Loreng Hijau & Jas Putih

Loreng Hijau & Jas Putih
Bab 2


__ADS_3

Keira nyakin pasti mereka cemas karna dari pagi Keira pergi dan belum pulang sampai sekrang.


Setelah berjam-jam akhirnya kereta telah sampai di stasiun Jakarta, dan segera mengambil mobil yang tidak jauh dari stasiun 35 Menit kemudian.


Mobil yang di kendarai Keira telah sampai dikediaman Adiwijaya rumah megah yang sangat mewah rumah yang bercat putih dengan exteriornya yang indah terlihat sangat elegant, ada enam pilar yang menyanggah bangunan itu didepan seakan mengisaratkan betapa megahnya rumah itu.


Satpam yang melihat mobil Nona muda dari pos ronda, datang dia segera membukakan pintu gerbang, mobil yang Keira kendarai akhirnya masuk ke halaman rumah, setelah memarkirkan depan rumah Keira bergegas turun dari mobil dan segera memasuki rumah.


Sebelum dia masuk Keira masuk, Keira menyuruh Bodyguard untuk mencuci mobilnya.


Melihat sekeliling Keira tak melihat kedua kakaknya, dia pun masuk keruangan keluarga saat ingin menaiki tangga, tiba-tiba ada yang memanggilnya dari belakang.


"Berhenti Keira kamu dari mana saja jam segini baru pulang, kamu lihat ini sudah jam empat pagi... dari mana saja kamu? ditelpon pun tidak kamu angkat," ucap Daffa.


"Keira pun bebalik, aku baru pulang dinas kak.


"Kamu jangan berbohong Keira, aku tidak perna mengajarkan mu untuk berbohong. aku habis dari rumah sakit dan mencarimu, tidak ada sama sekali jadwal dinasmu hari ini," ucap Daffi yang baru saja masuk keruangan keluarga.


"Kak bisa nggak sekali ini saja jangan introgasi aku, aku cape bangat, aku lelah banget. Keira bukan anak kecil lagi kak," ucap Keira.


Keira berlari menaiki anak tangga dan menutup pintu kamar dengan sangat keras.


Prank...


Daffa dan Daffi hanya saling menatap dengan sikap Keira.


"Aaakkkhhh," aku benci, aku benci Keira melempar semua barang-barang yang ada diatas meja rias nya dan melepas dan membuang cincin pemberian Arion.


Daffi yang ingin masuk kedalam kamarnya mendengar keributan, dan pecahan didalam kamar Keira, dia pun menuju kamar Keira dan masuk kedalam kamar adiknya.


Daffi membulatkan matanya melihat sekeliling kamar adiknya itu, Keira melihat kedatangan kakak kesayangan nya, dia pun berlari dan memeluk Daffi sangat erat. Terjatuhlah air mata Keira di bidang dada milik Daffi.


Daffi yang merasakan aneh langsung melepaskan pelukan adiknya.


"Ira kamu kenapa sayang?"ucap Daffi.


Keira hanya mengelengkan kepalanya.


"Keira kamu kenapa?


Namun tak ada jawaban dari Keira, dia hanya menunduk kan kepalanya sambil menangis.


"KEIRA MAHESWARI ADIWIJAYA, kamu dengar apa yang aku katakan? tatap aku, dan jawab kamu kenapa?


Keira tau betul jika kedua kakaknya sedang marah dia akan menyebutkan nama asli dengan penuh penekanan setiap kata.


"Kak Daffi janji dulu jangan memberitaukan hal ini kepada kak Daffa," ucap Keira menunjukan jari manisnya.


"Daffi mengerutkan dahi nya menatap Keira dia pun membalasnya, iya kakak janji sekarang berceritalah kamu kenapa?


"Kak tadi pagi itu aku kesurabaya unt," ucapan Keira dipotong oleh Daffi.


"Jangan bilang kamu datang menemui Arion," ucap Daffi sambil mengerutkan dahi, melihat adiknya itu.


"Kak Daffi dengar dulu, iya tadi aku ke Surabaya untuk menemui Arion, ini kan sudah Lima tahun kami bersama makanya aku ingin merayakan nya bersama Arion dan, kakak taukan kalau Apartemen itu milik kak Daffa dan sandi apartemennya aku mengetahuinya,

__ADS_1


Aku membuka pintu Apartemen dan melihat baju laki-laki dan wanita bertebaran dilantai aku mengikuti sampai di kamarnya aku melihat pakaian dalam wanita dan suara ******* dari dalam kamar aku buka sedikit pintu kamar lalu melihat Airon sedang berhubungan ba*dan dengan wanita lain kak di dalam kamar itu kak.


Keira pun langsung memeluk Daffi kembali, Daffi yang emosi langsung melepaskan Keira dan mendorongnya, hingga Keira jatuh dilantai dan terbentur disisi tempat tidur.


Daffa yang ingin masuk kedalam kamar Keira pun melihat kejadian itu.


"Daffi apa yang kamu lakukan, berani sekali kamu mendorang Keira," ucap Daffa.


Daffa dan Daffi pun langsung menghampiri adiknya dan membantunya untuk berdiri, lalu mendudukkan nya disisi tempat tidur.


"Kamu kenapa bisa mendorang Keira, terus ini kamar kenapa sangat berantakan sekali," ucap Daffa.


Keira memandang Daffi memandangnya penuh arti.


"Daffa kamu taukan kalau Keira sedang marah pasti memberantakan kamarnya, dan tadi aku tidak sengaja mendorongnya.


Daffa melihat ada darah di dahi adiknya, langsung berlutut didepan Keira.


"Fi ambilkan P3K sekarang!


Daffi pun mengambil dan menyerahkan P3K ke Daffa, Daffa pun mengobati nya perlahan-lahan setelah itu menyuruh Keira berbaring.


"Keira kamu tidak usah masuk dinas hari ini, kamu istirahat saja," ucap Daffa.


"Tapi kak.


"Ira dengar kata kakak," ucap Daffa.


"Bentar lagi pagi dan kamu belum tidur?" ucap Daffi.


Apa kamu merasa baik dek, kita bisa turun ke bawa bibi Tuti sudah menyiapkan sarapan buat kamu, pasti kamu laperkan," ucap Daffa sambil mengelus-elus rambut adiknya.


"Iya aku sudah membaik kok kak.


"Yah sudah, Daffi kamu turun panggil pelayan suru bersikan kamar Keira," ucap Daffa.


Daffi pun turun dan tidak lama Keria dan Daffa pun juga turun, ketika Keira yang hendak turun dari tangga merasakan pusing dikepalanya penglihatannya kabur, Keira pun pingsang, dengan sigap Daffa menarik tangan adiknya lalu mengendongnya.


"Daffi! Daffi! cepat kau kemari," teriak Daffa.


Daffi pun berlari melihat keatas dia pun secepat kilat menaiki anak tangga.


"Daffa, Keira kenapa?" tanya Daffi.


"Saya juga tidak tau dia pingsang begitu saja.


Mereka pun langsung membawa Keira masuk kedalam kamar dan membaringkan ke tempat tidur.


"Daffi hubungi Gavin segera... badannya sangat panas," Ucap Daffa.


Daffi pun langsung menghubungi Gavin.


"Ini semua kesalahanku, aku yang medorong adikku sendiri makanya dia terluka lalu pingsang," ucap Daffi yang terlihat gelisah melihat adiknya.


Tak lama kemudian Gavin pun datang dan memeriksa keadaan Keira.

__ADS_1


"Dia tidak apa-apa. Dia mungkin kelelahan dan syok akan sesuatu, saya juga sudah menyuntikan obat penurun panas," ucap Gavin.


"Syok, masuk kamu apa Vin?" Daffa mengerutkan keningnya menatap Gavin.


"Daffa, kamu kan tau kalau Keira belum sembuh atas traumanya lima tahun lalu, mungkin dia kembali syok" tegas Galvin.


Gavin melihat sekeliling kamar Keira "Daffa, Daffi ini kenapa kamar Keira berantakan sekali?" ucap Gavin.


"Panjang ceritanya Vin," ucap Daffi.


Gavin hanya mengangguk.


"Maaf saya menghubungimu pagi-pagi begini," ucap Daffa.


"Tidak masalah ini kewajiban saya," ucap Gavin.


"Vin... untuk hari ini Keira izin tidak masuk yah," ucap Daffi.


"Ok... tidak masalah.


Gavin pun berlalu pergi meninggalkan kediaman Adiwijaya.


Para pelayang pun membersikan kamar Keira sesuai perintah Daffa, harus bersih, rapi tanpa menganggu tidur adiknya. Jika kamar adiknya tidak bersih para pelayan aku dihukum cambuk oleh Daffa.


Jam sepuluh siang Keira pun terbangun dari tidurnya sambil memengan kepalanya yang sakit ia pun keluar dari kamar dengan linglung.


Daffa yang melihat adiknya dari layar CCTV pun berlari menemui adiknya itu.


"Mau kemana kamu?" tanya Daffa.


"Aku haus kak, air dikamar aku habis, aku ingin mengambil air minum.


"Kenapa kamu tidak pencet tombol untuk memanggil pelayan dek?


"Aku lupa, aku haus.


"Pelayan D, Pelayang E kemari!..."teriak Daffa.


"Ia tuan," ucap mereka bersama.


"Kenapa kalian sampai lupa menyediakan air minum dikamar adikku Ahh!


"Maaf tuan kami lupa," ucap pelayang D menunduk.


"Lupa-lupa alasan aja kalian, segera kalian berdua keruangan hukuman sekarang!


"Kak... sudah kak jangan menghukum mereka, mereka itu manusia kak bukan hewan yang dicambuk-cambuk," ucap Keira.


"Kak kepala Ira sakit, Keira pun kembali pingsang. Daffa dengan siggap langsung mengendong adiknya agar tidak jatuh, lalu membawanya kedalam kamar.


Daffa menekan tombol darurat dekat kamar adiknya yang terhubung dengan seluruh setiap sudut ruangan"Bibi Tuti, Kenzo cepat kemari, tidak lama kemudian mereka berdua pun tiba di kamar adiknya.


"Bi buatkan bubur kesukaan Keira, buatkan susu coklat juga, Kenzo kau suruh bodyguard A dan C berjaga di depan kamar Keira, jangan biarkan Keira keluar kamar ini sampai dia sembuh," ucap Daffa.


"Baik tuan muda," ucap Bibi tuti dan kenzo bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2