
Setelah merasakan kebahagian yang tidak pernah ia bayangkan Delima sekarang bangun lebih cepat. Untuk menyiapkan sarapan untuk Younggo karena ia tau posisinya sekarang adalah tunangan Younggo. Jadi mau tidak mau Delima harus berubah sikapnya agar tidak terlalu manja.
Setelah menyiapkan sarapan, Delima pun langsung pergi kekamar Fathur untuk memandikan adik kesayangannya.
"Fathur, bangun kita siapsiap kesekolah lagi yuukk sayang." Delima membangunkan Fathur sambil mencuil-cuil pipi Fathur yang tembem.
Tak lama kemudian akhirnya Fathur pun bangun dan langsung di mandikan oleh Delima. Walaupun ada bi inah tugas yang memandikan dan menyiapkan sarapan tetaplah Delima. Ia tidak ingin adiknya kenapa-kenapa, walaupun kak Aldo memberikan tugas kepada bi inah Delima membantahnya.
Delima sangat menyayangi Fathur seperti kak Aldo menyayangi nya. Tanpa adanya Fathur rumah terasa sepi. Fathur yang memiliki sifat pencicilan lari kesana kemari sehingga membuat orang rumah tertawa melihat tingkahnya.
Setelah Delima menyiapkan Fathur untuk berangkat kesekolahnya, Delima pun seperti biasa membangunkan kakaknya. Kebiasaan ini sudah dilakukan oleh Delima sejak orangtuanya masih ada.
Akan tetapi....
"kak al...
"loh kakak gak ada?
"udah pergi duluan?
Segera Delima membuka handphonenya, ternyata ada pesan dari kakaknya.
"dek, kakak gak pulang, kakak tadi malam tidur di apartment, nanti kamu langsung aja pergi tanpa menunggu kakkak ya."pesan singkat dari kak Aldo.
__ADS_1
Tanpa membalas pesannya Delima pun segera pergi kekamarnya untuk bersiap-siap.
Tak lama Delima bersiapsiap, ia pun langsung meminta bi inah mengantar Fathur kesekolahnya, dikarenakan pagi ini ia pergi bersama Younggo.
Yang mana Younggo sudah menunggunya di ruang tamu bersama Fathur.
"bi inah aku pergi sama Younggo, bi inah pakai mobil yang satunya aja lagi ya, soalnya udah mau telat Fathurnya"
"baik non" bi inah pun segera mengambil Fathur dari Younggo.
Sebelum berangkat Delima pergi kedapur dahulu untuk mengambil sarapan yang ia buat dan mengambil satu sarapan nya sambil digigit dan berjalan menuju Younggo.
"yukk" Delima sambil kepayahan.
"secara langsung pun Younggo mengambil tas Delima.
"samasama" Younggo pun merangkul sambil membawa tas Delima.
Didalam mobil...
"hari ini aku buat sarapan khusus untuk kamu"
"ohh iya, makasih yaa, tadi aku juga gak sempet sarapan karena bangunnya telat." menoleh sekilas kearah Delima
__ADS_1
"uuuuu, kasihannya, sini aku suapin" Delimapun mengambil makannya dan menyuapi Younggo.
"waahh enak bangettt" Younggo kegirangan.
"sini sini, masak makan begitu aja belepotan" Delima sambil membersihkan sisa makanan yang ada di bibir Youngoo. Delima pun terdiam karrna jantungnya berdegup kencang.
Spontan Younggo pun meraih tangan dan mencium tangan Delima.
Delima tersipu malu atas perlakuan yang diberikan Younggo, hal ini sudah sering di lakukan oleh Younggo tapi baru kali ini ia merasakan jantungnya hampir mau copot.
Sesampainya disekolah, mereka sedang mesra nya jalan berdua menuju kelas Delima, tibatiba ada seorang cewek yang merangkul tangannya Younggo, yakni Jesi anak orang kaya no. sembilan didalam Negeri.
"lu apaaapan sih" risih Younggo.
"loh, kamu kan tunangan aku Younggo, kamu tau itu bukan" masih memegang lengan Younggo.
"mimpi banget sih lo, aku udah tunangan bersama Delima, jadi lu jangan menghayal deh" menjaga jarak dengan Jesi.
Delima hanya merespon sinis melihat Jesi yang begitu dekat dengan Younggo.
"oh dia yang satu kelas bareng kamu itu kan? sedekat itu kah kamu bersamanya?" hati Delima merasakan sakit.
Delima pun meninggalkan Younggo, tapi jalannya pun berhenti karena Younggo menahannya. "itu gak seperti yang kamu bayangan Del" tangan kirinya menahan lengan Delima dan tangan kanannya menyelipkan rambut di telinganya.
__ADS_1
"jangan cemberut gitu dong, percaya sama aku okai"
"iya udah kamu masuk kelas sana nanti aku tunggu di kantin okai." Younggo pun mendorong Delima masuk kekelasnya.