
Setelah mengetahui usaha yang dilakukan oleh verel tak ada artinya di mata delima. Verel memutuskan untuk pindah keluar negeri untuk memulai hidup yang baru dan melupakan semua kenangan bersama delima. Walaupun berat verel harus ikhlas dengan apa yang terjadi.
"Eh del" rahmi mengejutkan delima
"kaget guaaaaaaaa, gilak lu yaaaa" sambil mengelus dadanya.
"sorry, sorry. kemana aja lu?"
"ada urusan. jadi maklumin aja ya"
"oiya, 1 bulan lagi mau ujian akhir semester"
"iya gue tau, gue udah dapet informasinya"
"gak kerasa yaaa, udah mau kelas 12 aja, kemarin juga baru masuk"
"iya, terasa cept perputaran waktunya sekarang. udah bel tuh yuk masuk kelas".
"ehh, younggo mana?" sambil menghentikan delima
"dia di rs, sakit garagara gue"
"what? lu apain dia del?"
"ih kepo banget lu, tuh wali kelas udah OTW kelas"
"ih gak asik lu del"
Setelah 4 jam pelajaran pertama delima pun dipanggil oleh wali kelasnya untuk segera keruangannya.
Diruang walikelas delima.
"del, sebentar lagi mau ujian akhir semester. jadi kurangkurangi bolos nya"
"lo buk, bukannya sekolah ini sekolah bebas aturan yah? kenapa tibatiba saya di suruh mendadak rajin."
"delima, saya tau kemampuan kamu, walaupun kamu cerdas. absen kamu sudah banyak yang bolong."
"buk, disekolah ini absen tidak di pertaruhkan atas nilai siswanya ya buk. sejak kapan sekolah ini absen jadi pengaruh ke nilai. walaupun saya libur, saya tidak melewatkan sedetikpun informasi atau pelajaran yang ada disekolah ini buk."
__ADS_1
"ya saya tau, kamu tidak kudet informasi. Tapi delima ini juga untuk kebaikan kamu"
"Keluarga saya saja tidak pernah melarang saya. kenapa anda jadi melarang saya?"
"delima cukup. kamu keterlaluan" sambil menampar delima.
delima menahan amarahnya dan beranjak keluar dari ruangannya.
"Del, kamu mau kemana?" rahmu yang menyaksikan hal itu mengejar delima.
Karena delima berlari terlalu cepat, rahmi pun kehilangan jejak delima.
Delima suka menghabiskan waktunya berada di atap. Delima menangis sejadi-jadinya.
Tibatiba handohone delima berdering.Spontan delima menghapus air matanya.
Tertera "Oppa" dihandphonenya.
"dek, kamu baik-baik aja kan?"
"hmmm"
"dek, kamu dimana? oppa di sekolah kamu ni"
"ngapain oppa kesekolah" suara delima berat.
"cepat keruangan kepala sekolah, oppa tunggu kamu, oke".
"iya oppaa".
Diruang kepala sekolah..
"Aldo, tibatiba saja kamu kesekolah, tanpa mengabari saya dahulu".
"Nanti saya bicarakan, tunggu adik saya dulu"
"apa? aldo ada adik?" guman kepala sekolah.
"iya adik saya, tak perlu panik".
__ADS_1
memang tak ada yang tau kalau aldo memiliki adik perempuan disekolah tersebut, walaupun aldo sering menjemput delima. mereka tidak menyadari dan beranggapan bahwa delima tidak ada ikatan apa apa dengan aldo.
Tok... toookk.
"masuk"
Delima pun masuk
"oppa ngapain kesini?"
"saya tidak mau membuang-buang waktu berharga saya untuk menghancurkan orang yang tidak memiliki perasaan"
"maksud anda?" ujar kepala sekolah gugup
"lihat wajah adik saya. matanya merah habis menangis dan terlebih lagi pipinya merah bengkak"
"maaf, saya tidak tau"
"segera pecat orang tersebut. jika dia tak ingin lebih menderita lagi"
"baik."
"saya pamit dulu"
walikelas delima pun langsung masuk keruangan kepala sekolah.
"maafkan saya tuan, saya tidak sengaja".
"kali ini kamu tidak sengaja, besok-besok kamu akan srngaja melakukannya. saya membesarkan ia dengan penuh kasih sayang. sedangkan anda, seenaknya saja menampar pipi cantik adik saya"
"maaf tuan, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi".
"harusnya anda meminta maaf kepada adik saya, bukan kepada saya. sudah saya muak lihat anda, mendidik bukan begitu caranya"
"maaf tuan" sambil memegang kaki aldo
"sudahlah saya muak dengan anda".
"oppa jangan begitu, kasihan dia" membangunkan wali kelasnya tersebut.
__ADS_1
spontan aldo menarik tangannya hingga membuat wali kelasnya tersungkur.
"jangan kotori tangan mu dengan orangorang seperti dia. bila perlu kamu pindah dari sekolah ini" aldo pun membawa delima keluar ruangan tersebut