Loreng Hijau & Jas Putih

Loreng Hijau & Jas Putih
Bab 12


__ADS_3

"Alah sudah berapa kali kamu ngomong seperti itu tapi nyatanya nggak, mama juga sudah berapa kali kenalan anak perempuan teman-teman mama ke kamu, tapi gak ada satupun yang kamu suka, sebenarnya yang bagaimana sih yang kamu mau, dan mau sampai kapan?" elak Mama Arjuna.


"Nanti bakalan nikah juga ma, mama ngga usah pikirin yah ngga baik buat kesehatan mama.


"Nggak, mama akan terus kepikiran sampai kamu akan menikah.


"Ma.


"Lusa Mama mau ngenalin kamu sama anak teman mama, tante Ayu dia akan pulang dari Dubai, pokoknya gak ada penolakan lagi, kita harus ke sana. Mama juga sudah lama tidak brtemu dengan sahabat Mama, jadi jangan bikin malu," ucap Mama Arjuna.


"Ma Juna kan sibuk ma, ya ngga bisa lah kalau aku sampai ninggalin tugas ku, mama juga ngga bisa mendadak ambil keputusanlah, mama selalu saja begitu. Lagian nikah dengan beda negara susah mah, terlebih Arjuna Abdi Negara.


"Mama ngga mau tau, lagian anak-anak nya semua menetap di indonesia, hanya sahabat mama dan suaminya berada di luar Negeri, andai kalau kamu punya pilihan sendiri buat nikah tahun ini mama tidak akan menjodohkan mu tapi berhubung kamu belum ada calon maka mama yang akan mengatur pertunangan mu dengan anak teman mama, lagian bukan juga besok kan ketemunya jadi ngga mendadak, jadi besok kamu bisa izin sama atasan kamu. Kalau perlu mama akan menghadap langsung dengan Komandan Ilham.


"Pertunangan? mama ada-ada aja, iya aku usahakan, mama tidak perlu juga menghadap dengan komandan Arjuna yah ma," ujar Arjuna tidak percaya dengan apa yang mamanya lakukan.


Tak terasa dengan obrolan mereka Arjuna pun sampai di depan Rumah orang tuannya.


"Mama juna pun turun dari mobil, "Juna kamu sebaiknya tidur di rumah yah, mama akan masakin makanan kesukaan kamu,?" tanya mama Arjuna.


"Juna mau apel malam mah, lagian Arjuna kan ada rumah asrama.


"Ya sudah, tapi ingat pesan mama lusa kita harus ke rumah sahabatnya mama.


"Iya mama tersayang, Arjuna pulang yah ma," pamit Arjuna lalu melajukan mobilnya ke batylon nya habis apel Malam dia akan lanjut ke rumah sakit lagi untuk menjemput Bayu.


"Kenapa Mama selalu saja membahas tentang pernikahan setiap kali bertemu sih, padahal umur ku juga masih 33 tahun, masih tergolong muda lah,lagian belum ada yang bisa menggantikan dia di hati ku ini, apa mama ngga mikir apa membina rumah tanggah itu muda," goceh Arjuna.


Di rumah sakit Keira telah menyelesaikan semua perkerjaan nya, mengontrol pasien dan lain-lain, Keira pun beranjak keluar dari ruangan dan bertemu dengan Dokter Gavin. Dokter Gavin menawarkan Keira untuk makan bersama tapi dia menolaknya karna Keira masih merasa kesal atas kejadian tempo hari.


Keira keluar dari rumah sakit lalu menyuruh bodygrat nya untuk mampir ke super market dekat rumah nya. dia berbelanja buah-buahan, cemilan, kue favoritnya, karna stok buah-buahan dan cemilannya habis. Keira lebih suka berbelanja sendiri kebutuhan cemilannya dan buah-buahan di bandingkan menyuruh asisten nya, karna bagi Keira iya lebih luluasa memilih yang dia suka dan mencari hal yang baru.


Habis dari super market mereka pun pulang ke rumahnya, Keira di bukakan pintu oleh Kenzo, Keira melihat sekeliling rumah nya tampak para pelayan mau pun Bodygrat sangat sibuk, dia pun menayakan kepada Kenzo.


"Ken ada apa yah kok mereka sangat sibuk semua, emang ada yang ingin berkunjung?" tanya Keira heran.


"Iya Nona, Tuan Daffa mengabari jika Tuan Besar dan Nyoya Besar akan kembali ke indonesia besok.


Seketika mata Keira berbinar-binar, dia pun berlari masuk memanggil kedua kakak nya.


"Kak Daffa, Kak Daffi di mana kalian," teriak Keira.


"Bi Aida yang mendegar teriakan Nona Muda langsung menghampirinya.

__ADS_1


"Ada yang saya bantu Nona?' tanya Bi Aida.


"Bi kakak ku mana?


"Tuan sedang ada di taman belakang.


Keira pun berlari menghampiri ke dua kakanya, Daffa yang melihat Keira berlari ke arahnya dan kaki nya tersadang di pot bunga seketia Daffa menankap Keira.


"Ira sudah aku katakan jangan lari-lari," ucap Daffa.


"Iya kak, ucap Keira nafas yang memburu.


"Kak Bunda sama Ayah akan pulang besok?


"Iya Ira.


"Yey aku sudah sangat merindukan mereka, wah taman ini kakak sulap menjadi lebih sangat cantik, berbagai macam bunga, Keira seperti ada di negeri dongen.


"Siapa dulu dong yang paling handal dalam mendesain keindahan, ujar Daffi.


"Dek sebaiknya kamu mandi, ada bau amis iya ngga Daffi.


"Iya betul Fa," ucap Daffi sambil menutup hidungnya.


"Yayaya wangi, apa kamu sudah makan?" tanya Daffi.


"Belum kak.


"Yah sudah nanti kakak suru Bi Aida mengantarkan makanan kamu ke kamar, di sini banyak orang pada sibuk semua takutnya kamu terganggu, habis itu kamu istirahat soalnya besok lusa ada tamu khusus, aku sudah minta izin sama Gavin selama dua hari jadi kamu tidak perlu pikirkan dinasmu," ucap Daffa lalu meninggal Keira.


Keira sangat heran ada siapa yang akan datang kok seperti istimewah sekali, "Kak Daffi emang nya siapa yang akan berkunjung?


"Kakak juga ngga tau pasti, sebaik nya kamu ke kamar dan istirahat lah.


...


Di pagi hari yang sangat cerah hati Keira berbunga-bunga kedua orang tua nya akan segera datang bahkan pesawatnya telah mendarat di indonesia, Keira pun bersiap-siap dan turun ke bawa menyambut kedatangan kedua orang tua nya, tiga puluh menit kemudian mereka pun sampai, Wanita dan Pria paruh baya yang terlihat sangat cantik dan ganteng melihat ketiga anak-anak Nya.


Keira pun berlari langsung memeluk Ibu dan Ayahnya.


"Bunda Keira kangen bangat, ayah Keira kangen bangat. Lama kali kalian di sana, mendingan ayah sama ibu mengurus perusahaan yang ada di indo aja yah," ucap Keira.


"Kalau ayah sama ibu mengurus perusahaan di sini lalu siapa yang akan mengurus perusaan yang di dubai sayang," ucap Pak Wijaya.

__ADS_1


Keira tampak berpikir lalu menatap kedua kakak nya, "Kak Daffa aja ke dubai secara dia akan tegas dan keras pasti orang sana akan segan dengan kak Daffa.


"Oh jadi ceritanya kamu mengusir ku nih ceritanya?" tanya Daffa.


"Bukan mengusir tapi pergi ke dubai," ucap Keira sambil menjulurkan lidahnya ke arah Daffa.


'Oh gitu sini kamu," geram Daffa.


Keira pun berlari lalu bersembunyi di belakang kedua orang tua nya.


"Ayah, Bunda tolong macan lagi ngamuk," ngadu Keira manja.


Daffa sudah kalian ini seperti anak kecil Ibu Ayu langsung menjewer telinga Daffa.


"Aduh... duh... duh, Bun, sakit bun," ucap Daffa yang mengiris kesakitan.


"Bunda, ayah sebaiknya kita makan siang dulu, habis itu kalian istirahat. Pasti kalian lelah perjalanan jauh," ucap Daffi.


Malam pun tiba mereka sekeluarga tengah berbincang-bincang di taman belakang sambil BBQan.


"Ira besok kamu tidak dinas kan, sahabat bunda bersama anak nya akan berkunjung di rumah kita," tanya Bunda Ayu.


"Mmm emang dalam rangka apa sih bund?" tanya Keira.


"Bunda udah lama tidak bertemu dengan nya, lagian suami teman bunda itu sahabat bunda dan ayah mu sayang.


"Oh gitu yah bund.


"Besok kamu dandan yang cantik yah," ujar lagi bunda Ayu.


"Iya bunda ku sayang siap," balas Keira.


Ke esokan hari Bunda nya sangat sibuk mengatur hidangan dan persiapan yang lain nya, dan Keira pun telah siap. namun masih di dalam kamar.


Tamu yang telah di tunggu telah datang, kedua orang tua nya pun menyambut dan mempersilahkan masuk untuk para tamu nya, Daffa yang menghampiri adiknya yang masih di kamar.


Pada saat menurungi anak tangga semua orang langsung menatapnya dengan tatapan takjub, Keira sangat cantik dan berkulit putih seperti susu dan halus seperti sutra, keluarga Arjuna sangat memuji kecantikannya sampai-sampai Arjuna membulatkan mata nya dan terus menatap Keira tanpa berkedip, jantung nya berdebar sangat cepat, ibu Arjuna memperhatikan anak nya yang menatap Keira, langsung berbisik di telinga nya.


"Jangan menatapnya seperti itu, awas tertarik loh," sarkas Ibu Arjuna.


"Hhmmkmm apa sih Mah.


"Tapi seperinya wanita itu yang di rumah sakitkan?

__ADS_1


"Iya mah," ucap Arjuna.


__ADS_2