
"Ira, kamu tadi diserang orang yah? sampe bikin luka di leher mu itu kembali mengeluarkan darah," tanya Ashana yang dapat informasi dari Bayu.
"Iya, niatnya menolong eh malah celaka seperti ini.
"Yah salah kamu sendiri ngapain juga pergi kesana sendirian, kalau sampai pangeran Aa Daffa tau dia pasti akan memarahimu dan bilang Keira kamu ngga usah ikut menjadi relawan lagi, Keira sebaiknya kamu berhenti jadi dokter saja dan mengurus perusahaan," ujar Ashana.
"Sstttt pelankan sedikit suaramu dasar bawel bangat sih, nanti semuanya jadi pada tau siapa aku, dan kejadian tadi" ucap Keira.
Disaat tengah obrolan mereka tiba-tiba seorang Tentara masuk ke dalam tenda medis mereka dengan raut wajah yang berkeringat yang habis lari ratusan kilo.
"Maaf menganggu waktu malam nya dokter, tolong teman saya yang terluka," ujar nya.
"Dimana yang terluka," tanya Keira
"Tapi Dok tempatnya agak sedikit jauh dan berbahaya, Kapten kami hanya menyarankan untuk membawa Dokter Laki-laki, atau minta di panggilkan Dokter Gavin saja di karenakan ini sudah malam," ujarnya lagi.
"Maaf Bang seperti yang kamu lihat sendiri, Dokter Laki-laki disini sedang sibuk semua, apa lagi Dokter Gavin yang tak tau ada di mana. Hkmm biar saya saja yang menangani nya saja sebelum teman mu semakin terluka parah, atau bisa saja Kaptenmu juga ikut terluka, emang di mana mereka kenapa kamu tidak membawa nya kemari?" tanya Keira.
"Di-di dalam hutan dok,teman saya kesulitan berjalan apa lagi jalanan nya agak licin susah seperti nya untuk mengendong teman saya," ucap Tentara itu lagi.
"Hutan? baiklah ayo," jawab Keira.
"Baiklah ayo Dok," ucap nya Tentara itu lagi tanpa memikirkan resiko yang terjadi pada nya nanti.
"Tapi Ira disana bahaya, gimana kalau ada ular, terus harimau, atau hewan buas," ucap Ashana.
"Tenang saja Dokter Hana ada aku yang menjaga keamanan Dokter Keira," jawab Tentara itu.
"Hana tenang saja aku akan baik-baik saja, nanti kalau ketemu Dokter Gavin bilang ke dia kalau aku ikut tentara ini untuk mengobati teman mereka yang terluka," ucap Keira
"Baiklah, hati-hati yah Ra, nitip sahabat saya yang bang Tentara," ucap Ashana.
Keira pun pergi bersama Tentara itu bernama Dayat.
"Kok kalian bisa pergi ke hutan sih apa lagi ini sudah malam?" tanya Keira.
"Kami tadi sedang berpatroli malam sekalian mencari kayu bakar dan mengambil air di sungai untuk kebutuhan kita besok pagi Dok di karenakan jembatan satu-satu nya penghubung ke desa ini ambruk dan tidak bisa dilewati oleh kendaran yang membawa makanan makanya Kapten kami menyuruh untuk menyidiakan nya semua perlengkapan yang ada untuk bisa di gunakan besok pagi, tak sengaja teman saya tergelincir karena tanah di hutan ini licin," ucap Dayat menjelaskan.
"Oh gitu emangnya Air di sini nggak mengalir?" tanya Keira.
"Tidak Dok, di akibatkan Longsor dan banjir yang membuat pipa Air semua rusak.
"Oh giu yah, apa luka nya sangat parah bang?" tanya Keira.
"Sepertinya sih parah di bagian kaki Dok ia kesulitan berdiri, dan bekas luka tembakan nya juga mengeluarkan darah," jelasnya lagi.
Cukup jauh perjalanan mereka yang melelahkan, dan akhirnya mereka pun sampai di tujuan.
Keira melihat Tentara itu seperti mengenalinya," Ya ampun Bayu, kamu terluka lagi," Ucap Keira kaget karena melihat Bayu yang terluka apa lagi di bagian yang terkena tembakan itu.
"Hehehe Iya nih Dok," jawab Bayu dengan senyum manisnya.
Arjuna yang melihat kedatangan Keira merasa sangat geram dengan Anggotanya ini dia pun berdiri dan menegurnya.
__ADS_1
"Saya kan sudah bilang, bawa Dokter Laki-laki bukan perempuan apa kau tidak dengar perintah ku!? bentak Arjuna kepada Dayat yang membawa Keira.
"Siap Salah, Siap Lapor Kapten, tenaga medis di sana benar-benar sangat sibuk dengan pasien yang terluka saya juga tidak tau Dokter Gavin ada di mana hanya Ada dokter Keira yang bersedia ikut," Jawab Dayat.
Sementara itu Keira masih fokus mengobati kaki dan Dada sebelah kiri yang tertembak waktu itu.
"Bayu, seharusnya kamu beristirahat tidak usah ikut patroli kamu baru saja keluar dari Rumah sakit lihat kamu terluka lagikan," ucap Keira.
"Itu sudah resiko perkerjaan seorang Tentara Dok," jawab Bayu.
"Perkerjaan sih perkerjaan tapi lain kali kamu harus hati-hati apa lagi luka ini belum kering, bagaimana kamu bisa melindungi masyarakat, kalau melindungi diri kamu sendiri saja tidak bisa," oceh Keira.
"Baik Dok terima kasih perhatian nya saya akan ingat pesan Dokter ini," ucap Bayu tersenyum.
"Kamu sudah makan kan obat dan salep nya kamu bawakan?
"Sudah Dok, iya aku bawa Dok, ada di tas saya," jawab Bayu.
Keira membukakan obat dan memberikan kepada bayu dan Keira mengolesi luka dada Bayu sekaligus menganti perbannya.
"Kau ini, Kau tau kondisi dan cuaca disini sangat ekstream, dan kamu membawa perempuan kesini," ucap Arjuna.
"Siap!tau Kapten, siap salah," jawab Dayat.
"Tau tapi masih membawanya kesini, Push up 100 kali sekrang!" perintah Arjuna.
"Siap laksanakan, Dayat pun mengambil posisi push up dan menghitung nya 1, 2, 3," melihat itu Keira menjadi tidak tega.
"Kapten Arjuna maafkan lah dia suruh dia berhenti, apa kamu gak ada rasa kasian terhadap anggota mu? toh ini bukan kesalahan yang besar, yang terpenting Bayu sudah terobati dan aku juga baik baik saja, coba deh kamu pikir bolak balik dari sini ke tenda medis apa itu gak capek?" ucap Keira.
"Apa kamu bilang bukan urusanku, jelas ini urusan ku karena aku yang minta ikut kesini berarti aku penyebab dia dihukum, kalau Kapten tidak menhentikan Dayat sebaik nya aku pulang sendiri saja kalau kehadiran ku membuat suasana hati mu tidak baik," ucap Keira.
"Bawel sekali kalau mau pulang, pulang saja aku tidak menyuruhmu untuk datang ke sinikan," jawab Arjuna.
"Hadehh kenapa sih Dokter Keira dan Kapten ini selalu mencari masalah dan bertengkar,"gumam Bayu.
"Ok baiklah.
Keira pun meninggalkan mereka, Keira berjalan menggunakan cahaya dari hp untuk balik ke tenda medis dia mengerutu diri nya mengapa bertemu dengan pria seperti dia di dunia ini.
"Ijin Saran Kapten, sebaiknya Kapten menghampiri Dokter Keira disini sangat berbahaya dan banyak jurang seperti Kapten juga ketahui jalanan juga lincin ini sangat berbahaya untuk Dokter Keira pulang ke tenda medis sendirian," ucap Bayu mencemaskan Keira apa lagi dia abang nya sudah menitipkan nya kepadanya.
"Itu kan kemaunya sendiri untuk balik ke tenda, jadi bukan hak ku untuk menyusulnya kalau kamu mau kamu saja yang menyusulnya saja," jawab Arjuna judes.
Ampun kaku sekali Kapten satu ini masa gitu aja gak peka sih, perempuan kan suka nya dibujuk kalau lagi ngambek, lah ini malah di biarin aja dasar aneh.
"Andai kaki ku tidak terluka Kapten saya akan menyusulnya, Tapi jika seandainya terjadi apa-apa terhadap Dokter Keira itu kan tanggug jawab kita apa lagi Dayat yang membawanya kesini," ucap Bayu.
"Dia sendiri yang mau datangkan kesini dan dia sendiri ingin pulang, jadi bukan urusanku" jawab ketus Arjuna.
Tiba-tiba...
AHHHHHHHHH!!!!
__ADS_1
Tolong!!!!!!!!
Suara teriakan Keira terdengar sangat jelas.
Bayu dan Arjuna saling pandang dengan cepat Arjuna langsung berlari ke arah suara teriakan Keira.
"Huff di saat Dokter Keira dalam bahaya baru mengambil tindakan dasar Kapten" guman Bayu.
"Keira kamu di mana,"teriak Arjuna.
"Keira,"
"Keira dengar aku ngga?" teriak Arjuna.
"Keira kamu dimana?
"Kapten tolong aku, aku dibawa sini, Huh huh huh.
Arjuna mendengar asal suara tangisan Keira langsung menoleh kebawa ternyata Keira terjatuh kedalam lubang yang tak begitu dalam, Arjuna mengulurkan tangan nya untuk membantu Keira keluar dalam dengan hitungan ke 3 Keira berhasil keluar kedalam lubang.
Tak mereka terjatuh ke tanah Keira menindih tubuh Arjuna, entah perasaan apa yang di rasakan Arjuna darahnya berdesir jantung berdetak sangat kencang disaat melihat wajah Keira dengan sekuat tenaga Arjuna membuang jauh-jauh perasaan itu dan kembali mengomeli Keira.
"Dasar ceroboh, menyusahkan, keras kepala," Maki Arjuna yang merasa sangat kesal kepadanya.
"Eh Kapten, ingat perjanjian kita kalau Kapten tidak akan berkata buruk kepadaku.
"Yah salah kamu sendiri yang mau pulang.
"Yah karna kamu menghukum anggota mu padahal dia tidak salah, apa kamu tau Dokter disana memang semua sibuk masih untung aku ksini mengobati Bayu tapi kamu malah menghukum Dayat
"Sudah ngoceh nya, bawel bangat si jadi perempuan.
Ditengah perdebatan mereka tak di sangka, hujan sangat deras yang mendadak turun, Arjuna langsung berlari mencari tempat berteduh meninggalkan Keira sendirian.
"Kapten tunggu aku kaki ku keseleo, jangan tingglkan aku, aku tidak bisa melihat jalan Kapten," teriak Keira.
"Kapten!" Aww awww
Keira berjalan sedikit lambat mengikuti arah Arjuna pergi. Karena kaki nya sangat sakit dan jalanan juga licin dia takut akan jatuh ke dalam lubang bahkan masuk ke dalam jurang Keira lebih memilih diam dan mencari tempat bereduh.
"Loh Kapten, Dokter Keira mana?" tanya Bayu yang tak melihat keberadaan Dokter Keira.
"Tuh ada dibelakang?
"Mana Kapten, Kapten hanya sendirian kesini, atau Kapten ninggalin dia disana?
"Astaga kok dia tidak ada, tadi dia berjalan dibelakangku.
"Siap Ijin Kapten saya sudah selesai menjalankan tugas," ujar Dayat.
"Yat tolong kamu nyusul Dokter Keira gih dengan hujan yang sangat deras tanah di hutan ini sangat licin, belum lagi ranting pohon disini besar dan sangat bahaya apa bila terjatuh, dan lebih membahayakan lagi disini ada jurang, entah dia bisa selamat atau tidak andai kaki ku tidak sakit aku akan mencarinya, kakak nya sudah amanahkan dia kepadaku," ucap Bayu yang mulai khawatir.
"Tidak usah kau mencarinya, Arjuna mengentikan langkah Dayat yang ingin pergi.
__ADS_1
"Sebaiknya kalian istirahat saja, aku akan mencari Keira," ucap Arjuna lalu segera berlari mencari Keira ditempat semula.
"Dasar Kapten menyusahkan diri sendiri sudah ketemu eh tidak tau dia ikut di belakang nya atau tidak ada yang mudah malah lebih milih yang susah kalau tidak di tinggalin, pasti ini tidak akan repot begini," keluh Bayu melihat Kaptennya yang sama sekali tidak Peka dengan wanita.