
Keira pun masuk dan menutup pintu balkon ia terus memikirkan perkataan kakaknya hingga ia pun ketiduran.
Pagi hari matahari menyinari sela-sela jendela kamar Keira, Keria pun bangun dengan tepat waktu Ia pun segera bersiap dan segera berangkat kerumah sakit, pada saat dia turun dan ingin mengemudi mobilnya, Keira di cegah oleh bodyguard Daffa.
"Nona muda mau kemana?" tanya Kenzo.
"Keira menghembuskan nafas kasar, yah mau kemana lagi kalau bukan ke rumah sakit sepagi ini.
"Biar bodyguard B dan C akan mengantarkan Nona ini perintah dari Tuan Daffa," balas Kenzo.
"Terserah kalian tapi kalian harus cepat.
"Siap Nona," ucap Kenzo berlalu meninggalkan Keira dan memanggil para bodyguard.
Keira pun berangkat bersama bodyguard B dan C. Tiba di rumah sakit Keira merasa heran mengapa para bodyguard masih bersama nya bahkan ikut turun.
"Kenapa kalian tidak pulang," tanya Keira.
"Tuan Daffa memerintahkan agar kami menjaga dan mengawasi Nona," ucap bodyguard B.
"Terserah kalian saja, tapi jangan dalam area rumah sakit ini kalian paham.
"Siap Nona.
Keira pun buru-buru ke ruangan Bayu untuk mengecek keadaan nya yang masih belum siuman sampai sekarang, ia melihat cairan infusnya sudah mau habis Keira pun ke ruang perawat mengambil carian infus karena Bayu tidak ada satu pun yang menjaga nya.
Kasian sekali Tentara ini, tidak ada satupun keluarga atau pun teman yang menjaga nya disini, aku akan membantunya sampai dia benar-benar sembuh, karena kamu telah menyelamatkan nyawaku, aku berhutan budi padamu.
Saat selesai mengganti cairan Infusnya Bayu, kebetulan sekali Arjuna datang untuk menjenguk Bayu, melihat Keira yang berada di dekat Bayu, dengan spontan Arjuna menarik tangan Keira menjauhkan lalu mendorongnya hingga Keira terjatuh.
"Apa yang kamu perberbuat kepada Bayu," ucap Arjuna datar.
Keira menarik napas panjang, lalu berdiri dengan kesal dan marah.
"Kasar bangat sih... saya adalah Dokter disini, penanggung jawab pasien, saya bukan pembunuhnya pak tentara.
"Lalu kenapa cuma kamu sendiri yang mengantikan carian infusnya yang lain mana, mana suster nya ?" tanya Arjuna.
"Ampun deh masa iya cuma Menganti cairan infus pasien saja harus berapa puluh orang di dalam kamar ini pak tentara yang terhormat, perawat dan Dokter mereka punya tugas masing-masing bukan cuma Bayu saja yang mereka rawat tapi banyak pasien lain pak, aduh gini ya pak saya jelaskan sekali lagi, dengarkanlah baik-baik bahwa saya Dokter di sini bukan pembunuh, jadi berhentilah menganggap aku ini bahaya untuknya dengar itu.
Lagian anggota mu yang menyelematkan ku, tapi mengapa kamu sewot begitu dan sangat marah kepadaku, emang itu mutlak kesalahan saya kalau anggota mu menyelamatkan saya gitu," ucap Keira lalu keluar dari kamar dan menutupnya sangat keras.
"Dasar menyebalkan, dasar gila, kalau saja aku tidak perjanji kepada Dokter Gavin, kalau saja Dokter Gavin tidak mengancamku pasti sudah habis aku tonjok tu Tentara songong kasar banget, masa gara-gara temannya menolongku terus aku gitu yang salah, dasar gila, dasar aneh?
"Eh Ira. tumben banget pagi-pagi udah datang dan marah-marah pula, nanti cepat tua loh, terus cantiknya ilang gimana," tanya Ashana.
"Mmm," balas Keira santai.
"Ada apa Ira?"
__ADS_1
"Hana," peluk Keira.
"Kamu kenapa sih, kinderjoy kamu habis, mau aku beliin?" tanya Ashana.
"Ih apa sih, aku Gapapa, cuma kangen kamu kok," ucap Keira dengan kembali ceria lagi.
"Apa sih lebay bangat, Ira Leher kamu kenapa?" tanya Ashana yang kaget melihat leher Hazel.
"Gapapa, habis berantem aku.
"Ya ampun Ira, kamu ini cewe, bukan cowo kok suka sekali berantem sih, eh Ira aku pengen cerita tadi itu ada pemandangan bagus banget loh," ucap Ashana.
"Pemandangan apa di rumah sakit ini selain Dokter, perawat dan pasien ah?
"Ih benaran pemandangan yang sangat indah, jadi tadi itu aku ngga sengaja ketemu cowok ganteng banget, seperti opa-opa Korea gitu, baru kali ini aku melihat cowo setampan itu, apa lagi dia Tentara ya ampun gantengnya minta ampun," ucap Ashana.
"Duh mulai lagi deh genitnya Dokter Ashana.
"Tapi benar Ira baru kali ini loh aku liat cowok ganteng nya minta ampun, di sangat itu sempurna sekali. Aku mau cari dia lagi deh, sebelum aku nugas biar tambah semangat, sekali aku minta nomornya juga, siapa tau dia akan menjadi pangeranku," ucap Ashan lalu meninggalkan Keira sendiri.
Keira hanya menggeleng geleng kepalanya saja "Hadeh dasar si genit,"
Keira pun kembali bertugas seperti biasanya setelah pasien terakhir selesai, Keira pun menghubungi Arion tapi tidak menjawabnya sama sekali.
Sedangkan disisi lain Arion sedang bersama wanita itu dan kembali melakukan hubungan terlarang tanpa mempedulikan telpon dari Keira.
. . .
"Aghh sayang jangan kamu menyebutkan namanya saat kita sedang bercinta," balas Arion.
"Tapi, Arion mencium bibir Tika agar dia berhenti berbicara.
Yah selama ini Arion hanya memanfaatkan Keira agar dia bisa jadi direktur di kantor cabang Surabaya, dia hanya menginginkan hartanya bukan dirinya, dan Arion juga telah berkerja sama dengan perusahaan Milik ayah Tika agar Arion selalu menjual berbagai informasi saham Keira dan informasi siapa saja pebisnis yang akan berkerja sama dengan nya.
Keira menyandarkan kepalanya di kursi lalu kembali memikirkan perkataan Daffi.
Apa benar yah Arion kembali bersama wanita itu lagi," guman Keira.
Tak terasa hari sudah gelap, Keira pun membereskan ruangannya dan tak lupa mengecek keadaan pasien nya sebelum dia pulang sampai ke pasien terakhir, dia mengecek keadaan Bayu, Keira melihat sekeliling kamar nya tak ada satu pun yang menjaganya lagi, seperti tadi pagi.
Kasihan sekali kamu pak Tentara kamu benar-benar gak ada yang menjaga, teman atau pun keluargamu.
Keira pun memeriksa tekanan darah pada saat menyentuh, eh suhu tubuh nya panas sekali Keira pun mengambil termometer untuk mengetahui suhu tubuh Bayu, dan benar suhu tubuh nya sangat tinggi Keira pun mengambil obat dan menyuntikkannya ke cairan infus Bayu, setelah itu Keira juga membantu menurunkan panas tubuh Bayu dengan cara mengompresnya, hingga sudah larut malam suhu tubuh nya belum saja turun juga dan Bayu berkali-kali meracau tidak karuan.
Hampir jam satu pagi Keira tak henti-hentinya mengompres Bayu, ia begadang menjaga Bayu sampai Pagi menjelang, Keira sempat keluar dan memeriksa pasien yang lainnya agar dirinya tak tertidur lalu kembali keruangan Bayu, dan mengecek Dahi Bayu.
Sampai rasa ngantuk tak tertahankan Keira pun ketiduran, sampai Bayu bangun dari tidurnya dan tiba-tiba sangat terkejut dengan tangan halus dan putih seperti kapas.
Keira yang menyentuh dahi Bayu dengan sigap nya Bayu menarik keras tangan Kaira
__ADS_1
"AW..AW sakit," Rintih Keira menyadarkan Bayu.
"Oh maafkan saya," ucap Bayu lalu melepaskan tangan Keira.
"Saya Dokter Keira, maaf telah mengangetkan mu," ucap Keira sambil mengulurkan tangan ke Bayu.
"Saya Bayu, tidak Dok, saya seharusnya meminta maaf, karna saya sudah bersikap kasar," jawab Bayu yang tidak enak hati padanya.
"Ya gapapa, pertama saya juga mau mengucapkan terima kasih banyak atas yang kamu lakukan dan maafkan saya, apa kamu masih ingat, kamu yang telah menyelamatkan saya waktu kejadian di Mall waktu itu.
Bayu terlihat mengingat kejadian Tersebut.
"Oh ya saya ingat, wah ternyata kamu Dokter yah, Dokter juga terluka kan waktu itu, soalnya saya sempat melihat dileher Dokter penuh dengan darah atau ada luka lain dok?" tanya Bayu.
"Nggak kok, cuma luka di leher ini saja selebihnya saya selamat berkat kamu, sekali lagi terima kasih banyak, andai kamu tidak menyelamatkan kan ku mungkin aku yang terbaring disini., bukan kamu.
"Tidak perlu Dokter meminta maaf, ini sudah tugas saya, lagian juga Dokter sangat hebat bisa melawan penjahat itu, lalu mengambil Boom sekaligus menolong seorang ibu-ibu," ucap Bayu memuji.
"Oh yah ini kan sudah jam sarapan pagi, sebentar yah saya ambilkan makanan dan obat kamu dulu," pamit Keira lalu ia pergi mengambil makanan.
Arjuna pun hari ini pergi ke rumah sakit untuk mengecek keadaan Bayu, semalam dia tidak sempat ke rumah sakit karna ada urusan mendadak.
Setiba di rumah sakit dia begitu semangat membuka pintu, dan melihat Keira sedang menyuapi Bayu makanan.
Bayu yang melihat kedatangan Arjuna pun langsung duduk tegap.
"Selamat pagi Kapten," sapa Bayu.
"Santai aja kamu masih terluka," ucap Arjuna.
"Oh ternyata dia Kaptennya pantes aja dia sangat sombong, kasar, menyebalkan dan dingin, selalu saja memandang tidak suka terhadapku, menyebalkan, entah apa kesalahanku, tanganku ini sangat gatal sekali ingin menonjok wajahnya yang selalu sinis terhadapku," guman Keira.
"Ngomong-ngomong Dokter juga bisa sampai mengurusi makan sampai menyuapi seperti ini yah?" tanya Arjuna.
Bayu yang merasa tidak hati karena melihat reaski Arjuna yang tidak suka terhadap Dokter Keira yang memanjakannya.
"Siap salah kapten, Dokter Keira hanya memban...
Belum sempat selesai Bayu menyelesaikan pembicaraan nya langsung dipotong oleh Keira.
"Maaf sebelumnya Kapten, ini salah satu tindakan pribadi saya sebagai bentuk terima kasih terhadap penyelamat hidup saya, lagi pula semalam Bayu tidak ada yang merawat, soalnya saya lihat tidak ada satu pun keluarga, teman atau pun anda berada disini dari kemarin," ucap Keira.
"Ijin Kapten, maksud Dokter Keira juga baik Kapten, Dokter Keira hanya membantu saya, saya mohon Kapten jangan menyalahkan Dokter Keira," ucap Bayu.
Arjuna tetap diam dengan tatapan tidak suka kepada Keira, Keira yang melihat tatapan itu merasa risih dan ingin sekali mencungkil matanya itu.
Pemeran Utama ( Keira )
__ADS_1
(;Arjuna )