohong padahal bahu nya sudah sangat pegal sekali.
"Yah udah kalau begitu, sekarang kita gantian yah karena aku sudah tidur sangat lama dan sekarang giliran Kapten yang istirahat sini,"ucap Keira menunjuk paha nya.
Arjuna menatap Keira dengan tajam, mempercayaimu berjaga?ha jangan konyol kamu, kamu tidak usah bercanda lagi Keira.
"Aku serius Kapten Arjuna, aku cuma khawatir saja dengan pacar ku walau pacar pura-pura, lagian Kapten tidak tidur sama sekali bukan kah besok kita masih banyak perkerjaan apa lagi kamu Kaptennya, aku janji akan membangunkanmu jika ada hal yang mencurigakan" ucap Keira menyakinkan Arjuna untuk tidur.
"Ok baiklah aku mempercayaimu saat ini, lagian aku juga sangat lelah," ujar Arjuna dan dengan santai nya dia langsung berbaring di paha Keira. Keira pun tersenyum menatapnya.
Keira pun juga memijat bahu Arjuna, kamu pasti sangat pegal menopang kepala ku yang imut ini.
"Imut dari mana, kalau imut tidak mungkin sakit bahu ku, justru yang berbaring di bahuku tadi kan batu, makanya sangat berat.
Dan tak lama pun Arjuna tetidur, Keira membuka jaketnya dan menyelimuti Arjuna agar dia tidak kedinginan, Keira benar-benar terjaga ia memperhatikan suasana sekitarnya, namum terlintas di pikirannya mengapa dia memimpikan Arion sedangkan dia sangat dia bersusah payah untuk melupakan nya,namun dia segera menepisnya dan berusaha semaksimal mungkin untuk melupakan kenangan dia bersamanya, melupakan kejadian yang dia lihat.
Dia sekali-kali membuka hendpone nya mengecek pesan whatsApp miliknya, terkadang juga memainkan games sampai suara ayam berkokok tanda matahari mulai naik, tanda nya sudah datangnya pagi dan waktunya ia membangungkan Arjuna.
"Kapten bangun sudah pagi nih," ucap Keira dengan sigap Arjuna langsung terbangun, dia keget ketika matahari sudah terbit.
"Ira beneran aku tidur sampe pagi?
"Belum pagi sih Kepten ini masih subuh, makanya sebelum masuk pagi aku membangunkan Kapten aku pikir Kapten lebih terdahulu bangun dari anggotanya apa lagi Kapten berbaring di pahu ku ini.
"Makasih, lalu Arjuna melihat jaket yang menyelimutinya, dan berarti Keira semalaman tidak memakainya.
"Ira mengapa jaket ini tidak kamu pake?
"Oh itu semalam Kapten terlihat kedinginan, jadi aku kasih Jaket ini deh.
Matahari pun sudah terbit sangat tinggi yang menandakan hari yang sangat cerah Arjuna dan Anggptanya mempersiapkan sarapan pagi nya terlebih dahulu sebelum mereka melanjutkan perjalanan, karena mereka hanya membawa makanan sesuai prosi mereka saja, makanya Keira tidak kebagian, Dayat yang melihat dan menyadari itu ia ingin menghampiri Keira namun Arjuna lebih dulu mendekatinya.
"Gagal lagi, gagal lagi," ujar Dayat.
"Seperti nya Kapten tertarik dengan Dokter Keira," ucap Hendru.
"Mana mungkin, Kapten itu paling anti dengan perempuan," jawab Dayat.
"Siapa yang tidak tertarik sih dengan sosok seperti Dokter Keira dia itu sangat cantik suh," ucap Hendru.
"Sudah-sudah sebaiknya kita habiskan makanan nya nanti kita dapat teguran dari Kapten," jawab Bayu.
__ADS_1
...
"Ira ini makan," ucap Arjuna memberikan makananya.
Keira menerima dengan senang hati tapi saat ia ingin memakannya dia mencium aroma dan melihatnya makanan itu dengan heran. Arjuna memperhatikan raut wajah kebingunan Keira.
"Kenapa kamu tidak memakannya?
"Kapten ini makanan apa yah kok seperti bubur, tapi bauhnya aneh.
"Astaga," Arjuna menepuk Jidatnya ia baru sadar jika Keira anak manja mana mungkin dia mau mekanan seperti ini.
"Ini itu makanan TNI jika kita berada di dalam hutan atau dalam situasi tertentu Keira anak manja," ucap Arjuna meledek.
"Makanan TNI emang seperti ini yah Kapten, seperti bubur tapi ada seperti dangin sih, lalu ini apa?
"Cerewet bangat sebaiknya kamu makan perjalanan kita sangat jauh nanti kamu pingsang aku pula yang repot nanti. Keira pun memakannya dengan sangat lahap, "Makanan ini sangat enak juga yah Kapten baru pertama kali aku makanan ini. Biasanya yah aku makanan Lobster, Pasta, Sushi, steak atau makanan timur tengah," ucap Keira.
"Iyalah kan kamu anak manja," jawab Arjuna.
"Nih, kita sama-sama makan pasti Kapten juga laparkankan makanlah.
"Kamu saja yang makan, aku sudah kenyang," jawab Arjuna.
"Tadi aku lihat Kapten baru makan beberapa suap masa sudah kenyang sih, nih makan.
Arjuna pun kaget tiba-tiba disuapi makanan kedalam mulutnya sampe ia tidak bisa menolaknya.
"Ngapind sih," bisik Arjuna.
"Kamu harus makan juga, agar ada tenaga selama perjalanan nanti Kapten pinsang aku pula yang repot,"ucap Keira meledek Arjuna.
"Keira jaga sikap mu ingat perjanjian kita.
"Wah Dokter Keira hebat yah bisa dekatin Kapten seperti itu, kuat mental sekali dia menhadapi Kapten," ucap Hendru.
"Duh suh bisa-bisa aku kalah saing, baru juga mau dekati Dokter Keira," ucap Dayat.
"Sabar sih kamu kalah cepat, sebaiknya kamu cari perempuan lain saja aku masih ada stok kontak jika kamu mau" jawab Bayu.
"Kalau nomor Hp Keira mah aku mau, coba bayangkan jika aku nikah dengan nya pasti anak-anak ku cantik, mata selalu fress pulang kerja Istri cantik dan anak juga ganteng dan cantik," ujar Dayat membayangkan jika dia menikah dengan Keira.
"Halu kamu suh," jawab Bayu.
"Tapi di pikir-pikir yah suh selama ini mana ada yang seberani Dokter Keira, di bentak dikit aja cewe itu lansung mundur sedangkan Keira malah melawan Kapten," cerocos Hendru.
...
Di tenda medis sejak tadi Gavin mencari Keira tapi dia tidak ditemukan dimana pun dia mulai resa dan takut jika dia dipengal hidup-hidup oleh Daffa, dia pun bertanya pada Ashana kebetulan Ashana ada di depannya sekrang.
"Han, Keira ada di mana?" tanya Dokter Gavin.
"Maaf Dok semalam banyak perkerjaan jadi aku lupa memberitahukan Dokter, jadi semalam itu ada tentara yang membawa Dokter Keira ke hutan soalnya anggotanya ada yang terluka, jadi Keira pergi untuk mengobatinya,"jelas Ashana.
"Jadi dia pergi dari tadi malam?dengan cuaca hujan seperti itu Han?" tanya Gavin.
"I-iya Dok.
"Han kamu tau kedua kakaknya seperti apa jika mereka tau bagaimana?
"Ma-maaf Dok, aku juga sudah memperingati Keira tapi katanya dia akan baik-baik saja.
__ADS_1
Ya Tuhan anak ini sehari saja tidak bikin orang khawatir, disana berbahaya banyak jurang, biasanya dia malas melalukan hal begini apa lagi jalanan licin dia kan sangat tidak menyukai jalanan yang kotor apa lagi kakinya sampe kena kotoran, nah ini malah pergi malah kelewatan rajin sampe mempertaruhkan nyawa.