Loreng Hijau & Jas Putih

Loreng Hijau & Jas Putih
Bab 8


__ADS_3

Bodyguard Daffa dan Arjuna, Gavin pun menghampiri nya.


"Ada apa ini?" ucap Gavin memecahkan kericuhan antara Bodyguard Daffa, Keira dan Arjuna.


Arjuna mendorong Keira ke arah Gavin.


"Lihat Dokter Keira dia sangat ceroboh, dan sakit-sakitan dibiarin kerja, Dokternya sakit, gimana mau membantu pasien untuk sembuh?" bukannya sembuh malah nularin virus nanti, bukan nya membantu pasien sembuh, malah tambah sakit pasiennya kalau dokternya macam begini," ngoceh Arjuna.


Gavin mengerutkan keningnya dan menatap Keira "Keira kamu sakit?


"Nggak Dok," jawab Keira.


"Dia mau hampir pingsan saat menurungi tangga, masih saja berbohong, urus dengan benar Dokter yang satu ini. Dia sangat menyusahkan, ceroboh, sakit-sakitan," ucap Arjuna lalu meninggalkan Gavin dan Keria berserta bodyguard Keira.


"Ira benar apa yang Arjuna katakan, kamu sakit?


"Aku tadi sudah bilang pada saat diruangan Bayu, aku terjaga sampai pagi untuk mengontrol kondisi Bayu, karna Ashana sedang dikampung, tidak ada Dokter jaga malam itu selain aku karna dokter Gavin tau sendiri Ashana dinas malam. dan berhubung dia belum balik juga makanya aku bertukaran Sift dengan nya, aku sangat lelah ditambah hukuman dari kamu, aku belum makan dari semalam, aku belum minum makanya aku sedikit pusing," maki Keira.


"Maafkan saya Keira, sebelum asam lambung kamu kambuh, sebaiknya kamu makan, habis itu pulang dan beristirahatlah, apa yang dikatakan Arjuna benar, bagaimana mau membantu pasien kalau Dokter nya juga sakit," ucap Gavin.


"Baik," Keira pun langsung menghilang dari hadapan Gavin.


Bodyguard Keira pun berpamitan dengan Gavin sebelum berpamitan, Gavin menitipkan pesan agar menjaga Keira dengan baik.


Disisi lain Keira berlari mengejar Arjuna, dia masih sangat kesal dengan tindakan ikut campur nya, ternyata Arjuna sudah keluar dari rumah sakit dan sedang menuju ke parkiran.


Melihat itu Keira berlari untuk menghampiri Arjuna.


"Hei Kapten sombong," teriak Keira, Arjuna pun memutar badan nya melihat ke arah siapa yang memanggilnya.


"Kamu kenapa sih? kamu ada dendam apa sih sama saya?" tanya Keira, namun Arjuna acuh dan melanjutkan langkahnya kembali, sontak Keira langsung menghadang jalan Arjuna.


"Emangnya kita perna ketemu sebelumnya? kenapa kamu seperti sangat membenci sekali terhadapku Kapten, apa kesalahanku, apa perna aku menyakitimu, atau menyakiti Sodaramu? sampai-sampai kamu sangat membenciku jawab Kapten punya mulut ngga sih!" bentak Keira.


"Saya ngga ada waktu untuk bicara gak penting sama kamu, apa lagi orang sangat ceroboh seperti mu" jawab Arjuna menepis kasar lengan Keira yang menghalang jalanya, tidak sampai disitu, Keira tetap saja melanjutkan menghalang Arjuna, dia tidak bisa menerima semua perlakuan Arjuna tehadap ikut campur nya itu.


"Hei Kapten sombong, sok belagu, gini yah Kapten Arjuna yang terhormat, aku paling ngga suka kalau ada bermasalah dengan orang lain, apa lagi masalah yang tidak jelas asal usul nya, kalau kamu merasa ada masalah sama aku, ayo sebaiknya kita selesaikan baik-baik, jelaskan di mana letak kesalahan ku, jangan sampai berlarut seperti ini dong, apa lagi ngatain aku Dokter ceroboh, Dokter nggak profesional lah," ngoceh Keira.


"Gak penting cerewet amat jadi cewe," ucap Arjuna mendorong Keira dan Arjuna pun menaiki mobilnya dan pergi.


"Dasar Kapten sialan!" teriak Keira kesal.

__ADS_1


Keira pun segera bangun dan menghubungi Bodyguard B, menyuruh nya ke parkiran dekat pintu keluar, satu menit kemudian Mobil BMW berwarna biru telah sampai didepannya, Bodyguard C langsung turun dan membuka kan pintu buat Keira.


Saat sudah meninggalkan Rumah sakit, Keira yang merasakan haus karna belum sempat kekantin pun menyuruh Bodyguard singgah di pitzza HUT, 25 menit kemudian akhirnya mereka sampai.


"Aku duduk di pojok jendela pesankan aku pitzza Pepperoni dan minumannya Green Tea Shake, dan bungkuskan Dimsum pizzah, Splitza untuk di bawa pulang kalian juga pesan apa yang kalian mau, aku yang teraktir," ucap Keira.


"Benar Nona?" tanya Bodyguard B.


Keira mengeluarkan kartu berwarna hitam tanpa batas limit lalu menyerahkannya ke bodyguard B.


"Benar tapi bawakan dulu pesananku, aku sangat lapar


"Terima kasih Nona... Baik Nona.


Keira duduk di dekat jendela memandangi mobil yang lalu lalang, betapa sibuknya kota Jakarta ini, Keira pun menoleh ke hendpone nya lalu mencoba menghubungi Arion tapi tak perna di angkat, di chat pun tak di balas, semenjak kejadian itu Arion tak pernah mengangkat telpon atau membalas pesanya.


Tak terasa aromah makanan yang membuat Keira tersadar dari lamunannya.


Bodyguard B menyimpan makanan di meja dan menyerahkan kartu atm yang tadi diberikannya, "Nona ini makanan nya dan ini kartu nya.


"Apa ka kalian sudah pesan juga?" tanya Keira.


"Sudah Nona.


...


Sebelum Keira memegang kenop pintu, pintu itu telah dibuka dari dalam dan berjejer para pelayan berpakaian seragam yang membungkukkan badan.


"Kenapa kalian seperti ini lagi?" tanya Keira.


"Perintah Tuan Daffa Nona," ucap Bibi Aida.


"Aku sudah bilang jangan seperti ini terhadapku, aku tidak menyukainya.


"Maaf Nona jika kami tidak melakukannya Tuan Daffa akan memecat kami," jawab Bu Aida.


"Kak Daffa mana?


"Tuan ada di kamarnya Nona.


Keira menyerahkan Jas putih kepada Bi Aida, "Tolong cuci dengan bersih, dan kamu Tika ambil makanan yang di bawa Bodyguard B dan segera Anter ke ruangan Kakakku," ucap Keira.

__ADS_1


"Nona apa ada lagi?" tanya Bi Aida.


"Suru Bi Tuti bawakan cemilanku, dan Jus Alpukat ke kamarku.


"Baik Nona.


Keira pun menaiki anak tangga dan pergi keruangan Daffa, Keira menekan tombol didekat pintu lalu menekannya.


"Kak Daffa, buka kan pintu.


Tak lama pintu pun terbuka dengan sendirinya.


"Tuan putri kesayanganku akhirnya kamu pulang juga, sini duduk di depan ku dan bacalah ini," ucap Daffa yang menunjukkan berkas yang ada di meja.


Keira pun duduk dihadapan Daffa lalu membacanya sangat teliti, Keira mengerutkan keningnya ia menatap Daffa.


"Kak aku tak perna mendatang tangani berkas ini, aku nggak perna ke perusahaan cabang kak, berkas ini salah, di lembaran kedua juga salah kak ini sangat merugikan kita perusahaan kita kak, aku tidak pernah mengeluarkan dana sebanyak ini tanpa memberi tau kakak Daffa atau pun kak Daffi.


Daffa mengerutkan dahinya menatap Keira, "Apa itu benar kamu tak perna mentanda tangani nya?


"Kak benar kak, atau gini kakak hubungi Arion aku pernah nggak datang ke perusahaan, atau hubungi orang kepercayaan kakak saja, kapan dimana dan mengapa aku bisa di sana dan bukti nya mana.


"Aku tak akan menghubungi nya, tapi kita besok pagi akan ke Surabaya.


Pada saat mereka berbincang ada suara Tika, Keria pun ke pintu dan membawakan Pitzza yang tadi dia beli, Karena Ruangan Daffa, Daffai mau pun Keira tidak ada yang boleh masuk, kecuali Mereka bersodara dan Bi Tuti, dan Bi Aida Orang sejak lama berkerja disini sewaktu mereka masih kecil itu pun untuk membersihkan ruangan saja.


Daffa yang mencium aromah makanan yang dibawa Keira, seketik perutnya pun langsung kelaparan.


Daffa pun langsung menyantap makanan, dan milirik Adiknya, apa kamu mau?" tanya Daffa yang masih menyantap pizzah itu.


"Aku sudah makan tadi kak, makanya aku bungkusin makanan Favorit kk.


Kakak aku ke kamar dulu yang badan Keira bau," ucap Keira yang mencium bajunya.


"Iya pantesan ada bau amis dari tadi, ternyata kamu yang bau, aku kira ruangan kakak yang belum di bersikan," ucap Daffa menledek.


"Iii... kak Daffa, bay aku ngga mau ngomong.


Keira pun meninggalkan ruangan Daffa dan, segera kekamar nya.


Di sisi lain Arion terus saja mencuri data perusahaan dan mengambil uang buat dia gunakan untuk bisnisnya sendiri.

__ADS_1


Keria telah selesai membersihkan diri dan membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur besar.


Menatap langit-langit kamarnya yang sangat indah, dan terus memikirkan perkataan Daffi, agar mengakhiri hubungannya dengan Arion.


__ADS_2