Loreng Hijau & Jas Putih

Loreng Hijau & Jas Putih
Bab 13


__ADS_3

"Jangan menatapnya seperti itu, awas tertarik loh," sarkas Ibu Arjuna.


"Hhmmkmm apa sih Mah.


"Tapi seperinya wanita itu yang di rumah sakitkan?


"Iya mah," ucap Arjuna.


Akhirnya Daffa dan Keira telah sampai di bawa lalu mereka menyambut tamu kedua orang tuanya, Daffa dan Keira mengerutkan Dahinya.


"Loh kau yang Tentara yang di mall itukan?" tanya Daffa.


"Iya," ucap Arjuna singkat.


"Loh Kapten, ngapind ke sini?" Tanya Keira.


"Duduklah Ira, tidak baik berbicara dengan tamu sambil berdiri," ucap sang ayah membuat Keira duduk di dekat Bunda.


"Ada apa ini, Bun?" bisik Keira tetapi Bunda hanya tersenyum manis


"Jen Ayu ini anak kamu yah?" ucap Anita Mama Arjuna.


"Iya Jeng, perkenalkan Ini anak saya Keira, yang pakai baju hitam itu Daffa anak pertama ku dan baju abu-abu itu Daffi dia sodara kembar Daffa " ucap Bunda Ayu.


"Kembar toh pantesan, sampai-sampai aku tidak bisa bedain loh jeng. dan ini nak Keira pantesan saja aku seperti sangat nyaman sekali dengan nya ternyata ini anak kamu toh," ujar Mama Anita.


"Emangnya kalian sudah bertemu jeng?" tanya Bunda Ayu.


"Iya waktu di rumah sakit.


"Pak Ahmad Senang bertemu denganmu," ucap Daffa lalu bersalaman dengan Pak Ahmad, ayah dari Arjuna.


"Wah napaknya kalian sudah sangat mengenal nih," ucap Pak Wijaya.


"Iya Ayah, Pak ahmad ini rekan bisnis ku," ucap Daffa


"Gini Ayah dan Pak Ahmad ini sahabat kuliah dulu, Pak Ahmad ini dia perna dapat beasiswa kuliah di Dubai, setelah kami lulus Pak Ahmad mengajak ku ke indonesia rencana sih jalan jalan saja dan mengenal budaya, makanan-makanan disana, aku lama di indonesia lalu aku mendirikan perusahaan, sampai aku bertemu dengan ibu mu, dan kebutulan juga dia sahabat kecil dengan ibu Anita," ucap Pak Wiaya menjelaskan.


"Berhubung Keira sudah ada, kita bisa membicarakannya sekarang," ucap sang Ibu semakin memuat Keira kebingungan.


"Jadi kedatangan Ibu Anita dan keluarga nya kesini itu, mereka ingin melamar kamu sayang sebagai menantunya," ucap Bunda Ayu.


Deg...


Seketika jantung Keira berhenti,mata membelalak lebar. Apa saat ini telinganya sedang gangguan? Atau dia butuh aqua untuk memfokuskan pikirannya lalu dia menatap Arjuna seperti ingin meminta penjelasan padanya.


"Kenapa kamu menatap ku dan seoala Kaget gitu Keira, bukan nya kita memang pacaran sudah seharusnya kita melanjutkan hubungan kita," ucap Arjuna tiba-tiba menambah mengejutkan Keira.

__ADS_1


Semua yang ada di situ seketika kaget begitu pun dengan kedua kakak kembarnya.


"Serius? tapi bukan nya kemaring kalian?" tanya Mama Anita.


"Mah, kita lagi brtengkar, kan mama lihat sendiri kemaring dalam hubungan kan pasti ada manis, pahit dan masalah nya," ucap Arjuna.


Ya Tuhan, aku tidak bisa berkata apa apa lagi, mengapa Kapten ini bicara seperti ini, dia akan menyeretku dalam masalah, apa dia sudah gila atau lupa meminum obat nya? sampai mengatakan aku pacarnya.


"Kalau begitu mama sangat senang karena anak sahabat mama adalah pilihan mu, pilihanmu memang tepat Juna," ucap Bu Anita


Keira hanya tersenyum kaku melihat melihat keluarga nya dan keluarga Arjuna yang begitu tanpak senang, tapi jauh berbeda ekspresi kedua kakaknya seperti minta perjalanan dari tak lama Keira meminta izin untuk mengbrol dengan Arjuna berdua saja, Keira menarik tangan Arjuna ke samping halaman rumah nya, dia pun melihat sekitar untuk memastikan apa kah ada orang atau tidak.


"Bisa dijelaskan Kapten, apa yang baru saja terjadi?Pacar?siapa yang pacaran denganmu? kenapa kamu membawaku dalam kebohonganmu," ucap Keira mengusap wajahnya gusar dan sedikit menggaruk kepalanya.


"Ada apa dengan kepalamu? Apa gatal karena ada kutu?" ucap Arjuna membuat Keira melotot sempurna.


"Aku pusing, aku meminta sama Tuhan agar tidak bertemu dengan mu lagi, tapi malah seperti ini.


"Terima saja lah anggap ini seimbang.


"Maksud mu apa?


"Kita pura-pura saja pacaran, maka aku juga tidak menanggapmu sebagai Dokter ceroboh, dan menyindirmu soal penembakan Bayu. Lagian aku malas soal Mama yang dikit-dikit menjodohkan ku dengan anak temannya semakin di hindar semakin di desak padahal kenal aja belum, mamaku sangat ingin sekali aku cepat nikah, maka dari itu terima saja saranku.


"Oh jadi cerita nya kamu curhat nih, tapi memang udah umurnya sih untuk nikah," celetuk Keira


"Ok baiklah, ngga usah ngegas kali cuma bercanda tatapan mu gak usah begitu seperti ingin memakan ku hidup-hidup," ucap Keira.


"Tapi ingat kita hanya berpura-pura di depan orang tua kita saja, diluar itu kita tidak ada hubungan apapun ok,"


"Berbohong lagi? kenapa harus berbohog?


"Itu perjanjian kita, kalau diluar anggap kita tidak saling mengenal satu sama lain mengerti?


"Siap Kapten.


Setelah mengatakan itu Arjuna pun masuk ke dalam meninggalkan Keira yang sendiri ditaman, sejenak Keira berfikir sebenarnya apa yang aku alami ini?dia orang yang tidak ingin aku jumpai lagi dimana pun itu, tapi kenapa aku menjadi pacar pura-pura nya aku tidak ingin terikat apapun dengan laki-laki, semenjak kejadian itu aku menjadi trauma, Arion sangat menyakitiku sampai trauma itu belum hilang.


Keira pun masuk setelah ada panggilan dari Daffa, dia pun kembali duduk disamping ibunya. Secepatnya kalian akan bertunangan yah?" ucap Bu Anita.


"Kok tunangan sih, kalian langsung nikah saja gimana pak ahmad?" tanya Pak Wijaya.


"Betul itu, Arjuna segera urus berkas kamu biar nak Keira bisa tau apa saja nanti dia persiapkan untuk pengajuan," ucap Pak Ahmad.


Keira dan Arjuna kaget akan hal itu, "Mah, Pah. Nanti yah besok itu aku ada penugasan di kota jadi belum bisa.


"Yah sudah sepulang kamu tugas kamu harus urus berkas pengajuan kalian," ujar Bu Anita.

__ADS_1


"Iya mah.


Semenjak keluarga Arjuna pergi, Keira mengurung diri dalam kamar dia sengaja menghindar dari kedua sodara kembarnya.


Ke esokan hari Keira datang lebih awal ke Rumah sakit, dia menjalankan tugasnya dengan sangat baik, dia tidak ingin di tegur oleh Gavin lagi, apa lagi memarahinya.


Pada saat Keira dan Ashana ingin ke kantin untuk makan tiba-tiba ada pengumuman bahwa Dokter dan perawat segera ke ruangan Rapat.


Ok semua sudah ada di ruangan kita mulai saja, ada berita di daerah candana (Nama desa samaran) terjadi Gempa bumi, longsor dan banjir bandan, setelah tiga tahun perna terjadi baru muncul lagi bencana alam di sana.


"Apa kalian sudah melihat beritanya? di Rumah sakit kita akan mengirimkan relawan kesana, siapa saja yang ikut" tanya Gavin yang sebelum nya sudah di utus Kolonel Hendru.


Ada beberapa Dokter dan perawat mengajukan diri,bahkan Ashana pun mau ikut serta, tapi tidak dengan Keira dia sama sekali tidak ingin ikut ke Desa Candana karena Keira masih Trama dengan adanya Gempa, apa lagi Air Besar yang membuat kenangan buruk dalam ingatanya, belum lagi dia takut kepada kedua kakaknya, dia juga belum bisa meninggalkan kedua orng tua nya yang baru saja datang dari Dubai.


"Ira, kamu kenapa tidak angkat tangan sih, masa iya kamu gak mau ikut" bisik Ashana.


"Ngga lah, kamu tau sendiri aku takut yang nama nya Gempa bumi, apa lagi disana ada banjir bandang aku masih Trauma, kamu juga tau aku takut dengan kedua kakak ku itu, orang tuaku pun juga baru dateng aku masih belum rela pisah jauh-jauh,"Jawab Keira juga berbisik.


"Ok cuma dua puluh empat yang mau ikut empat Dokter dan sisa nya perawat besok pagi yang ikut serta harus semua sudah siap jam 07:30 pagi kalian sudah ada di parkiran Rumah sakit.


"Siap Dok," ucap Para Dokter dan perawat serenta.


"Kalian sudah pergi, kecuali kamu Keira kamu harus tetap disini," ucap Gavin.


"Kenapa kamu tidak ikut Ira?


Namun Keira tidak menjawabnya.


"Apa kamu takut kejadian waktu menimpah mu Ira? dan kamut takut kepada kedua sodaramu?


Keira hanya mengangguk kepalanya saja.


"Nanti aku yang ngomong ke Daffa, kamu persiapkan barang yang penting saja.


"Tapi Dok"


"Tenang ada aku yang menjagamu, kamu tidak akan perna terlepas dari pengawasan ku, aku akan ngomong baik-baik ke Daffa kamu tenang saja.


"Baik Dok,"


"Ira, tenang aja kamu harus lawan Trauma mu itu ada aku dan Ashana yang menemanimu.


Mereka yang ikut serta pun sangat sibuk mempersiapkan apa saja yang perlu di bawa ke Daerah Candana, termasuk Obat-obatan, Alat dan Bahan Medis, dll, setelah semuanya selesai Ashana dan Kaira pun langsung pulang ke rumah masing-masing.


Ke esokan harinya Keira berpamitan kepada kedua orang tua nya dan kedua kakak nya, Gavin sudah memberi tau kalau dia akan menjaga Keira 24 jam dan selalu dalam pengawasangnya.


Tiba di rumah sakit para tenaga kesehatan sudah siap untuk berangkat ke Daerah Candana. dan ternyata di iringi Tentara dan Dokter Tentara yang ikut serta untuk menjaga tenaga kesehatan sampai dengan selamat ke Daerah Candana.

__ADS_1


Sekilas Keira melihat sekelomok Tentara ternyata ada Arjuna dan anggotanya yang juga ikut serta.


__ADS_2