Love Story Delima

Love Story Delima
Lebih baik lagi


__ADS_3

Ketika selesai membelikan titipan adiknya di mall ia melihat Younggo bersama Jesi diparkiran sambil pegangan tangan.



Delima pun segera meninggalkan parkiran tersebut.


Dijalan pun delima tidak bisa fokus, pikirannya mulai aneh-aneh tentang younggo.


Ia pun meraih laptop di belakang supir. Dan langsung melihat cctv yang ada di parkiran tersebut.


Setelah memlihat cctvnya ternyata younggo tidak berdua saja, melainkan ada temen-temannya yang lain, karena mereka sedang latihan dan memilih tempat parkiran di mall.


Tapi Delima masih merasa ganjal, kenapa younggo begitu bahagia terlihat dari senyumannya. Tapi delima tidak mau mengambil pusing.


Delima meraih handphonenya dan melihat galeri ada foto younggo.


Betapa rindunya ia kepada younggo sudah semingguan lebih ia tidak bermanja kepada younggo.


Tiba-tiba handphonenya berdering kembali.


"iya sayang"


"onnie dimana?"


"onnie dijalan pulang sayang"


"lama. sekali onnie, aku sudah lapar"


"iya sayng sebentar ya"


"baiklah onnie, hati-hati"


Sesampainya dirumah


"fathur, fathur"

__ADS_1


"tuannya sudah tidur non"


"iya non, dari tadi dia menunggu nona"


"kenapa gak gofood aja sih bi"


"maklum non. dia tidak akan mau jika tidak ada nona atau pun tuan aldo"


"oiyaa, aku ke atas dulu ya bi"


"baik non"


Ketika delima sedang memeriksa perkembangan di kamarnya. tiba-tiba oppanya datang kekamarnya.


Tok tok tok


"iya, masuk" masih fokus pada laptopnya.


"sibuk banget dek"


"udah makan belum"


"udah tadi sore kak"


"oppa lihat akhir-akhir ini younggo gak main kerumah"


"gak papa kok kak, bisa aja dia lagi sibuk"


"dek, kalau ada masalah cerita ya sama kakak, jangan dipendam sendiri"


Delima oun memberhentikan aktivitasnya.


"sebenarnya kami lagi tidak baik-baik saja kak"


"why? sorry oppa not know, because oppa lately busy."

__ADS_1


akhir-akhir ini oppanya tidak sempat memperhatikan delima melalui pengawasannya karwna sibuk.


"it's okay oppa, just missunderstand oppa"


"salah faham kenapa?"


"aku lihat di handphonenya masih menyimpan foto jesi, setelah aku selidiki memang akunya yang terlalu kekanak-kanakan gak mau dengar penjelasan dia dulu. terus dia ninju verel karena aku akhir-akhir ini buat tugas bareng dia. oppa kan tau aku sering buat tugas kelompok bareng dia."


"ohh iyaiya oppa paham, terus kenapa dia gak berusaha datang kesini? biasanya juga kalau dia sibuk atau salah sedikit saja langsung kesini"


"oppa, jesi datang lagi keindonesia." cetusnya sambil menundukan kepala.


"what? gak ada jerah-jerahnya keluarga jesi itu"


"biarkan saja oppa, lagi pula seminggu lagi sekolah kami bakalan ngadain pentas seni. dan Jesi pun berpasangan dengan Younggo dan aku berpasangan dengan Verel"


"tahun sebelumnya gak kayak gitu lo dek pentas seninya."


"iya aku tau kak, biarkan saja, aku gak mau ambil pusing. udah capek aku mikir aneh-aneh bekalangan ini".


"apa perlu oppa beri dia pelajaran lagi?


"biarkan sja oppa, aku tidak apa-apa. aku belajar untuk menjadi lebih baik lagi."


"jangan terlalu lembut sama orang dek, nanti kamu malah diinjak-injak"


"iya oppa, kalau aku diinjak-injak ya aku injaki balik dong, oppa kan tau aku jago bela diri" menyombongkan diri


"memanglah kamu ini ya" sambil mernagkul adiknya.


"udah ah oppa aku mau istirahat"


"iya udah, selamat malam" mencium kening adiknya.


"selamat malam juga oppa.

__ADS_1


__ADS_2