
Menatap langit-langit kamarnya yang sangat indah, dan terus memikirkan perkataan Daffi, agar mengakhiri hubungannya dengan Arion.
Keira terbangun 04:00 Pagi, dia pun bergegas mengambil air wudhu dan menjalankan ibadah shalat subuh, setelah melaksanakan nya, Keira kembali tertidur, tak biasa nya Keira tertidur saat usai shalat subuh, tapi kali ini dia benar-benar tak bisa menahan kantuk dan juga lelah.
Di tambah lagi Arion tak pernah sama sekali menghubungi nya semenjak kejadian itu.
Matahari telah terbit, Keira membuka matanya di pagi hari yang cerah, sang mentari bersinar seperti biasanya dari ufuk timur, membangkitkan kembali jiwa-jiwa yang terlelap alam mimpi untuk segera kembali beraktivitas kehidupan mereka masing-masing.
Setelah menyelesaikan ritual di kamar mandi, ia segera ke ruang makan, Keira yang melihat dari kejauhan kedua kakak nya sedang menunggu nya untuk sarapan, karna Keira bisa pastikan kedua kakak nya tidak akan memulai makan, sebelum adik kesayangannya itu ada di meja makan.
Keira pun duduk di sebelah Daffa, Good morning Kak Daffa, Moring kak Daffi.
"Moring Tuan Putri," ucap Daffa, dan Daffi bersamaan.
"Wah tumben kak Daffi kelihatan batang idungnya, dari mana aja kak?" tanya Daffi sambil menyendok makanan ke mulutnya.
"Kamu itu yang dari mana sudah dua hari baru kelihatan, semalam saja kamu tidak keluar dari kamar, nyuruh Bi Tuti bawain makanan segela ke kamar?
Keira pun mengaruk kepalanya yang tak gatal, "Hehehehe iya yah... Iya kak waktu Ira pulang itu, Keira mengecek keadaan Bayu, eh ternyata dia malah demam. Terus ngga ada yang jagain, makanya Keira ngga pulang, terus pagi nya lanjut dinas, pulang dari dinas Keira langsung masuk kamar karna lelah makanya aku nyuruh bibi anterin makanan ajah," ucap Keira sambil berhenti mengunyah.
"Oh jadi Bayu nama nya? jadi gimana keadaan nya apa sudah membaik?" tanya Daffi.
"Udah kak," jawab Keira.
"Kalau gitu ajak kakak ketemu hari ini, kamu dinas pagi kan?
"Daffi, aku sama Ira mau ke Surabaya, ada urusan penting di perusahaan cabang.
Daffi mengerutkan keningnya, dan menatap ke arah Keira lalu Daffa, "Surabaya?
"Iya ada masalah, di Perusahaan cabang.
"Jadi kau kesana naik mobil atau gimana?" tanya Daffi
"Seperti nya, naik helikopter pribadi saja, soalnya ada rapat penting nanti malam," jawab Daffa lalu melihat adiknya.
"Keira udah makan nya?" tanya Daffa.
"Sudah kak.
Mereka berdua pun berangkat ke perusahaan utama barhubungan jam kantor dan anak sekolah alhasil macet.
__ADS_1
1 jam perjalanan yang melelahkan akhirnya mereka pun sampai.
Daffa dan Keira baru saja keluar dari mobil Sport berwarna biru yang di kendarai oleh Daffa, Di ikuti beberapa mobil hitam dibelakangnya yang merupakan Para bodyguard Daffa.
Mobil berhenti di depan lobi perusahaan ADIWIJAYA GRUP.
Siapa yang tidak kenal dengan Daffa, Daffi, Dan Keira. Anak-anak dari Permana Adiwijaya, yang merupakan pewaris perusahaan raksasa Adiwijaya Grup.
Perusahaan ini merupakan perusahaan besar di Asia tenggara yang bergerak diberbagai bidang terutama property dan pertambangan.
Di bawa kepimpinan Daffa, Daffi mau pun Keira, ADIWIJAYA berkembang dengan pesat dengan merambah di berbagai bidang terutama pariwisata.
Karna Keira sangat menyukai keindahan Indonesia, maka dari itu Keira memanfaatkan keindahan alam Indonesia, selain itu Adiwijaya Grup memiliki perusahaan di industri Golf. Ada 5 lapangan golf di berbagai wilayah dan kota-kota besar di Indonesia milik Adiwijaya Grup. Belum lagi ada 9 vila-vila mewah di Bali yang di sewakan.
Daffa, dan Keira pun masuk kedalam perusahaan, beberapa karyawan menunduk hormat, tanpa menoleh sedikit pun Daffa, dan Keira terus berjalan menuju lift khusus CEO, tiba di depan lift Kenzo menekan tombol.
Daffa, Keira dan Kenzo pun masuk ke dalam litf, Lalu Kenzo memencet tombol di lantai paling tinggi di perusahaan, sampai di lantai paling tinggi, kami harus menaiki tangga menuju ke rooftop.
Aku pun sudah sangat mendengar suara helikopter dari atas yang begitu sangat keras, Kak Daffa yang melihat ekspresi ku langsung berdiri di belakangku dan menutup telingaku dari belakang, Karena suaranya sangat sakit di telinga.
Aku, dan Kak Daffa pun naik ke atas helikopter, lalu Kak Daffa langsung memakaikanku headphone agar suara baling-baling tidak menganggu telingaku, tak lupa juga memakaikanku sabuk pengaman. setelah itu kak Daffa pun memeriksa untuk memastikan semuanya aman dengan segala persiapan untuk terbang.
1 jam 30 menit akhirnya mereka telah sampai di Surabaya, Daffa pun mendaratkan helikopter di sebuah lahan kosong milik kantor cabang, yang tidak jauh letak kantor cabang Adiwijaya Grup.
Daffa, dan Keira pun turun dari helikopter dan di sambut oleh Hamza orang kepercayaan yang mengurus kantor cabang.
"Selamat datang Tuan dan Nona Muda," ucap Hamza sambil menundukkan kepalanya.
"Gimana orang kantor tidak ada yang tau kan jika aku akan sedang berkunjung?" tanya Daffa.
"Tidak Tuan.
"Baiklah hubungi semua devinisi agar masuk ke ruang rapat," ucap Daffa.
"Baik Tuan.
Daffa dan Keira pun berjalan menuju mobil yang sudah disediakan Hamza.
10 menit perjalanan akhirnya Daffa dan Keira baru saja keluar dari mobil BMW 18 caupe berwarna hitam yang di kendarai oleh Daffa sendiri. Dan diikuti beberapa mobil hitam dibelakangnya yang merupakan para bodyguard Daffa yang telah berangkat tadi malam.
Mobil Daffa berhenti didepan pintu lobi kantor cabang Adiwijaya Grup. para bodyguard sudah siap siaga membuka pintu untuk sang Tuan dan Nona muda keluar dari mobil, karena itu sudah kewajiban sang bodyguard untuk melakukan itu sekaligus menghormati sang Tuan dan Nona muda nya.
__ADS_1
Setelah Daffa keluar dari mobil seharga 4 milyar tersebut dia langsung melemparkan kuncinya kepada bodyguard nya untuk memarkirkan mobil tersebut.
Semua karyawan yang akan memasuki kantor akan berhenti sejenak untuk memberikan jalan pada Daffa dan Keira sambil membungkukkan badan. karena ini sudah rutin dilakukan para pegawai jika melihat CEO mereka datang di kantor cabang.
Daffa terus berjalan dengan badan tegap di balut jas berwarna hitam seperti biasa, menambah kadar ketampanan sekaligus aura kerjam yang di keluarkan olehnya, sedangkan Keira berjalan dengan begitu elegant dibaluti dress di bawa lutut berwarna biru yang sangat indah, dan itu menambah kadar kecantikan dalam diri nya, dan siapapun yang melihat Keira orang itu langsung terpesona akan kecantikan yang dia miliki. bukan hanya itu saja.
Meskipun Daffa dikenal sebagai CEO yang kejam, dan suka marah meskipun begitu dia sangat di gilai oleh kaum hawa, Hanya dengan senyum sinisnya saja mampu membawa kaum hawa dalam pelukannya, berbeda dengan Daffi, Daffi dikenal sebagai CEO yang tampan dan baik dan rama terhadap semua orang, begitu pula dengan Keira, tetapi jika menyangkut adiknya di lukai atau pun di sakiti, dia bahkan lebih kejam dari Daffa.
Semua orang yang bertemu Daffa, Daffi, mau pun Keira pasti akan langsung mengakui bahwa mereka bertiga renkarnasi dari Dewa, dan bidadari berwujud manusia. Sang ayah yang merupakan keturunan asli Dubai, bernama Permana Adiwijaya, menikah dengan seorang wanita asli dari Jogjakarta yang sekarang sudah berganti menjadi nama Ayu Amirah Adiwijaya. Mereka perpaduan sangat sempurna sehingga menciptakan bibit unggul Yaitu Daffa, Daffi, dan Keira.
Tanpa menoleh sedikitpun pada pegawainya, Daffa dan Keira berjalan menuju lift yang akan membawa pada lantai tertinggi di perusahaan ini dimana dilantai itu ada ruangan yang di khususkan untuk CEO.
Hamzah apa kamu sudah menghubungi semua devinisi untuk rapat pagi ini?"tanya Daffa.
"Sudah Tuan, mereka semua sudah ada di ruangan rapat.
Tiba di atas Daffa dan Keira pun menuju ke ruang rapat.
Para pegawai pun langsung duduk, dan menundukkan kepalanya, Selamat Pagi Tuan, selamat pagi Nona muda," sapa semua pegawai yang ada ruang rapat.
"Duduk.
Daffa dan Keira pun menanyakan masalah apa saja yang terjadi dalam kantor ini, beberapa devinisi pun menjelaskan masalah yang ada, lalu Daffa menayangkan siapa yang membuat tanda tangan palsu Adiknya ituz sedangkan dia tidak pernah ke kantor cabang?
"Yang pemalsuan tanda tangan Nona Muda, yaitu pak Arion Tuan, katanya ada pembiayaan penting dan tidak ada waktu mendatangi Nona muda, makanya devinisi keuangan langsung mencairkan uang 1 M, karna mengingat Pak Arion adalah pacar dari Nona muda," jawab Hamzah.
"Lalu dimana dia sekarang? apa kau sudah menghubungi nya jika ada rapat?
"Siap sudah Tuan.
"Kak Daffa kita ke apartemennya aja gimana?" usul Keira.
Daffa menatap Karyawan nya.
"Baiklah kalian boleh pergi, dan satu lagi jika Arion memerintahkan kalian abaikan saja, pencairan dana harus ada persetujuan dari ku.
Daffa dan Keira pun keluar dari kantor cabang lalu menuju apartemen Arion yang tidak jauh dari kantor, hanya butuh 10 menit Mereka pun sampai.
Pada saat Daffa ingin mengetok pintu, Daffa mengerutkan dahinya dan mempertajam pendengarnya, ada suara ******* wanita dari dalam Apartemen.
Daffa pun membuka pintu dengan kasar yang kebutuhan Arion mungkin lupa mengunci nya, pada saat pintu sudah terbuka Daffa dan Keira melihat Arion sedang mencium leher wanita itu yang sudah telanjang hanya tertinggal pakaian dalam saja.
__ADS_1