Loreng Hijau & Jas Putih

Loreng Hijau & Jas Putih
Bab 11


__ADS_3

Keira pun juga keluar langsung berlari mengejar Arjuna, dia merasa sangat-sangat kesal dengan tindakan nya yang selalu mengatakan ceroboh, Keira melihat ke arah kaca jendela ternyata Arjuna sudah keluar dari rumah sakit dan mengarah ke parkiran melihat itu Keira mempercepat lari nya untuk menghampiri Arjuna.


"Heh Kapten Sombong, belagu,"teriak Keira, Arjuna memutar badan nya melihatq dengan malas ke arah siapa yang memanggilnya.


"Kapten yang terhormat kamu itu sebenarnya ada dendam apa sih sama saya?"tanya Keira, namun Arjuna hanya acuh lalu melangkah meninggalkan Keira menuju mobilnya, Keira pun langsung menghadang jalan nya.


"Tunggu dulu dong, jawab dulu kamu sebenarnya ada masalah apa dengan saya sampai-sampai kamu benci dan dendam begitu, emang sebelumnya kita bertemu terus aku berbuat kesalahan fatal begitu?


"Arjuna tetap saja diam, tanpa mempedulikan perkataan Keira.


"Jawab dong Kapten Arjuna jangan diam saja atau kamu bisu yah!" bentak Keira.


"Saya ngga ada waktu untuk bicara gak penting sama kamu minggir,"ucap Arjuna menepis lengan Keira yang menghadangnya, tidak sampai disitu, Keira masih tetap kembali menghadangnya Arjuna.


"Gini yah Kapten, aku itu paling ngga suka jika ada orang bermasalah dengan saya, kalau kamu merasa ada masalah dengan saya, sebaiknya kita selesaikan baik-baik jangan sindir aku seperti bocah," ujar Keira.


"Itu gak penting, apa lagi dengan orang ceroboh seperti mu,"ucap Arjuna lalu mendorong Keira menjauh sehingga terjatuh.


Beruntung nya di parkiran sangat sepi karna belum ada pengujung dan pasien yang akan berobat jalan sampai pada akhirnya seorang wanita paruh baya datang.


"Arjuna," panggil Mama Arjuna yang ternyata ada di belakang Keira.


"Ma-Mama", ucap Arjuna kaget melihat kehadiran mama nya, sepertinya dia menyaksikan pertengkaran mereka.


Mama Arjuna langsung menghampiri Keira, dan membantu nya untuk berdiri.


"Kamu tidak apa-apa nak?" tanya Mama Arjuna.


"Aku Gapapa tante" jawab Keira.


"Juna! kamu ini yah sangat keteraluan, tadi mama lihat kamu mendorong gadis ini sampai dia terjatuh, Mama tidak perna mengajarkan kamu untuk bersikap kasar terhadap wanita, Tentara macam apa kamu berprilaku kasar seperti itu," ucap mama Arjuna


"Tante, aku ga apa-apa," ucap Keira menenangkan emosi Mama Arjuna.

__ADS_1


"Kalian pacarnya kan, sampai-sampai bertengkar dengan pacar kamu  ini, sampai-sampai kamu mendorongnya kan?" tanya Mama Arjuna tiba-tiba.


"Bukan" ucap mereka bersamaan.


"Eh iya sih mana mungkin ada gadis secantik kamu, mau berpacaran dengan tentara kasar seperti ini, ayok kita masuk ke rumah sakit nak, tangan dan lutut mu seperti nya terluka, sebaiknya segera diobati," ajak Mama Arjuna.


"Ngga usah tante, ini cuma luka kecil saja, diberi plaster udah sembuh kok, kalau gitu saya pamit yah tante," ucap Keira berpamitan


"Eh tunggu nak, kamu ingin masuk ke dalam kan, kita barengan aja masuknya, soalnya Tante mau kontrol kesehatan, tante punya anak cowo tapi mana peduli dengan kesehatan tante," ucap Mama Arjuna melirik je arah Arjuna.


"Ma!" bentak Arjuna.


"Boleh tan, kebutulan saya dokter disini nama saya Keira, tante ada keperluan apa dan siapa dokter yang menangani tante?" ucap Keira sambil berjalan masuk ke rumah sakit bersama mama Arjuna.


"Wah ngga cuma cantik, ternyata kamu Dokter juga. Wajah kamu mengingatkan sahabat tante tapi siapa yah," ucap Mama Arjuna lalu mereka pun mengbrol seperti orang yang sudah sangat mengenal lama.


"Ma, kan ada Gavin. Mama kontrolnya sama dia ajah yah seperti biasa.


Mama Arjuna pun melihat Gavin dan menoleh kembali pada Arjuna. "Apa sih kamu peduli apa kamu sama Mama, pokoknya Mama mau sama Dokter Keira, kamu lihat tu Gavin lagi sibuk banget," ujar Mama Arjuna.


"Gapapa, tante tunggu saja sebentar lagi Dokter Gavin akan selesai, saya ngga bisa menangani seorang pasien yang sangat ragu akan kemampuan saya.


"Siapa bilang nak Keira, tante gak ragu sama sekali kok, malah tante sangat percaya akan kemampuan kamu sebagai dokter, yok periksa anggap saja orang di samping tante ini ngga ada, atau anggap saja patung, kalau perlu anggap angin yang berlalu," ucap Mama Arjuna lalu masuk ke ruangan Keira.


Keira menatap Arjuna dengan sinis,"Aduh bagimana nih Kapten Arjuna yang terhormat? apa Mama kamu boleh saya periksa?" tanya Keira.


"Terserah kamu saja," jawab Acuh Arjuna lalu duduk diruang tunggu depan ruangan Keira.


Keira memulai memeriksa kondisi kesehatan Mama Arjuna, sampai beberapa menit kemudian akhirnya selesai.


Keira dan Mama Arjuna keluar dengan berbicara sambil tersenyum bahagia, Arjuna sama sekali sudah sangat lama sekali tidak perna melihat Mama nya tersenyum seceria itu. Dan matanya juga tak sengaja melirik ke arah Keira yang tersenyum lepas, senyuman nya yang sangat indah, bola mata coklat yang sangat cantik sampai membuat jantungnya berdetak tak karuan, kebetulan juga dia melihat lutut Keira menetes mengeluarkan darah oleh ulah nya yang mendoroang nya tadi, dia ingin meminta maaf tetapi gensi nya lebih tinggi dibandingkan rasa perhatian.


"Dokter Keira kalau begitu nanti tante boleh hubungi kamu kan untuk tanya-tanya soal kesehatan, dan makanan apa yang cocok buat kesehatan tante, biar tante nggak perlu bolak-balik lagi ke rumah sakit,"ucap Mama Arjuna.

__ADS_1


"Tantu boleh bangat dong tante dengan senang hati" ucap Keira.


"Tante pulang dulu yah, jangan lupa obati tuh kaki kamu," pamit Mama Arjuna.


"Iya Tante, Hati-hati yah Tan dan Kapten Juna," ucap Keira tersenyum kepada Mama Arjuna, lalu merubah ekspersi nya menjadi judes, dan sinis ketika melihat ke arah Arjuna.


"Kok sangat bedah yah antara mama dan anak nya, mama nya super ramah, baik, murah senyum lagi, sedangkan anaknya malah kasar, sok belagu, cuek, sombong, judes, dingin seperti kutup Utara Kenapa sih aku sial banget ketemu laki-laki yang satu tukang selingkuh yang satu lagi seperti itu.


Keira pun mengobati lukanya terlebih dahulu lalu melanjutkan memeriksa pasien yang datang untuk berobat. Pada saat Keira sudah selesai memeriksa pasien yang datang pada nya dia pun bersandarkan tubuh nya di kursi dan tiba-tiba suara hendpone Keira berdering dia pun segera melihat siapa yang menelpon setelah dia melihat ternyata Arion dia pun mengabaikan nya.


Berkali-kali Arion menghubungi tetapi Keira memilih tidak mengangkat sampai 25 menit  kemudian sebuh pesan whatapp masuk yang berisi.


"Keira, angkat telponku! Maafkan aku, katakan padaku apa yang harus aku lakukan untuk menebus semua kesalahanku padamu sayang? Tapi aku mohon pada mu Ira, jangan tinggalkan aku! Aku tak sanggup jika harus hidup tanpamu, kau adalah nyawaku!! sampai kapanpun tak akan perna terganti oleh siapapun!! hukumlah aku. Tapi aku mohon berikan aku kesempatan lagi.


"Maaf Ari waktu itu aku sudah memberimu kesempatan, tapi apa kamu dengan mudah nya melanggar, kamu kembali melakukan hal serendah itu, aku sudah memaafkan mu tapi untuk kembali dengan mu aku tak akan bisa, kamu sama sekali tidak mencintaiku tapi kamu hanya mencintai hartaku dan kekuasaan yang aku punya, dan terima kasih untuk lima tahun ini.


Keira pun memblokir nomor Arion dan kembali meneteskan air matanya.


Disisi lain, dalam mobil Arjuna.


"Jadi gimana Keira itu bukan pacar kamu Jun?" tanya mama Arjuna.


"Yah bukanlah Ma,"


"Lah terus kapan kamu mau nikah?ingat umur, sekarang udah mau 33 tahun loh udah kepala tiga letting kamu saja udah punya anak, nah kamu bujuangan lapuk. Mama, Papa udah tua, kapan kamu kasih menantu dan cucu buat kita?" tanya mama Arjuna.


"Nanti lah, Juna belum mikir kesana mah, lagian mama kan sudah ada cucu" Ujar Arjuna.


"Itukan anak dari Aditia, mama juga mau kamu kasik mama juga cucu dari anak kamu sandiri Arjuna, mau sampe kapan mama nungguh? atau sampe mama dan papa gak ada dan ngga bisa mendampingi kamu nikah, itu mau kamu Juna?


"Mah, mama jangan ngomong gitu dong, Juna belum nemu aja yang cocok.


"Alah sudah berapa kali kamu ngomong seperti itu tapi nyatanya nggak, mama juga sudah berapa kali kenalan anak perempuan teman-teman mama ke kamu, tapi gak ada satupun yang kamu suka, sebenarnya yang perempuan bagaimana sih yang kamu mau, dan mau sampai kapan?" elak Mama Arjuna.

__ADS_1


__ADS_2