Love Story Delima

Love Story Delima
Teman lama


__ADS_3

setelah seharian di rumah grandma, Delima memutuskan untuk pulang ke hotel. dikarenakan besok dia harus kerumah sakit.


"Grandma aku pulang dulu ya"


"kamu tinggal disini saja".


"aku besok harus ke rs grandma, ya ya ya, disini saja yaah" grandma memohon delima untuk tinggal, karena ia masih rindu pada cucunya.


"kan bisa dari sini perginya"


"iya sayang, kasihan oma tuh sampai kayak begitu"


"iya udah deh, aku disini" sambil mengelus pundak grandmanya.


Tak lama kemudian grandfa pun pulang.


"grandfa dengar kamu mau operasi, apa benar begitu? kan grandfa sudah bilang jangan masak"


"iya grandfa"


"kamu ini susah banget di nasehati"


"iya grandfa aku salah"


Kalau grandfa sudah marah begini, delima tidak bisa berkutik apa-apa. Dia hanya pasrah saja.


"jangan dimarahi terus, kasihan delimanya" ujar grandma.


"oppa mu tidak kesini?"


"oppa kesini kok grandfa, tapi katanya nyusul, karena ada urusan"


"oppa adik sama aja tingkahnya, sudah nyaman di indonesia tingkahnya makin aneh, lebih mementingkan yang lain dibandingkan keluarga. sudah aku mau kekamar dulu" langkahnya pun terhenti melihat younggo.


"ehhh,,, kamu, younggo?" ia pun duduk diruang tamu


"samchon, apa kabar?" (samchon adalah paman kalau dalam bahasa korea)


"baik, kamu apa kabar? gimana sekarang sama delima?"


"baik samchon, saya sekarang sudah tunangan dengan delima"


"bagus, jaga delima baik-baik. dia itu bandel sekali di nasehati. sampai aku pengen ngurung dia di sini saja, biar dia gak bisa pulang keindonesia".


"jangan samchon, aku tak bisa jauh dari delima".

__ADS_1


Samchon dan grandma pun tertawa kecil.


"Sudah memasuki waktu makan malam ini. ayo kita makan dulu." ujar grandma


"baik grandma" berlari kearah grandma sambil memegang lengan grandma.


"lihat itu" ujar grandfa mengarahkan kearah grandma dan delima.


"samchon, delima tidak nakal kok, hanya saja dia memang manja. samchon jangan marah kepadanya, aku bisa merawatnya menjadi yang lebih baik lagi samchon"


"aku percaya padamu" sambil menepuk pundak younggo.


Keesokan harinya Delima pun pamit kepada grandma dan grandfa nya untuk segera ke rs.


Di rs.


"naeil susul-eulbad-eul su issseubnida. ije meonjeo meomulgo os-eul gal-a ib-eoyahabnida (kakak sudah boleh dioperasi besok, sekarang kakak harus inap dulu ya, dan ganti pakaian kakak)." ujar seorang informan rs tersebut.


"gumawo (terimakasih) "


"bang-eulo delyeoda julge (mari saya antar kekamar)"


Mereka pun menuju kekamarnya.


"kamu disini aja jangan kemana-mana" ujar delima sambil memegang lengan younggo setelah selesai berganti baju.


"jika operasi selesai aku akan memanggil kamu dengan sebutan romantis, maaf ya jika aku belum bisa jadi yang terbaik" guman delima dalam hati.


ternyata aldo pun sudah tiba di korea tadi malam dan sekarang sudah di rs.


"oppa"


"fathur dimana oppa?"


"fathur oppa titip sama grandma. oppa takut kalau oppa bawa dia sekarang dia bakalan sedih lagi"


Dia tau perasaan fathur bagaimana walaupun dia masih kecil ia memiliki jiwa yang mengiba. di tambah lagi ia sangat dekat dengan delima. jika ia melihat delima terus-terusan berada dirumah sakit, fathur akan menangis.


"kapan jadwal operasi nya dek?"


"besok oppa"


***


Keesokaan harinya delimapun langsung melakukan operasi.

__ADS_1


"lakukan yang terbaik dok" ujar aldo


"saya usahakan yang terbaik untuk adik anda, tuan"


"terimakasih dok"


Setelah 2 jam melalukan operasi akhirnya dokter pun ruang operasi.


"bagaimana keadaannya dok"


"operasinya berjalan dengan lancar"


"syukurlah, terimakasih dokter"


Tak lama dokter itu pergi delimapun keluar dari ruang operasinya dan segera diantar ke kamar rawatnya. Agar untuk memulihkan keadaannya.


Ketika sedang menuju ruang delima, tibatiba younggo bertemu dengan teman kecilnya yaitu dokter Wiliam. Mereka berlima tumbuh bersama, bersama Delima, Younggo, William, Ivan, James. Ivan dan James sekarang mereka sedang melanjutkan studynya di bidang teknik dan manajeger salah satu universitar terkenal di Amerika.


Diantara mereka berlima cuma Delima yang paling muda, umur mereka sama dengan younggo, tahun ini 19 tahun.


"yeong-go, nuga apayo? (Younggo, siapa yang sakit?" sambil merangkul younggo kearah kamar delima.


Dokter william masih mempelajari bahasa indonesia. Sebenarnya William bisa bahasa inggris akan tetapi jika ia bertemu dengan teman lamanya ia lebih senang menggunakan bahasa korea.


William ingin melanjutkan studynya tahun ini di amerika dibidang dokter umum.


Sistem pembelajaran di Korea berbeda dengan indonesia. Di Korea umur 19 tahun sudah bisa mendapatkan gelar sarjana. Terlebih lagi William, Ivan, dan James adalah pria yang sangat jenius.


"jeoui yaghonjaibnida, (itu tunanganku)"


"nugu? (siapa?)"


"Delima Hye"


"geuneun eotteon gotong-e issseubnikka? (sakit apa dia?)"


"geuneun hyungteoleul alhgo iss-eossgo susulsil-eseo nawassseubnida. (Dia operasi bekas luka, baru saja keluar dari ruang operasi)".


"o chughahabnida (oohh selamat)" jawab dokter william sambil mengganguk.


"gongbuneun eottaess-eo? (bagaimana studimu?"


"olhaeneun mamulihago sipseubnida (tahun ini aku menyelesaikannya)".


"gongbuleul machigo namyeon jag-eun gajeong-uigadoeeoyahabnida. (setelah kamu menyelesaikan studi mu, kau harus menjadi dokter keluarga kecilku".

__ADS_1


"ne ihaehabnida (iya, aku mengerti)".


__ADS_2