
Sekilas Keira melihat sekelomok Tentara ternyata ada Arjuna dan anggotanya yang juga ikut serta.
Keira dengan santai nya menghampiri Arjuna dia lupa akan sesuatu perjanjiannya dengan Kapten Arjuna.
Keira berjalanan ke area Parkiran, semua tatapan menuju kepada nya.
"Gila, cantik banget."
"Cantik, seperti wanita-wanita luar Negeri, dan matanya itu sangat indah,"
"Aku rela sakit berbulan-bulan asal Dokternya dia,"
"Ini mah yang di katakan bidadari dunia woi,"
"Bidadari nya nyasar sampai ke sini,"
Dan banyak lagi ucapan kagum yang terdengar dari mulut para Tentara, Dokter, dan tenaga medis lain nya, bahkan para wanita pun banyak yang kagum dengan kecantikan yang di miliki Keira.
Walaupun tenaga medis selalu melihatnya di rumah sakit tapi mereka tidak perna bosan melihat bahkan mengagumi kecantikan yang dia miliki, bahkan ada juga sampai iri dengan nya.
Keira sudah berada di depan Arjuna dia pun dengan santai nya menyapa.
"Kapten Arjuna ikut serta juga?kenapa tidak bilang kalau kamu bertugas ke Daerah Candana?" bisik Keira kepada Arjuna yang mengundang pusat perhatian semua orang yang disana, termasuk Dokter Gavin, semua orang mengetahui bahwa Arjuna paling tidak suka didekati oleh perempuan, melihat itu Bayu pun menghampiri Kaira.
"Assalamualaikum Bidadari hatiku, eh salah maksud saya Dokter Keira, kata bang Daffi Dokter Keira ikut juga ya?" tanya Bayu memecah suasana mencekam di antara Arjuna dan Kaira.
"Waalaikumsalam Bay, eh kamu sudah kembali bertuas lagi? apa tubuhmu sudah membaik ya, apa luka nya membaik," ucap Keira.
"Tanya satu-satu dong dok, Alhamdulilah berkat Dokter Keira, dan Dokter Hana.
"Sykurlah, kalau begitu saya balik ke tim saya bayu. Seperti nya mereka sudah brsiap-siap berangka menaiki bus.
"Iya Dok.
"Ira kamu ngapaind sih nyamperin Tentara itu? apa kamu ngga nyadar semua orang ngeliatin kamu, untung kamu cantik. Apa kamu tau Ira, Dokter Gavin melihat mu dari tadi wajah nya udah masem banget lihat kamu kesana, mungkin dia cemburu atau takut kamu buat ulah," ujar Ashana.
"Aku cuma ingin cari teman, emang salah.
"Cari teman itu kenal tempat dan waktu loh Ira, kamu ini ngga sadar orang yang kamu sapa aja ngga peduli denganmu, dia sama sekali gak anggep kamu ada loh tadi, kamu sama saja bicara sama hantu ngomong sendiri dari tadi hahahahahah," ledek Ashana.
__ADS_1
"Mungkin dia sedang bisulan di mulut atau mungkin pita suaranya putus kali maka nya ngga bisa ngomong.
Dokter dan perawat yang lain sudah menaikkan bus, Keria duduk paling ujung dekat jendela dan menyandarkan kepalanya di dekat kaca jendela," iya juga sih kok aku bisa sampai lupa dia kan sudah bilang kalau di luar kita tidak ada hubungan apapun dan tidak saling mengenal dasar Kapten sombong, belagu, cuek, kalau lagi butuh baru mau ngomong sangat menyebalkan sekali jadi manusia.
Lima jam perjalanan ke Daerah Candana akhirnya sampai, gempa kali ini benar-benar sangat dahsyat, karena sudah menghancurkan hampir seluruh bangunan yang ada di sana bahkan masih ada material longsor curah hujan dan menakibatkan banjir bandang semalam.
Tim keamanan dan tim medis lain nya langsung membagi tugas-tugas mereka, ada juga tim dari rumah sakit lain, ada juga tim keamanan dari polisi mereka semua tampak sangat sibuk.
Mendirikan tenda medis dan tenda untuk beristirahat untuk para medis, Sebagian mencari para korban yang terbenam oleh longsor, sebagian mencari korban yang terseret oleh banjir dan sebagian juga mencari para korban yang terluka.
Keira benar-benar sangat sibuk ada banyak sekali korban yang terluka, mulai dari kuka ringan mau pun luka berat, Keira sebenarnya anak yang sangat pintar dan sangat teliti tapi dia terkadang sangat usil kepada seseorang yang membuatnya jengkel.
Keira mendengar ada yang meminta tolong di dekat bangunan yang hampir roboh di dekat tepi hutan, dengan berani nya dia menghampiri sendiri asal suara itu, tak sengaja Arjuna melihat gerak gerik Keira yang menuju ke bangunan itu sendirian.
"Dasar perempuan pencari masalah, mau ngapaind dia ke sana sangat menyebalkan, " guman Arjuna lalu mengikutu Kaira.
"Keira masih mencari suara yang minta tolong tapi dia tidak menemukan orang di sana dan tiba-tiba...
BRUK!
Ia di dorong oleh pria yang penuh luka dan seperinya dia sedang mabuk lalu prria itu mencekek leher Keira dengan penuh amarah dan nafsu.
"Hai Dokter cantik temani abang dong bersenang-senang hari ini.
Arjuna langsung mengambil pisau yang ada di tangan pria itu lalu membuang nya menjauh, Arjuna juga ingin memukul tapi Keira mencegahnya.
"Jangan Kapten, dia jugaa terluka cukup parah mungkin dia depresi," ucap Keira dengan cepat dia membuka tas medis lalu menyuntikan obat penenang untuk pria itu, seketika ia langsung pingsang.
Arjuna pun menghubungi Bayu untuk segera datang kesini setelah menghubungi nya Arjuna menatap Keira dengan sangat tajam dengan penuh amarah.
"Dasar merepotkan, baru saja sampai sudah sok jagoaan masuk ke bangunan ini, apa lagi ini dekat pinggir hutang, apa kamu tau bangunan ini sudah hampir roboh beruntung kamu tidak di per*osa oleh nya," ucap Arjuna kesal.
"Siap salah Kapten aku cuma menjalankan tugasku sebagai Dokter, mendengar suara yang minta tolong naluruku sebagai Dokter langsung menolong tanpa peduli bahaya, karna yang ada dalam pikiranku cuma menolongnya," ucap Keira.
"Siap salah, siap salah dasar Bodoh tanpa memikirkan keselamatanmu? kamu hampir mati dan di per*os* olehnya ceroboh sekali," oceh Arjuna.
"Keira diam saja karna memang ini murni kesalahan nya dia sama sekali tidak bisa membantah lagi tak lama kemudian Bayu datang membawa pria itu.
"Dokter Keira kamu tidak apa-apa, leher mu cepat segera di obati," ucap Bayu.
__ADS_1
"Oh iya, makasih Bay telah mengingatkan," ucap Keira megangi leher nya yang terluka.
Dan saat Arjuna dan Keira ingin pergi dia mendengar suara anak kecil sedang menangis meminta tolong, Arjuna dan Keira saling pandang dan mencari asal suara tersebut. Ternyata seorang anak perempuan berusia 3 tahun, kaki nya terjepit oleh lemari kayu dengan sigap Arjuna mengangkat lemari dengan sekuat tenaga, dan dengan sigapnya juga Keira langsung menolong anak perempuan itu.
Keira pun mengendong dan menenangkan anak tersebut, mereka pun membawa anak perempuan itu ke tenda medis, sedangkan Arjuna membantu membawakan tas medis Keira.
Setelah sampai di tenda dia membaringkan anak perempuan itu di bansal dan mengobati luka di kaki nya habis mengobati Keira pun keluar dari tenda medis untuk mengobati luka yang di leher akibat kejadian tadi. Dia langsung mengobati lukanya sendiri tanpa meminta bantuan siapapun.
Arjuna melihat dari kejahuan pun menghampirinya dan bertanya.
"Kenapa tidak minta bantuan temanmu, perawat atau Dokter yang lain?" tanya Arjuna yang mengangetkan Keira.
"Apa kamu tidak melihat mereka semua sangat sibuk dengan para korban mana ada waktu untuk membantuku, lagian aku bisa sendi..ri,"ucap Keira terputus karna Arjuna mengambil ahli obat yang di pegang Keira, dan membantunya mengonati luka di leher, tanpa mempedulikan jarak Arjuna sangat dekat dengan wajah Keira, ini membuat jantung Arjuna berdegup sangat kencang apa lagi melihat mata Keira yang sangat indah dan jengjang leher yang sangat mengoda.
Arjuna menelan Saliva dan mengontrol jantung nya dan mengahlikan padangan nya ke luka Keira," Ini luka karna kejadian di Mall kemaring belum sembuh malah kamu udah buat ulah lagi karna di cekik pria itu," ujar Arjuna.
"Iya aku tau aku salah nanti juga kering kok," jawab Keira.
"Bagaimana luka nya mau kering Keira ini malah bertambah atas kejadian tadi semakin parah, lama-lama kecerobohanmu kamu kembangkan terus, ini leher bisa terputus"ucap Arjuna.
"Ihh Jahat bangat sih," ucap Keira.
Arjuna mengobati perlahan-lahan luka Keira, siapa sangka Gavin melihat itu lalu menghampiri mereka, ada rasa tidak suka Arjuna dan Keira berdekatan seperti ini.
"Ekhmm Arjuna Keira, kalian ngapaind berduaan di sini," ucap Gavin memecah suasana.
Arjuna berbalik ke arah Gavin, dan terlihatlah leher Keira yang kembali terluka, Gavin langsung cemas melihatnya.
"Keira apa yang sudah terjadi denganmu?" tanya Gavin yang sangat khawatir.
"Biasa dia kan selalu ceroboh tadi dia pergi ke bangunan itu dan ada pria yang sedang mabuk ingin membunuhnya," ucap Arjuna berbohong yang sebenarnya pria itu ingin memper*osa Keira.
Tanpa pempedulikan Arjuna, Gavin langsung dengan cepat mengambil alih posisi Arjuna yang mengobati Keira kini sudah di tempati oleh Gavin.
"Keira seharusnya kamu itu harus hati-hati, kalau Daffa tau soal ini bisa bisa aku di penggal olehnya.
"Maaf Dok, lain kali saya akan hati-hati tapi saya mohon Dokter dan Kapten Arjuna jangan memberitahu soalnya ke yang lain.
"Iya tenang saja, kamu tidak perlu khawatir," jawab Arjuna.
__ADS_1
Setelah selesai mengobati luka Keira mereka pun kembali ke tenda nya masing-masing untuk beristirahat, Roda waktu semakin berputar matahari sudah terbenam dan malam pun tiba
"Ira kamu tadi diserang orang yah? sampe bikin luka di leher mu itu kembali mengeluarkan darah," tanya Ashana yang dapat informasi dari Bayu.