Loreng Hijau & Jas Putih

Loreng Hijau & Jas Putih
Bab 19


__ADS_3

Lalu Keira kembali ke tenda medis akhirnya Aku bisa makan dengan tenang setelah itu Aku merebahkan tubuhku,Baru saja memejamkan mata untuk beristirahat, suara ponsel berbunyi dan itu sangat mengangguku, saat aku lihat nama panggilan itu, Aku pun langsung mengangkatnya.


"Hallo Kak,"ucap Keira.


"Bagaimana kabarmu Tuan Putri Permataku?"tanya Daffa.


"Aku baik Kak, kakak Keira baru saja mau tidur tapi kakak nelpon.


"Maafin aku yah dek, Bunda ingin bicara dengan mu,"ucap Daffa lalu menyerahkan ponselnya ke ibundanya.


"Keira sayang, selama disana kamu hati-hati yah apa lagi disana daerah rawan akan terjadinya susulan perasaan bunda tidak enak sayang,"ucap Bunda Ayu


"Iya Bund, Bunda tenang ajah Ira akan baik-baik saja doakan Ira selalu dalam perlindungan yang maha kuasa.


"Iya sayang pasti itu,"ucap Bunda Ayu.


"Bunda dan Ayah jangan balik ke Dubai dulu sebelum Ira balik yah. Pokoknya kalian harus tungguin aku pulang.


"Iya sayang, tapi Ayah dan Daffa mau ke Dubai ada urusan penting tapi sebelum kamu pulang mereka akan balik lebih dulu,"ucap Ibu Keira.


Disaat tengah obrolan mereka Kedua kakak kembarnya muncul dilayar hendpone.


"Dek apa aku harus mengirimkan bodyguard untuk menjaga mu selama disana,"tanya Daffa.


"Tidak perlu kak, Dokter Gavin selalu menjagaku dengan baik, kakak tidak perlu khawatir yah.


"Ok baiklah kalau gitu kamu istirahat dan jaga dirimu baik-baik.


Setelah telpon dimatikan Keira kembali memejamkan matanya.


...


Di kediaman Adiwijaya mereka semua khawatir akan kesalamatan adiknya disana, dia sangat takit jika terjadi gempa susulan.


"Bunda harus ngomong sama ayah Keira di suruh resign saja dari perkerjaan Dokternya kalau sudah begini kita semua dibuat panik olehnya,"ucap Dafa sambil mondar-mandir memikirkan adiknya entah kenapa perasaan nya sangat tidak enak.


"Bunda harus apa Daffa ini semua perjanjian dan amanah kamu tau sendiri perjanjian sebelum Bunda nikah dengan Ayahmu, nenek mu sangat menentang pernikahan Bunda Karna Bunda berasal dari Indonesia dan Bunda bukan seorang Dokter makanya ayah sama bunda dan nenek mu membuat perjanjian kalau salah satu anak-anak Bunda menjadi seorang Dokter menuruskan nenek mu. Karna Adik mu lah kalian bisa menjalankan bisnis di Indonesia dan karna Adik mu juga kalian mendapatkan warisan.


"Iya aku tau bund tapi Keira disana dalam bahaya apa aku harus mengirim Bodyguard untuk mengawasi Keira disana aku tidak akan bisa tenang jika adik ku dalam situasi daerah rawan,"ucap Daffa yang sangat gelisah akan adiknya itu.


"Fa, kamu tidak perlu khwatir aku sudah mengirimkan dua orang Bodyguard untuk mengawasi Keira, mungkin besok pagi mereka akan sampai disana,"ujar Daffi.


"Yang benar kamu Fi?


"Yah bukan hanya kamu tapi aku pun khwatir semenjak kemaring aku sangat gelisah makanya aku mengirimkan bodyguard. Aku sengaja diam-diam mengirim Bodyguard tanpa sepengatahuan Keira, kamu tau sendiri jika Keira sangat tidak menyukainya.


...


Disaat Keira tengah terlelap dari tidurnya ponsel nya kembali berdering yang membuat Keira sangat terganggu dia pun mengambil ponselnya lalu melihat nama panggilan itu, Keira langsung duduk dan merapikan rambutnya dan menjawab telepon tersebut.

__ADS_1


"Assalamualaikum Tante.


"Waalaikumsalam nak Ira, tante mendapat kabar dari bunda kamu, kamu sekarang di Daerah Candana yah sama seperti Arjuna?"ucap sang penelpon yang tak lain adalah mama Arjuna.


"Iya tente, tante gimana kabarnya?


"Baik sayang, nak tante boleh minta tolong coba kasih teleponya ke Arjuna yah, tante menelepon di tapi gak perna diangkat, apa dia baik-baik saja kan?


"Alhamdulilah Tante dia baik kok, barusan tadi aku mengecek kesehatan nya. Sebentar yah tante Keira akan ketempatnya.


Keira pun berdiri bergegas ke tenda Tentara, melihat Arjuna yang sedang duduk di depan api unggung, Keira pun menghampirinya lalu menariknya jauh dari Keramaian.


"Kamu kenapa narik-narik sih, jangan mesum?


"Siapa juga mau mesum sama kamu, mama kamu nelpon dia nyariin kamu Kapten,"ucap Keira Lirih lalu memberikan ponselnya ke telibga Arjuna.


"Yah Hallo Mah, Kenapa?


"Yah sopan kamu berbicara dengan mama Arjuna,ini anak susah sekali kalau ditelepon. Kamu tau ngga mama ini khawatir banget disini, untung Keira bersama mu, jadi mama bisa nelepon dia, gimana keadaan kamu?ingat yah Keira harus kamu jagain dengan baik dia itu calon mantu mama, mama dengar Desa Candana sangat rawan ada gempa susulan, hati-hati disana dan kabarin mama terus, mama sangat khawatir banget sama kalian, dan ingat jagain calon mantu mama paham kamu,"ucap Mama Arjuna.


"Iya mama, kita bisa jaga diri dan aku akan jagain Keira dengan baik jangan terlalu sering nelpone Keira, dia kejra mah jangan di gangguu yah.


"Siapa suru kamu tidak mengangkat telpon mama, lagian kamu sangat susah dihubungi dan yah masa kamu larang-larang mama mau ngobrol sama calon mantu mama sih.


"Yah Ma, Maafin juna yah mama jaga kesehatan selama Arjuna jauh, Arjuna sama Keira harus istirahat, udah dulu yah,"ucap Arjuna menutup telepon dan langsung memberikan teleponnya Keira.


"Heh kenapa kamu tidak balik, mengapa kamu malah ngikutiku?


"Loh emangnya Kapten mau kemana?aku pikir Kapten langsung balik ketenda, jadi aku ngikutin aja deh.


"Ya ampun Keira, apa kamu tidak melihat ini bukan jalan ke tenda.


"Yah mana aku tau ini jalan ke tenda ata bukan apa lagi gelap gini.


"Sebaiknya kamu pulang sana, aku masih berpatroli malam.


"Tapi Kapten kalau kamu ingin patroli malam setidaknya kamu antar aku ke tenda dulu, aku tidak tau jalan pulang.


"Manja banget sih kamu terserah kamu mau pulang atau tidak, jangan ganggu aku,"ucap Arjuna lalu melangkah meninggalkan Keira sendiri.


"Kapten jangan tinggalin aku kok kamu kasar banget sih, yah udah aku pulang sendiri saja.


Lalu mereka pun berjalan terpisah, Keira pada akhirnya pulang sambil mengingat dan memperhatikan jalan yang ia lewati tadi.


Aneh perasaan aku tadi menarik dia tidak sejauh ini deh dari tenda, kok bisa aku udah berjalan sejauh ini belum juga menemukan cahaya dari tenda sih,"guman Keira.


Pada saat Keira berjalan tiba-tiba tanah ia pijak seperti bergetar, Keira pun menghentikan langkah nya, dan memperhatikan sekitar, dan benar saja ada getaran ini memang nyata, seperti informasi keluarganya dan mama Arjuna, bahwa Desa Candana kemungkinan ada gempa susulan, Keira mengingat hal buruk perna terjadi saat gempa, pikirannya menjadi takut mengingat betapa sakitnya kejadian lima tahun yang lalu.


"Akhhhh kakak Daffa, Kak Daffi. Tolong Keira, Keira takut!" rintihnya sambil menangis, ia sangat ketakutan tak ada seorang pun orang yang akan menolongnya, guncangan gempa mulai sangat terasa sampai ke tenda medis dan yang lainnya juga panik, karena ada gempa susulan, mereka akan evakuasi para korban, tenaga medis untuk pindah ke tempat yang lebih aman, dikarenakan tempat mereka yang dia tempati sekrang sudah banyak pohon yang tumbang belum lagi suara gemuru longsor.

__ADS_1


"Bay, gimana ini?Kapten belum ada disini, mana mungkin kita meninggalkannya,"ucap Dayat.


"Iya apa lagi aku juga lihat Kapten pergi bersama Dokter Keira lagi,"ucap Hendru.


Dan ada seseorang yang memotong pembicaraan mereka.


"Keira bersama Arjuna?dia kemana?"tanya Gavin yang mendengar pembicaraan tentara.


"Saya tidak tau dok, saya tidak melihat jelas mereka kemana, yang saya tau mereka pergi berdua,"ucap Hendru.


"Sebaiknya kita sebagian mengamankan para korban dan tenaga medis yang lainya sebelum terjadi korban jiwa kita harus mencari tempat yang aman dulu dan sebagaian lagi mencari Dokter Keira dan Kapten Arjuna,"ucap salah satu polisi yang ternyata Alfi.


"Ok baiklah kamu benar juga Grup A yang terdiri dari 15 orang menevakuasi para korban dan tenaga medis, Grup B silahkan evakuasi tenda-tenda dann barang yang masih bisa diselamatkan dan Dayat, hendru silahkan ikut saya mencari Dokter Keira dan Kapten Arjuna,"ucap Bayu.


Alfi pun meninggalkan mereka dan memerintahkan anggotanya mencari tempat yang aman, sedangkan Bayu dan Dayat ingin mencari Keira dan Arjuna.


"Tunggu saya ikut, takut ada hal buruk yang terjadi dengan mereka,"ucap Gavin yang membawa tas medis yang berisi alat dan obat.


"Baiklah dok, ayo pergi sekrang,"ucap Bayu.


"Bayu,Dayat dan Gavin terus mencari keberadaan Arjuna dan Keira, guncangan gempa semakin bergetar sangat hebat.


Arjuna merasakan geteran gempa sangat hebat ini, dia pun langsung berbalik arah untuk mencari Keira, ia begitu sangat terkejut melihat Keira yang hanya diam saja sedangkan pohon dan ranting berjatuhan disana, tepat saat ranting ingin terjatuh yang lumayan sangat besar yang hampir mengenai Keira dengan sigapnya Arjuna menghalangi dan melindungi tubuh Keira.


"Ira Kamu ingin mati?ayo pergi"ucap Arjuna menarik Keira, namun Keira masih saja terus menangis dan tidak bisa bergerak , karena sudah tidak ada waktu dengan cepat Arjuna mengendongnya, dan membawanya ketempat yang lebih aman, dan sykurlah gempa sudah berakhir, Arjuna pun menurnkan Keira dan duduk bersamanya.


"Keira kamu kenapa sih?"tanya Arjuna yang sangat heran dengan keadaan Keira yang ketakutan menangis seperti merasakan begitu kesakitan.


Keira hanya diam saja dia tidak menjawab sama sekali pertanyaan Arjuna seperti bisa dia hanya bisa diam menangis.


"Apa kamu terluka lagi?atau kaki mu sakit lagi?


Keira hanya diam saja tak seperti biasanya dia sangat cerewet, Arjuna sangat bingun melihatya.


"Kapten terluka ya ampun maafin aku yah Kapten,"ucap Keira yang terdasar melihat adanya darah.


"Biasanya hanya luka kecil.


"Maafin aku gara-gara aku Kapten terluka,"ucap Keira langsung mengobati Arjuna dengan peralaan seadanya sambil menangis.


"Yang terluka aku mengapa kamu yang nangis kesakitan.


"Maaf yah Kapten gara-gara aku Kapten jadi terluka gini,"isak Keira.


"Lagi pula kamu kenapa hanya diam saja disana, emang kamu pengen mati atau gimana Ira?"tanya Arjuna.


"Kejam bangat sih kalo kamu ngomong.


"Yah maaf, lagian kamu kenapa sih hanya berdiam saat terjadi gempa bukan nya lari kamu malah menangis. Apa kaki mu sakit sampai-sampai kamu tidak bisa jalan?

__ADS_1


__ADS_2