Loreng Hijau & Jas Putih

Loreng Hijau & Jas Putih
Bab 4


__ADS_3

"Baiklah kak, tapi kak Daffa jangan membawa pengawal yah, aku hanya pengen berdua saja sama kak Daffa.


"Baiklah tuan putriku.


Lima belas menit kemudian Daffa pun sudah sampai didepan rumah sakit, Keira pun berlari kearah mobil MBW i8 berwarna biru milik kakaknya.


Daffa yang melihat Keira berlari menuju ke arahnya "Ira hati-hati jangan berlari nanti kamu jatuh gimana?


"Iya kak, kak aku laper kita makan dulu yuk sebelum pulang lihat ini perutku memberontah minta disi makanan," ucap Keira sambil mengelus perutnya.


"Iya-iya tuan putriku.


Daffa pun melajukan mobilnya ke mall 20 menit kemudian akhirnya mereka sampai, mereka mencari restoran jepan. Setiba disana Daffa memilh meja paling pojok dekat jendela.


"Ira kamu mau pesan apa," ucap Daffa sambil membuka menu makanan.


"Terserah kakak aja lah, kak aku mau tokoh sebelah dulu yah, tadi itu aku lihat ikat rambut cantik-cantik, aku juga mau beli jam tangan sekalian juga ke toilet juga, kakak pesan aja.


"Baiklah jangan lama-lama.


Setelah memilih ikat rambut dan beberapa aksesoris, jam tangan. Keira pun ke kamar mandi setelah ia keluar, Keira melihat seorang ibu duduk sambil memengan kakinya yang sepertinya kesakitan, Keira pun menghampinya.


"Maaf ibu, ibu kenapa?


"Kaki saya sakit neng, tiba-tiba. Rasanya nggak bisa gerak," ucap Ibu itu.


"Boleh saya memeriksanya kebetuan saya dokter.


"Boleh nen.


Keira pun memeriksa kakinya dan dengan perlahan memijit kaki ibu tersebut.


"Perlahan-lahan ibu gerakan kakinya," ucap Keira


"Gimana bu udah mendingankan?


"Iya neng, alhamdulilah udah ngga sakit dan ngga kaku lagi.


"Ibu kebetulan aku membawa obat juga, nanti ibu meminum obatnya setelah makan dan besok coba memeriksakan kolestrol ibu yah," ucap Keira menjelaskan sambil memberikan obat tersebut.


"Makasih yah neng, udah cantik, baik, dokter pula," ucap ibu memuji.


"Keira pun tersenyum, ibu biar aku bantuin berdiri yah? ibu sama siapa kemari?" tanya Keira.


"Saya kemari bersama anak ibu neng, itu sana orangnya," ucap ibu itu sambil menunjuk orang yang berlari kearahnya.


"Mah, mama ngga apa-apakan tadi aku kesana kemari mencari mama, mama cepat pulang gih," ucap pria itu.


"Tadi habis dari Wc kaki mama tiba-tiba kaku dan ngga bisa gerak Alfi, untung saja ada Dokter ini yang nolongin mama.


"Makasih yah mbak, telah nolongin mama saya," ujar pria itu.

__ADS_1


"Sama-sama pak.


"Senan bertemu denganmu dan kamu tidak usah panggil saya pak, sepertinya kita seumuran perkenalkan nama saya Alfi," ucap Alfi sambil mengelurkan tangan.


"Keira pun tersenyum, lalu Keira menerima uluran tangan nya, Keira, maaf sebelumnya mas Alfi tolong nanti bawa ibunya ke rumah sakit untuk periksa kesetahan terutama cek kolestrol yah," ucap Keira.


"Baik, maaf sebelumnya bisa saya meminta nomornya Dok?"


"Boleh.


Keira pun memberikan nomornya, mereka pun berpamitan. Dalam perjalan tiba-tiba Henpone nya berbunyi.


"Ira kamu dimana kok lama sekali, katanya tadi laper kok belum kesini juga.


"Iya ini sudah kesana, tadi ada seorang ibu kesakitan makanya aku bantuin.


Saat Keira yang hendak berjalan menuju ke Restoran dimana Daffa berada.


Tiba-tiba...


Dor Dor Dor


Suara tembakan bertebaran keatas, Arjuna bersama anggotanya dan anggota Kepolisian telah menemukan targetnya dan bertarungan didalam Mall.


Daffa yang mendengar suara tembakan disekitar Keira langsung membulatkan matanya.


"Dek itu suara apa? kamu kenapa Keira, Keira kamu dengar aku kan, namun tak ada jawaban dari adiknya.


"Ibu-ibu, Bapak-Bapak... Tolong dengar saya yah, kalian jangan panik, pertama kalian ke arah kanan ya, di situ ada pintu darurat tapi kalian satu persatu masuk jangan berdesakan dan terburu-buru nanti kalian terjatuh di tangga nanti, dan di sana nanti ada petugas yang mengarahkan kalian, menuju keluar. Sekali lagi jangan panik ya," ucap Keira.


Bayu yang melihat aksi Keira lalu memerintahkan anggota polisi menuju pintu keluar untuk mengarahkan dan mengamankan para pengujung yang lain, Keira membantu beberapa pengujung untuk mempermuda jalan ke arah pintu darurat, sementara Arjuna, Alfi berserta anggota lainnya sedang bertarung sengit melawan penjahat itu.


Di sisi lain bos dari penjahat itu memperhatikan mereka dengan menyamar sebagai lansia.


Dan tanpa anggota Kepolisian dan anggota Tentara sadari suara tembakan ke atas gedung terdengar kembali.


Dor Dor Dor


"Kalian semua berhenti jangan ada yang keluar dari gedung ini, jika aku melihat kalian keluar dari gedung ini aku akan melemparkan Boom ini kearah kalian semua," ucap Bos penjahat tersebut.


Semua orang kembali histeris, Anak-anak kecil sangat ketakutan dan menangis, mendengar suara tembakan, semua pengujung menghentikan langkahnya dan lebih memilih menunduk terutama Keira.


Tak di sangka penjahat itu juga menyandera seorang ibu-ibu yang ia tolong sewaktu Keira di toilet tadi.


Keira berjalan berjongkok mendekati penjahat itu lalu segera menendang kaki anak buah penjahat itu kemudian menarik tangan ibu tersebut agar segera menjauh, sebagai ganti nya Keira lah yang di sandera oleh penjahat tersebut, dengan menodongkan pisau ke leher Keira.


"Kau jangan menjadi pahlawan kesiangan wanita bodoh, apa lagi kau cuma seorang wanita sialan, tapi jika di lihat-lihat kamu sangat cantik juga" ucap penjahat itu.


Daffa yang melihat adiknya di sandera langsung mengepalkan tangannya, mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan langsung kepenjahat itu.


"Lepaskan Adikku!!!" Teriak Daffa di belakang Arjuna.

__ADS_1


"Turunkan senjata kalian, maka aku akan melepaskan wanita sialan ini!" bentak penjahat itu.


"Sialan kau, beraninya kau menhina adikku seperti itu, akan ku bunuh kau," bentak Daffa dan maju kedepan tepat di sebalah Arjuna.


"Sabar pak jangan gegabah mengambil tindakan, apa lagi penjahat itu mempunyai Boom, ini sangat membahayakan kita semua yang ada disini," ucap Arjuna.


Arjuna, dan anggotanya berserta anggota Kepolisian masih belum menurunkan senja mereka.


"Lepaskan dia," ucap Arjuna.


"Tidak akan sebelum kalian belum mau menuruni senjata kalian, Oh jadi rupanya kalian masih belum mau nurunin senjata ok?" ancam penjahat itu lalu menarik sangat dalam pisau yang berada dileher Keira sehingga terluka leher Keira yang terkena pisau.


"Bajingan!!! beraninya kamu melukai adikku akan ku bunuh kau," ucap Daffa yang hendak maju namum ditahan oleh anggota Polisi yang tak lain adalah Alfi.


Anggota gabungan antara Polisi dan Tentara pun menurunkan senjata nya perlahan, Daffa menatap Keira penuh arti dan kode, lalu dengan cepat Keira langsung membanting penjahat itu lalu menjauhkan pisau berserta mengambil Boom tersebut.


Tak disangka salah satu penjahat ingin menembak Keira yang membawa Boom tersebut, dengan cepat Bayu anggota Tentara melindungi Keira dan tertembaklah Bayu, dengan cepat Arjuna mengambil Boom tesebut di tangan Keira lalu mengamankannya Anggota kepolisian pun langsung melumpuhkan penjahat itu dan menembak kakinya, akhirnya penjahat itu berhasil di tangkap berserta bosnya.


Daffa yang ingin memeluk Keira tapi Keira dengan sigap menolong Bayu, ia mendekati Bayu, Arjuna yang melihatnya langsung mendorong Keira untuk menjauh, untung Daffa langsung dengan cepat menangkap tubuh adiknya agar tidak sampai terjatuh.


"Hay apa-apan kau ini," ucap Daffa.


"Pergi dari sini sekarang," ucap Arjuna.


"Maaf pak saya Dokter Bedah dari Rumah Sakit Ardana izinkan saya untuk melihat kondisinya untuk mendapatkan pertolongan pertama kasihan dia akan kehilangan banyak darah dan segera panggilkan Ambulance sekarang," ucap Keira, Arjuna pun membiarkannya melihat kondisi Bayu.


Ambulance pun, dan Dia pun naik didalam nya. Sebelumnya dia cegah oleh Daffa tapi Keira terus memohon untuk menyelamatkan Bayu pada akhirnya Daffa mengalah dan ikut juga dengan adiknya ke rumah sakit.


"Sus... Suss... panggilkan Dokter Gavin segera," ucap Keira lalu masuk ke ruang operasi 5 Menit kemudiam Gavin masuk ke ruang operasi.


Daffa, Arjuna dan angotanya berserta Kepolisan menunggu hasil operasinya.


Setelah operasi berhasil Keira dan Dokter Gavin keluar dari ruang operasi.


"Gimana keadaanya Vin," tanya Arjuna panik.


"Tenang lah Juna, untung Keira mengambil tindakan pertolongan pertama, peluru sudah berhasil di keluarkan, operasi berjalan lancar. tinggal nunggu siuman saja," ucap Gavin yang ternyata teman Arjuna.


"Makasih ya Vin," ucap Arjuna.


"Kalau gitu Kapten Arjuna kami pamit pulang dulu syukurlah anggota kapten selamat," ucap Alfi anggota kepolisan.


"Dokter Keira terima kasih banyak karna kamu sudah dua kali menyelamatkan ibu saya, saya tidak tau harus balas kebaikan kamu gimana, andai kamu tidak menolongnya mungkin dia terluka dan syok, sebaiknya juga Dokter Keira obati luka yang dileher," ucap Alfi yang melihat darah dari leher Keira.


"Terima kasih Alfi, kamu polisi?" tanya Keira.


"Iya Dok, tadi itu aku menyuruh ibuku pulang sebelum kita menangkap penjahat tapi entah kenapa aku berpisah lagi dengan nya,"Alfi menjelaskan.


"Oh gitu.


"Kalau gitu saya pamit yah," ucap Alfi

__ADS_1


Alfi pun pergi meninggalkan rumah sakit, tinggal Daffa, Arjuna, Keira, dan Gavin.


__ADS_2