Loreng Hijau & Jas Putih

Loreng Hijau & Jas Putih
Bab 18


__ADS_3

Ya Tuhan anak ini sehari saja tidak bikin orang khawatir, disana berbahaya banyak jurang, biasanya dia malas melalukan hal begini apa lagi jalanan licin dia kan sangat tidak menyukai jalanan yang kotor apa lagi kakinya sampe kena kotoran, nah ini malah pergi malah kelewatan rajin sampe mempertaruhkan nyawa.


Selesai mereka sarapan Arjuna memerintahkan Hendru membersikan tempat mereka dan memadamkan Api unggun setelah itu Arjuna pun mengajak Anggotanya dan Keira melanjutkan perjalanan, karena jalanan utama dia lewati semalam ditutup karna banyak pohon besar-besar yang tumbang mereka terpaksa mencari jalanan lain yang lebih jauh sampai ke tenda, Arjuna dan Anggotanya berjalan layaknya Tentara, langkah yang cepat dan besar, membuat Keira kewalahan dan kakinya mulai sangat sakit.


"Tunggu aku dong, bisa sih kalian jalanan nya jalan terlalu cepat aku ketinggalan jauh nih," teriak Keira.


Arjuna menoleh ke para Anggotanya dan memerintahkan mereka jalan duluan.


"Loh kok mereka pergi?" tanya Keira.


"Cukup aku aja yang mengimbangi jalan lambatmu itu, biarlah mereka pergi agar bisa sampai ke tenda pasti orang di tenda sangat kesulitan kamu tau Air disana tidak ada sedangkan para Anggota, tenaga medis maupun para korban butuh sarapan Pagi.


"Maaf aku merepotkanmu tapi kaki ku benar-benar sakit coba aja tidak sakit aku bisa mengimbangi jalan kalian, jadi maka dari itu Kapten yang mengendong aku lagi yah agar bisa sampai," pinta usil Keira.


"Jangan mimpi kamu Keira.


"Aku tidak sedang tidur Kapten kok Kapten bilang jangan mimpi aneh deh.


Namun Arjuna tidak mempedulikan candan Keira dia tetap melanjutkan jalannya dan tiba-tiba.


BURK!!


Seekor ular yang lumayan sangat besar baru saja jatuh dari atas pohon, tepat di depan Arjuna.


"Eh Kapten ada ular, aku takut gimana nih,"ucap Keira.


Aku melihat Arjuna entah kenapa dia terpaku terdiam seperti patung saat melihat ular itu, atau mungkin dia takut dengan ular.


"Diam dibelakangku Keira jangan banyak bergerak,"ucap Arjuna kepada Keira saat dia mau melangkah ke arah ular itu.


"Emangnya Kapten mau diam aja disini selamaya sampai ular itu memakan kita hidup-hidup aku sih ogah, aku belum menikah Kapten, aku juga belum keliling dunia gimana sih,"cerocos Keira.


"Keira buka mata mu lebar-lebar itu ular, bukan kuncing. Kamu tau ular itu berbahaya dan mengelikan,"ucap Arjuna.


"Pftrffff ternyata Kapten Tentara kejam ini takut dengan ular,"ucap Keira mentertawakan Arjuna.


"Keira diam ini bukan saat nya bercanda.


"Aduh Kapten tenang saja, biarkan Dokter Keira yang menyelamatkanmu," ucap Keira menangkap ular itu.


Keira memengan ular itu dan membawanya kehadapan Arjuna.


"Keira apa kamu lakukan buang ular itu, kamu jangan main-main seperti anak kecil, buang cepat," ucap Arjuna yang ketakutan melihat ular itu mengarah kepadanya.


"Ini lucu loh Kapten.


"Keira buang sekarang juga.


"Iya deh ular cantik, ular manis,ular baik jangan ganggu Kapten dia sedang ketakutan melihat mu huusshhh sana jauh jauh,"ucap Keira membuang ular kedalam lubang yang dalam.


"Kamu sama sekali gak takut ular?"tanya Arjuna.


"Hmm tidak, aku aja berani dengan singa," ucap Keira membersikan tangannya dengan menggunakan Hand Sanitizer


"Yah sudah sebaiknya kita melanjutkan perjalan kita.


Mereka pun melanjutkan perjalanan, Keira sudah berkeringat menahan sakit di kakinya.


"Kapten apa masih jauh, aku udah gak kuat lagi, kakiku sakit sekali," ujar Keira yang langsung duduk disebuah pohon yang tumbang.

__ADS_1


Arjuna ikut duduk disamping Keira dan memeriksa kaki Keira yang semula hanya terkilir, kini mejadi membengkak.


"Aku tidak bohong Kapten, kakiku sakit sekali.


"Mana peralatan medismu biar aku obati seperti Nya, perban di lehermu udah mulai kotor juga?


Disaat Keira mengeluarkan alat medisnya untuk menganti perban di leher nya, namun Arjuna segera menhambil ahli.


"Biar aku yang membantumu,"ucap Arjuna yang membuka perban Keira.


"Lukanya sudah mulai pulih," jelas Arjuna membersikan luka Keira dan membantu memasangkan perban baru kepada Keira.


"Makasih Kapten,"ujar Keira tersenyum kepada Arjuna.


Dan Degg Lagi-lagi Arjuna merasakan hal aneh didalam dirinya apa lagi melihat senyuman manis itu, ditambah lagi dia entah mengapa sangat menyukai gigi ginsul Dokter Keira, tapi Arjuna segera menepis perasaan yang aneh itu.


"Ayo sebentar lagi kita sampai,"ucap Arjuna mengulurkan tagannya bisa gila kalau dia terus menatapnya.


"Sini tasmu, biar aku bawain.


"Makasih yah Kapten.


Sementara itu anggota tentara lain sudah sampai di tenda, Gavin yang tengah sibuk mengobati para korban dia meliat tentara itu sudah kembali dia pun langsung menghampiri mereka dan mencari sosok Keira.


"Dokter Keira dimana?"tanya Gavin.


"Masih dibelakang Dok, Dokter Keira sepertinya tadi beristirahat sebentar bersama Kapten Arjuna, makanya tidak barengan dengan kita,"jelas Bayu.


"Ok terima kasih informasinya, kalian simpan kebutuhan Air kita buat keperluan memasak dan setelah itu kalian beristirahat.


Gavin pun terus menunggu kedatangan Keira 10 menit kemudian mereka pun muncul, Gavin langsung mengampiri Keira.


"Ira kamu kenapa, kamu terluka lagi?"tanya Gavin.


"Ngga ada kok Dok, aman dan terkendali. Iyakan kapten?"tanya Keira.


"Iya Vin, anak murid mu ini tidak apa-apa.


"Keira ikut saya sekarang," perintah Gavin kepada Keira.


Keira pun mengambil tas yang ada pada Arjuna,dan berjalan dengan tidak memperhaikan kakinya yang terluka saat menyusul Gavin, ke tenda medis.


"Keira bisa sih sekali saja tidak buat marah, kenapa kamu tidak izin langsung sama saya untuk masuk ke dalam hutan?"tanya Gavin.


"Maaf Dok, situasi kemaring memang sangat penting jadi tidak sempat mencari Dokter untuk meminta izin.


"Keira kamu tau betapa bahaya nya pergi kesana apa lagi bersama para tentara-tentara itu? mereka semua itu sudah dilatih sangat keras untuk menghadapi kondisi apapun, sedangkan kamu hanya seorang Dokter dan jika Daffa tau aku bisa dihabisi nya kamu tau itu Keira betapa sangar nya kedua kakak mu itu jika kamu sampai terluka," ucap Gavin penuh amarah.


"Iya Dok saya tau, maafkan saya,"jawab Keira tertunduk.


"Saya tanya sekali lagi, kamu ada hubungan apa dengan Arjuna?"tanya Gavin membuat Keira terkejut.


"Maksud Dokter Gavin apa yah, aku sama sekali tidak ada hubungan apa-apa padanya,"jawab Keira.


"Karna yang aku lihat kamu berdua kelihatan dekat sekali, atau kamu sengaja ikut dengan Anggota Arjuna semalam agar kamu bisa mendekati dan cari perhatian dengan Arjunakan?


"Cukup yah Kak Gavin, aku sudah bilang aku sama sekali tidak ada hubungan apa-apa dengannya, aku mau mendekati Arjuna sejak kapan aku mau mendekati apa lagi mencari perhatian, saya hanya mengangap mereka semua teman karena kita sudah mulai saling kenal,"ucap Keira yang mulai terpancig emosi dengan perkataan Gavin.


"Sebaiknya kamu jaga jarak dengan Arjuna," ucap Gavin yang pergi meninggalkan Keira.

__ADS_1


Kenapa sih dari dulu dia seperti itu sehari saja gak omelim oleh Kak Gavin, Dari tadi aku sengaja menyembunyikan kaki ku yang bengkak ini karena, Dia akan lebih Protectif dan ditambah lagi kalau dia sampai mengadukan hal ini kepada kedua kakakku bisa habis aku dimarahi kedua laki-laki ku itu.


Setelah selesai membersikan diri dan mengobati kaki nya, Keira kembali lagi bertugas untuk mengobati para korban yang terluka, tak ada henti-hentinya tenaga medis mengobati para korban hingga tak terasa hari sudah mulai malam, dan waktunya tenaga kesehatan bisa beristirahat sebentar.


Ashana yang melihat Keira yang telah selesai menunaikan Ibadah shalat Magrib pun menghampirinya


"Ira kamu yang bertugas gih untuk mengontrol para Tentara dan polisi itu, ini sudah waktunya mengontrol kesehtan mereka,"perintah Ashana.


"Duh han ngga deh, sebaiknya kamu suruh yang lain aja ya, aku cape nih.


"Tuhkan kambuh lagi malesnya, lagian juga kamu sudah kenal dengan mereka jadi santai aja,"ucap Ashana.


"Tumben kamu han, kan biasanya kamu suka modus, Tentara dan polisi disana banyak yang ganteng-genteng loh,"ucap Keira.


"Kayanya gak ada yang seganteng bang Daffa yang mirip opa Kim Taehyung, pergi sana gih nanti Dokter Gavin marah lagi padamu,"ucap Ashana.


"Mana mau kakak Daffa sama mu.


"Yah siapa taukan, nanti aku menjadi kakak Iparmu,"balas Ashana.


"Tau ah.


Dengan terpaksa Keira melangkah ke tenda para anggota tentara dan polisi, Ia memasuki tenda anggota itu dan ikut bergabung dengan Dokter lain untuk mengontrol para tentara dan polisi, suara bersorak dari dalam.


"Buset bada Bidadari memasuki tanda,"ujar salah satu polisi itu.


"Oh Bidadari jatuh dari surga dihadapanku, ujar salah satu Tentara itu.


"Aku rela sakit asal Dokter nya dia cok,"salah satu diantara mereka.


"Dan banyak pujian yang lain,


Tapi Keira sama sekali menghiraukan perkataan mereka semua dan segera mengontrol para anggota itu, meski ada banyak orang yang meminta kontak nya hp dia hanya mengabaikan nya.


"Dokter Keira, kamu tungguin satu tentara lagi yah kamu kan telat tuh datangnya, kita udah selesai dan belum juga makan malam dan istirahat,"pamit rekan Dokter lalu pergi meninggalkan Keira sendiri.


Dasar mereka pikir aku sudah istirhat dan makan malam apa?enak saja menyuruhku menunggu.


Keira pun pergi kehadapan Bayu dan bertanya padanya siapa yang belum diperika.


"Bay siapa yang belum diperika kesehatan sih aku cape bangat,"ucap Keira.


"Sepertinya Kapten Arjuna Dok, sebentar lagi datang kok, atau tunggu sebentar lagi biar aku menyuruh Anggota lainnya keluar untuk memanggilnya, tak lama menunggu Arjuna pun datang.


"Cepat periksa,"ucap Arjuna.


Keira pun mengontrol kondisi Arjuna.


"Apa kamu sudah malam?


"Belum sempat.


"Makanya jangan sampai telat makan,Kapten itu punya riwayat Magh.


"Udahkan?"ucap Arjuna pergi meninggal Keira.


"Dasar Kapten jutek,"guman Keira.


"Bay aku pamit yah jangan lupa obatnya diminum,"ucap Keira.

__ADS_1


"Iya Dok siap.


Lalu Keira kembali ke tenda medis akhirnya Keira bisa makan dengan tenang setelah itu dia merebahkan tubuhnya,ia baru saja memejamkan mata untuk beristirahat, ponselnya sudah berbunyi dan itu sangat menganggunya, saat ia lihat nama panggilan itu, Keira langsung mengangkatnya.


__ADS_2