Loreng Hijau & Jas Putih

Loreng Hijau & Jas Putih
Bab 7


__ADS_3

Arjuna tetap diam dengan tatapan tidak suka kepada Keira, Keira yang melihat tatapan itu merasa risih dan ingin sekali mencungkil matanya itu.


"Kamu kenapa, ada masalah apa denganku sih pak Kapten? Kapten punya dendam apa terhadapku?salah saya dimana sih? apa karna teman kamu ini yang menyelamatkan saya gitu? terus apa kah itu mutlak kesalahan saya dan wajib bangat Kapten benci saya, saya sudah meminta maaf berkali-kali sama kamu, saya juga sudah meminta maaf sama Bayu. Dan Bayu pun juga nggak masalah tentang hal itu karna itu memang kewajiban nya melindungi masyarakat, kenapa kamu jadi pembenci gini terhadap saya, tegas Keira dengan emosi nya.


"Saya hanya tidak suka melihat seorang wanita seperti mu, bertindak ceroboh dalam tugas ku dan kamu juga sangat cerewet, mulai besok saya akan meminta Dokter Gavin yang merawat Bayu," ucap Arjuna menatap tajam Keira.


"Kalau gitu kamu jangan melihatku, jika tidak sengaja melihat ku tutup saja matamu, dan yang katanya Bayu yang begitu berharga kenapa kamu tidak menemaninya disini, kenapa kamu membiarkan Bayu sendirian? Kalau terjadi apa-apa dengan Bayu gimana, sedangkan tidak ada yang mengawasinya. Asal anda tau Bayu semalam demam tinggi saya semalaman yang terjaga, terus kamu dimana, jangan seenaknya menyalahkan orang ceroboh, tidak becus lah. Sedangkan kamu juga yang ceroboh meninggalkan anggota sendirian yang sedang sakit, tidak becus menjadi seorang Kapten dan meninggalkan anggota yang belum bisa apa-apa, meninggalkan anggota yang belum siuman, Keira menatap tajam Arjuna.


"Keira," panggil Gavin saat memasuki kamar Bayu.


"Dokter Gavin" sapa Keira.


"Arjuna, maaf atas segala perbuatan dan kelancangan Keira yang memaki-maki kamu, mulai sekarang aku yang turun tangan untuk kesehatan Bayu dan seperti nya Bayu juga sudah mulai membaik, mungkin secepatnya Bayu bisa keluar dari rumah sakit," ucap Gavin.


"Baiklah seharusnya kamu lah yang merawat anggota saya, bukan dia selain kamu saya tidak bisa percaya apapun, bukannya Bayu cepat pulih malah semakin sakit," ucap Arjuna yang menatap Keira.


"Keira menarik nafas panjang, oh jadi maksudnya kamu aku tidak berkompeten gitu menjadi seorang Dokter, emang kamu juga berkompeten menjadi seorang Kapten. Semalam aku tidak tidur membantu mengontrol Bayu, semalam keadaan nya sangat memburuk seharusnya kamu seorang Kapten juga harus kompeten menemani anggota mu.


"Ijin Kapten yang dikatakan Dokter Keira benar, semalam dia membantu ku dan dia sama sekali tidak tidur," ucap Bayu.


Lagi-lagi Arjuna menatap tajam bayu, Bayu yang melihat tatapan Kapten nya hanya bisa menunduk takut.


Keira yang melihat itu pun keluar dari ruangan Bayu dan segera ingin pulang, tiba-tiba Dokter Gavin menghampiri nya.


"Kamu mau kemana Keira, ini masih jam dinas?" tanya Gavin.


"Yah mau pulang lah, mau kemana lagi," ucap Keira.


"Hari ini kan kamu masuk shitf pagi?" tanya Gavin


"Iya aku sebenarnya shitf pagi tapi, pada saat aku ingin pulang tiba-tiba kondisi Bayu sedang tidak memungkinkan Ashana pun tidak ada, makanya aku bertukar shitf saja dengan Ashana, karna Bayu juga telah menolong ku, masa iya sih aku tidak menolong nya," jelas Keira.


Ashana yang baru datang pun menghampiri mereka dan mengatakan yang sebenarnya.


"Yang dikatakan Keira benar dok, sebenarnya aku yang bertugas di ruangan ini tapi orang tua saya sedang sakit di kampung makanya Keira mengusulkan untuk tukaran jam shitf, dari pada aku harus bolak balik ke kampung.


"Hana kamu jangan coba-coba berbohong, apa lagi untuk melindungi Keira, dia sudah buat kesalahan dan dia ini mau pulang pasti karna dia ingin menghindari masalah, baru pagi-pagi sudah ribut dengan tentara ," ucap Gavin.


"Tapi," ucapan Ashana terputus.

__ADS_1


"Sudah, kamu jangan ikut campur dan ikut-ikutan membela Keira terus, dan kamu Keira berani sekali kamu memaki-maki orang didalam Rumah sakit ini. Apa kah kamu tau siapa yang kamu maki-maki itu? dia seorang Kapten Tentara, berani sekali kamu mencari masalah, di rumah sakit ini, kamu tau tempat kita dinas itu rumah sakit Tentara," oceh Gavin.


Keira tak berniat untuk berdebat mau pun menjawab perkataan ucapan Dokter Gavin, tenaganya benar-benar habis tidak ada niat untuk melawan Gavin, Dia hanya butuh istirahat kepalanya pun sangat sakit.


"Saya ingatkan sekali jangan coba-coba kamu bolos atau pura-pura sakit, dan sebagai hukumannya sebelum kamu pulang, kamu harus menyaling semua data-data pasien di ruangan UGD bulan ini! dan kamu Ashana jangan kamu berani membantu nya, atau kamu yang aku hukum, 24 jam dinas selama seminggu kamu paham?" tegas Gavin lalu berlalu pergi.


"Dasar Dokter galak, bujangan lapuk," ngoceh Ashana lalu berahli ke keira... Keira maafin aku yah.


"Gapapa Hana, sebaiknya kita lanjut berkerja sebelum Dokter Gavin kembali marah lagi.


Keira dengan sangat terpaksa melanjutkan perkerjaan nya dan menunda kepulangannya, karna ingin kerjaanya sempurna dan ingin cepat pulang untuk beristirahat, Keira tidak sempat sarapan pagi dan makan siang, karna tugas dari Dokter Gavin sangat banyak belum lagi dia mengecek pasiennya, dan Pasien yang datang untuk kontrol.


Keira tak lupa mengirimkan pesan kepada Bayu menanyakan kondisi nya sekarang, dikarenakan dia sudah tidak bisa mengecek Bayu lagi, Bayu pun tersenyum membaca pesan Keira, apa lagi Keira yang begitu sangat perhatian padanya.


Arjuna yang melihat anggotanya pun langsung bertanya.


"Kamu kenapa dari tadi hanya senyum-senyum," tanya Arjuna.


"Siap, itu pesan dari teman saya Kapten," jawab Bayu.


"Aku mau keluar sebentar ingin membeli makanan, kamu ingin menitipkan sesuatu?


"Siap tidak kapten... terima kasih.


...


Didalam ruangan Keira yang tengah sibuk mengecek data pasien tiba-tiba hendpone berbunyi, Keira pun mengangkat telponnya.


"Iya kak?


"Kamu dimana, aku menghubungi Bibi Tuti kamu belum pulang dari semalam, dan aku juga menghubungi Bodyguard B kamu belum keluar dari Rumah sakit sejak kemaring pagi?" tanya Daffa.


"Oh iya aku lupa bilang, semalam pada saat aku pulang, kondisi Bayu memburuk makanya aku bantuin, dan pagi nya aku melanjutkan tugasku kak, bentar lagi aku pulang kok.


"Kalau bukan Bayu yang menyelamatkan hidup tuan putri kesayanganku, aku akan pasti memarahimu, dan memarahi Gavin.


"Kak udah dulu yah, aku mau lanjut nugas supaya cepat selesai.


"Iya sayang, habis itu segeralah pulang, ada berkas yang mau kamu urus.

__ADS_1


"Kak, kan kk Daffa bisa ngerjakan sendiri, kenapa harus aku sih?


"Ngga bisa, ada nama kamu dalam berkas yang mau di tanda tangani dan kamu harus ikut serta.


"Ok, nanti aku lihat.


Telpon pun terputus...


Keira pun melanjutkan tugus yang diberikan Dokter Gavin, tak terasa tengorokan Keira merasa kering dan sangat haus, Keira baru teringat dari semalam dia tidak minum atau pun makan, akhirnya ia beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan nya untuk membeli makanan dan minuman.


Keira pun menurungi anak tangga dengan perlahan-lahan entah kenapa Keira tiba-tiba pusing, pandangannya berputar-putar, Kerira sekuat tenaga agar tidak pingsan sampai dibawa, tapi tubuhnya melemas Keira yang hampir terjatuh dari tangga, jika tidak ada yang menarik tangan dan menangkapnya, Keira memengan kepalanya yang sakit dan dia tidak mengucapkan terima kasih.


"Dasar Dokter ceroboh, jika aku tidak menolong mu kau akan jatuh terguling-guling di tangga," celutuk Arjuna yang menolongnya.


"Keira yang tau dari suara itu langsung berdiri dan menjauhkan dari tubuhnya dari Arjuna.


Ayo sini Arjuna menarik tangan Keira dengan kasar menurungi anak tangga, berjalan ke arah ruangan Gavin.


"AW sakit kenapa narik-narik gini sih, aku bukan sapi di tarik-tarik, lepasin!" ucap Keira, namun dia sama sekali tidak di gubris oleh Arjuna.


"Kapten Arjuna yang terhormat, bisa ngga lepasin tangan saya? sakit tau," pinta Keira, tapi tetap saja lagi-lagi dia tidak di gubris oleh Arjuna.


Beberapa pengunjung, Dokter dan perawat memperhatikan mereka, karena Arjuna memakai baju dinas, benar-benar mengundang pusat perhatian, Keira yang merasa diperhatikan langsung menutup wajahnya dengan mengunakan masker.


"Tolong lepasin saya," berisik Keria.


"Bisa Diam kamu, cerewet sekali kamu," ucap Arjuna.


Kedua pengawal yang melihat Keria di tarik-tarik langsung menghampiri mereka.


"Lepaskan nona Keira," ucap bodyguard B.


"Siapa kamu, kenapa kau menyuruhku melepaskan nya, kalian jangan ikut campur," bentak Arjuna.


"Tidak perlu tau, tapi lepaskan nona muda kami, jika sampai Tuan kami mengetahui jika adiknya diperlukan seperti ini dia akan sangat marah," ucap bodyguard C.


"Lepaskan aku Kapten, tanganku sakit," bentak Keria.


Gavin yang berjalan menuju ruangannya melihat ada keributan antar

__ADS_1


Bodyguard Daffa dan Arjuna, Gavin pun menghampiri nya.


"Ada apa ini?" ucap Gavin memecahkan kericuhan antara Bodyguard Daffa, Keira dan Arjuna.


__ADS_2