
"Bi buatkan bubur kesukaan Keira, buatkan susu coklat juga, Kenzo kau suruh bodyguard A dan C berjaga di depan kamar Keira, jangan biarkan Keira keluar kamar ini sampai dia sembuh," ucap Daffa.
"Baik tuan muda," ucap Bibi tuti dan kenzo bersamaan.
Keira membuka matanya di pagi hari yang cerah dengan kepala yang berat disertai pusing. Ia membuka matanya perlahan lalu duduk sambil memijat pelipisnya yang berdenyut.
Lalu mengambil henpone-nya melihat jam, Keira membulatkan matanya jam sudah menunjukkan 08:30 pagi dia segera menyelesaikan ritual dikamar mandi secepat kilat.
Keira turun kebawa lalu keluar dari rumah namun dia dihadang oleh Bodyguard Daffa.
"Maaf Nona, Nona muda mau kemana?" tanya Bodyguard B.
"Keira memutar bola matanya... yah mau kemana lagi, aku mau dinas.
"Maaf Nona, Tuan Daffa tidak mengizinkan Nona Muda berangkat mengendarai mobil. Biar kami yang mengantarkan nona muda," ucap bodyguard B.
"Lagi-lagi Keira memutarkan bola matanya, ya terserah kalian saja, tapi hanya dua orang saja tidak lebih dari itu kalian paham.
"Baik Nona muda.
. . .
Keira telah sampai telah sampai dirumah sakit Ardana ia berlari keruangan rapat. Sedangkan beberapa Dokter sudah ada di dalam ruangan bersama kepala Dokter sedang menganalisis penyakit pasein, yang seharusnya Keira juga ikut serta dalam rapat ini, ketika mereka sedang serius menjelaskan tiba-tiba.
Tok Tok Tok
Semua langsung menoleh ke arah sang pengetok pintu.
Masuk," ucap Gavin.
"Maaf Dokter Gavin, Saya telat," ucap kaira.
"Cepat masuk," ucap Gavin.
Dokter Gavin adalah kepala Dokter bagian Bedah, sekaligus pengawas untuk para-para dokter yang mangang.
Mereka pun melanjutkan rapat dan pada akhirnya menemukan solusi yang terbaik buat pasien tersebut, setelah itu rapat pun berakhir. dan mereka semua keluar satu persatu keluar ruangan.
"Keira, temui saya di ruangan saya," perintah Gavin lalu pergi.
"Baik Dok," ucap Keira melemas.
"Ira kamu ini benar-benar ya, keterlaluan banget tau kenapa kamu tidak datang kemaring aku telpon pun kamu tidak angkat, terus ini malah datang terlambat," ucap Ashana sahabat Keira.
"Duh Hana jangan gitu dong, gimana ini pasti aku dimarahin lagi," ucap Kaira.
__ADS_1
"Kamu itu selalu saja buat ulah, bertangkar sana sini, telat pula. Kalo aku jadi Dokter Gavin kamu sudah aku tendang jauh-jauh dari rumah sakit ini.
"Iii Hana jangan gitu dong, janji deh aku gak bakal telat dan bandel, tapi gimana aku harus hadapi Dokter Gavin," ucap Keira.
"Ngapaind kamu janji ke aku aneh deh, astaga Ira janji itu kepada diri kamu sendiri, bukan sama aku atau pun Dokter Gavin.
Keria sudah mulai gelisah "Terus gimana aku harus ngapind,"
"Mmm gimana kamu beliin aja kinderjoy pasti hatinya akan luluh dan ngga marah," ucap Ashana.
"Kamu pikir Dokter Gavin itu anak kecil dibelikan Kinderjoy.
"Udah pergi sana temui Dokter Gavin," ucap Ashana mendorong Keira agar segera keruangan Dokter Gavin.
Di depan pintu ruangan Dokter Gavin, Keira sedang mempersiapkan diri untuk masuk keruangannya.
Keira mengambil nafas panjang-panjang mempersiapkan diri masuk ke ruangan Dokter Gavin.
Keira pun dengan terpaksa masuk kedalam ruangan Dokter Gavin, dan melihat Dokter Gavin Sedang membaca laporan.
"Sering telah, membentak, menolak pasien, lalai menjalankan tugas, kamu ini Dokter atau Preman pasar?" tanya Gavin.
"Maaf Dok, tapi saya punya alasan kenapa saya membentak dan menolak pasein tersebut dok," bantah Keira.
"Maafkan saya Dok," Jawab Keira menunduk.
"Sudah beribu kali kamu selalu meminta maaf, tapi kamu selalu saja mengulang terus menerus, harus bagaimana saya menasihatimu?
Keira masih saja menunduk "Maaf"
"Keira, asal kamu tau yah kalau bukan kedua orang tua mu yang sangat baik kepada saya dan kelurga saya, kalau bukan ayah mu yang menyekolahkan saya dari SD sampai saya menjadi Dokter, saya tidak akan bersikap sebaik ini sama kelakuanmu, Nenek mu seorang Dokter yang sangat cerdas dan kamu harus seperti nenek mu, saya yakin kamu sebagai cucu nya mempunyai bakat seperti nenekmu. Apa lagi kamu lulusan S1 di dubai, lulusan Spesialis terbaik di UI. Tapi kenapa kamu selalu saja berbuat masalah, malas juga, apa kamu sudah lupa dengan sumpah Dokter yang kamu ucapkan?" ucap Gavin.
"Saya masih sangat ingat dengan sumpah yang saya ucapkan Dok, sekali lagi maafkan saya.
"Ok saya kasih kamu kesepatan dalam sebulan ini kalau tidak ada perubahan saya akan mengirim mu ke desa Cemara meskipun kamu mengadunkan hal ini ke Daffa, dan saya nyakin Daffa akan menyuruhmu berhenti menjadi seorang Dokter, kamu tau kan Daffa sangat melarang mu berada di profesi dokter mu," ancam Gavin.
"Jangan Dok... jangan, saya janji akan memperbaiki diri," ucap Keira.
"Saya berharap ini terakhir kali nya saya menasehatimu Keira jangan jadi anak kecil, kamu itu sudah dewasa.
"Baik Dok, Maaf Dok kemaring saya tidak datang karna saya sedang sakit.
"Saya tau Daffa sudah memberitahukan saya, saya juga datang mengecek keadaanmu. Ngomong-ngomong kamu kenapa?" tanya Gavin.
"Saya ngga apa-apa Dok.
__ADS_1
"Ok baiklah jika kamu belum mau bercertia, kamu sarapan dulu dan ini, minum obat ini," ucap Gavin sambil meletakkan obat diatas mejanya.
"Baik Dok, Terima kasih.
Di sisi yang berbeda, di lapangan TNI tempat Arjuna seorang pria bersuara lantang, bertubuh besar nan tinggi pria berbadan etletis, tulang rahang terlihat tegas, hidung yang kecil dan tinggi, mata tajam seperti elang.
Sedang menjalangkan apel pagi bersama anggota polisi karena dia sedang mendapatkan tugas untuk menangkap Kriminal bandar narkoba, dan penculikan. Arjuna dan kelima anggota berserta anggota Kepolisian telah selesai menyusun Strategi nya untuk menengkapan kriminal itu.
Ya Arjuna Prayogi sangat terkenal bukan hanya karena pangkatnya yang tinggi, bukan hanya karena prestasinya, tapi juga karena ketampanannya yang membuat kaum hawa terpikat, tapi bukan arjuna namanya jika tidak cuek dan dingin kepada wanita.
Malam pun tiba, sebenarnya Keira sudah pulang dari sore hari, cuma karena ingin terlihat lebih baik dimata Gavin ia berjaga sampai malam apa lagi dia tidak hadir kemaring.
"Ira kamu gapapa jika pulang malem, kan kamu masih sakit nanti kak Daffa marah lagi?" tanya Ashana.
"Gapapa Han.
"Ya sudah aku pulang duluan yah, aku ada urusan Ira.
"Iya gapapa, bentar lagi aku juga udah mau pulang kok.
"Kamu langsung pulang?" tanya Ashana.
"Iya.
Setelah kepergian Ashana, Keira terus menghubungi Arion tapi tidak dijawab, dichat pun tidak ia balas, Keira tersadar dalam lamuanya setelah mendengar telpon dengan semangatnya Keira melihat berharap itu Dari Arion namun yang ditepon bukan Arion melainkan Daffa.
"Assalamualaikum kak," jawab Keira.
"Kamu dimana? aku Menelpon Kenzo kamu belum pulang sampai sekarang," tanya Daffa.
"Aku masih dirumah sakit kak Daffa, kemaringkan aku tidak masuk, jadi banyak kerjaan yang numpuk kak.
"Ok Sekarang sudah selesaikan, aku akan jemput lima menit lagi kebetulan aku sedang mengarah kesana.
"Baiklah kak, tapi kak Daffa jangan membawa pengawal yah, aku hanya pengen berdua saja sama kak Daffa.
"Baiklah tuan putriku.
Pemeran (Arion)
Pemeran (Daffa & Daffi)
__ADS_1