Love Story Delima

Love Story Delima
Ulah Oppa


__ADS_3

Setelah mengetahui bahwa ada cewek yang mengganggu hubungan adiknya dengan Younggo, tidak segansegan Aldo langsung memberikan peringatan kepada keluarga cewek tersebut.


Aldo tidak perduli atas apa yang akan menimpa keluarganya. Aldo hanya mementingkan dan mendahulukan kebahagian Delima.


"Ada apa pak saya disuruh datang kemari?" ujar pria baru baya tersebut dengan gemetar, tak lain orang tuanya jesi.


"Anda ingin usaha bisnis lancar atau bangkrut?" Tegas Aldo.


"Saya mau usaha saya lancar pak" tertunduk pria tersebut


"anda jangan menunduk saya tidak akan makan anda. anda tau kesalahan apa yang anda perbuat?" ujar aldo.


"saya tidak tau pak"


"tolong didik anak anda dengan baik. dan segera pindahkan anak anda sejauh mungkin. anda tidak tau kalau adik sayang sudah tunangan dengan Younggo?"


Pria tersebut sadar setelah Aldo menjelaska secara tajam kepadanya.


"ba.. baik Pak, saya akan segera memindahkan anak saya sejauh mungkin dengan keluarga bapak." jawab gemetar pria tersebut.


"bagus, anda hanya memiliki waktu 12jam dari sekarang. apabila anda melewati waktu tersebut, siapsiap saja keluarga anda akan hancur. dan satu lagi saya tidak perduli orang kaya berapapun anda ada di negeri ini" Dengan nada tinggi Aldo berbicara sehingga membuat pria tersebut kehilangan nyali.


"baikpak. saya pergi dahulu"


Tak lama pria baru baya itu pergi. Aldo mendapatkan telfon dari Delima.


"Oppa, haruskah aku percaya Younggo?"


"kenapa kamu tibatiba nanya begitu dengan Oppa? ada apa?" Aldo purapura tidak tau apa yang terjadi kepada adiknya.

__ADS_1


"Younggo sudah bertunangan dengan wanita lain"


"yang bener? kamu gak boong?"


"Oppaaaaa, seriusss dong, aku lagi sebel ini"


"ya udah deh, males aku telfon oppa kalau begini responnya, bai"


Delima pun mematikan telfonnya dan segera menyelidiki prihaal tentang keluarga jesi tersebut.


Delima terkejut ada artikel tentang keluarganya yang mendadak pindah dan tidak menetap lagi di indonesia.


"aku tau ini kerjaan siapa. pasti ulahnya Oppa." Guman delima dan langsung menelfon Oppanya kembali.


"Terimakasih Oppa"


"atas?"


"iyaiyaaaa, terus kamu gak mau kasih oppa hadiah?"


"okeokee, oppa mau apa?"


"nanti temeni oppa ya. pulang sekolah oppa jemput"


"kenapa gak nanti malam aja sih"


"eh kok pakai nawarnawar, mau ngak? kalau gak ntar oppa pergi berdua fathur aja"


"okeoke aku ikut" pasrah delima.

__ADS_1


"sampai jumpa nanti dek" dan langsung mematikan telfonnya


"gue baru sadar kalau verel hari ini gak masuk. dia kemana ya? apa dia sakit? kenapa gue malah mikirin dia sih. sadar dong Del, lu udah punya younggo juga." guman hati Delima.


"anakanak minggu depan kita uts yah" ucap walikelas Delima.


"yaaah cepet banget sih buu" sorak anakanak


"udahudah ini udah bulan berapa coba, jangan lupa belajar okai jangan buat kecewa ibu lagi oke"


"baik buu" sorak anakanak kelas


bel pulang pun berbunyi.


"karena kita udah tunangan sekarang aku gak mau manggil nama kamu lagi, aku mau manggil kamu quuen" sambil merangkul delima menuju parkiran.


Delima merespon dengan anggukan


"aku hari ini pulang bareng Oppa ya, soalnya tadi dia minta temeni kemana gitu" melihat kearah Younggo


"pokoknya hatihati yah, ntar hubungi aku yah" sambil mencium keningnya Delima.


Delima merespon dengan anggukan dan memegang tangan Younggo yang ada di pundaknya.


"itu kak Aldo udah sampai" menunjuk ke arah kak Aldo.


"oppa" sambil melambai kan tangannya kearah Aldo.


"kita pergi dulu younggo" ucap aldo sambil membukakan pintu untuk Delima.

__ADS_1


"iya kak, hatihati" sambil memberikan kode kearah Delima untuk segera menghubunginya.


__ADS_2