

Setelah sibuk dengan acaranya Delima baru sempat menghampiri kakaknya yang sejak tadi menunggunya gerbang taman.
"Kakak"panggil Delima.
"Selamat ya dek" sambil melebarkan tangannya untuk memeluk adik kesayangannya.
Delima pun mendusel di dada kakaknya.
"manja banget sih, udah punya tunangan juga dek"sambil merapikan rambut Delima yang kusut.
"ih kakak ini" memeluk sambil melihat kakaknya
"berubah dek. jangan manja terus, kasihan tuh Younggo, manjain kamu terus" melihat adiknya yang masih memeluk pinggang nya.
"kakak kan tau aku memang begini orangnya. kakak udah gak sayang aku lagi ya" cemberut Delima.
"Tentu kakak sayang sama adek dong, kamu kan adik kesayangan kakak, gemes kakak lihat kamu begini" sambil memeluk adiknya.
"Fathur mana kak?" tanya Delima yang sedari tadi tidak melihat Fathur.
"Itu sama bi inah dia makan cake" menunjuk ke arah meja cake.
"aku kesana dulu ya kak" berjalan ke arah Fathur.
"Bi, Fathur sama aku aja ya, bibi cicipi saja hidangannya gak papa kok bi"
"aduh non, jangan, saya kesana aja ya non" buruburu bi inah pergi.
Setelah menungumpulkan makanan yang ingin Fathur makan, Delima membawa fathur ke kursi yanga da ditaman agar Fahur lebih leluasa menikmati makanannya.
__ADS_1
Ketika sedang menikmati makanannya Fathur tidak sengaja menumpahkan air yang sedang ia pegang, sehingga baju Fathur kotor.
"Aduh dek hatihati dong" sambil membersihkan jas yang dikenakan Fathur yang tidak menyerap air itu.
Tibatiba Younggu datang dan memeang rambut Delima yang terurai agar tidak berantakan.
"udah malam ni yuk pulang aku antar"
"aku bisa pulang sama kak aldo kok" masih membersihkan jas Fathur
"iya udah ayok aku antar kamu kemobil, ntar kamu masuk angin lagi" Younggo sadar baju Delima tanpa lengan, dan langsung menggendong Fathur membawanya ke dalam mobil.
"kak Aldo ayuk pulang" pinta Delima.
"iya dek duluan aja kakak masih ada urusan ni, Younggo tolong antarkan Delima dan Fathur ya" pinta Aldo.
"gak usah deh kak, aku bisa kok" berhenti dari jalannya sebelum menuju mobil.
Aldo marah jika Delima pulang tanpa ada yang menjaganya dimalam hari. walaupun ada bodyguardnya sekalipun.
"okaiokai" sambil merangkul lengan Younggo.
"kakak hatihati jangan pulang larut pagi"
Aldo hanya merespon dengan mengajukan jempol.
Karena saat ini Aldo sesang berbincang dengan rekan bisnisnya yang baru datang dari Singapure.
Sesampainya dirumah Fathur yang tengah terlelap di bangkuan Delima dibbawa masuk oleh bi inah.
Ketika Delima masuk ke rumah Younggo menahan tangan Delima.
__ADS_1
"kok buruburu banget sih" cemberut Younggu sambil meletakan kepalanya di pundak Delima yang kini mereka sedang berhadaphadapan.
Delimapun mengelus kepala Younggo. Karena Delima tau saat ini Younggo sedang mengisi tenaga akibat acara tadi.
Kebiasaan ini sering dilakukan oleh Younggo ketika ia merasa lelah.
"udahudah masuk gih sana udah full tenaganya" sambil menggosokgosokan tangannya dan meletakan di pipi Delima agar tidak kedinginan.
"hatihati ya, kabari kalau sudah sampai" mendorong Younggo untuk masuk kedalam mobilnya.
"selamat malam cantik" sambil kissbye kepada Delima.
Delima hanya melambaikan tangan sambil tersenyum.
Setelah 30 menit kemudian setelah Delima membersihkan badannya yang lengket akibat acara tadi, Younggo pun memberikan pesan singkat kepada Delima.
"aku udah sampai"
"iya udah kamu bersih-bersih terus istirahat" balas Delima.
"besok aku jemput yah" balas Younggo.
"iyaiya, dah gih sana, selamat beristirahat" balas Delima dan mengakhiri chat tersebut.
Delima masih tidak percaya apa yang ia alami malam ini, karena orang yang sudah lama ia kenal melamarnya. Delima tidak pernah membayangkan hal ini benarbenar terjadi.
Selama ini, perhatian yang diberikan oleh Younggo kepada benar-benar membuat Delima nyaman berada didekatnya.
Younggo selalu perhatian, pengertian, bahkan ia tidak pernah marah atau memaksa kepada Delima. Delima yang begitu lembut dan polos membuat Youngo ingin selalu menjaganya. berada disisinya, seakanakan didunia ini hanya milik mereka berdua.
Delima yang masih sadar masih meronta-ronta diatas kasurnya saking kan bahagianya ia hari ini. Ia mengatur nafas nya untuk tetap tenang.
__ADS_1