
Younggo sudah menunggu Delima dikantin ternyata Delima tidak ada. Ia merasa ada yang aneh dengan Delima akhir-akhir seperti ada yang ia sembunyikan dari dirinya.
"aku akan menemui nanti Delima." guman Younggo
Ketika jam pelajaran akhir pun selesai Delima baru teringat jika ia akan menemui Younggo dikantin.
Akibat kesibukan nya ia lupa akan bertemu Younggo dikantin.
Perasan Delima sudah tidak enak, ia pasti akan diserang pertanyaan aneh oleh Younggo.
Dan ternyata benar Younggo sudah menunggunya didepan kelas.
"apa yang harus aku jawab ketika Younggo bertanya, tak biasanya aky seperti ini" guman Delima
Setelah anak kelas pada pulang Delimapun keluar kelas dan langsung menarik tangan Delima.
"Kamu kenapa ? apa ada yang kamu sembunyikan dari ku?" mengambil tas Delima yang berat.
"ini buku atau apa sih? berat banget, gak sakit apa punggung kamu membawa buku sebanyak ini?" khawatir Younggo
"kamu ada masalah? ayo dong cerita, gak biasanya kamu kayak gini?"
"kamu udah makan belum?, tadi aku nungguin kamu dikantin lo, sampai aku melewatkan pelajaran akhir" pertanyaan terus muncul sehingga Delima binggung mau jawab apa.
"itu aku tadi sibuk sama urusan aku"gugup Delima.
__ADS_1
"urusan apa? sampai kamu lupa sama aku? kamu akhirakhir ini kok menghindari aku sih Del?" serius Younggo.
"Del, kamu tau aku kan kayak gimana, aku tuh khawatir banget sama kamu, aku tuh gak mau kamu kenapa-kenapa". Younggo pun berhenti dari perjalanan nya dan menatap Delima.
"iyaiya aku tau, aku tadi ada urusan penting banget sampai aku bener-bener lupa, huh, kamu tau aku kan," memohon Delima agar Younggo tidak khawatir.
"iya udah kalau gitu, kita pulang bareng ya" memegang tangan Delima.
"tapi, kang mamang udah didepan tu" sambil menunjuk kearah mobil.
"hindari aja aku terus Del" cemberut Younggo.
"okaiokai kita pulang bareng, tapi kamu telfon kak Aldo dulu sana, agar dia tidak khawatir.
Setelah meminta izin, akhirnya Younggo pun pulang bersama Delima. Akan tetapi mereka tidak langsung pulang, mereka singgah sebentar di toko buku.
"hehe iyaa" cengir Delima.
Younggo tau kalau Delima sangat tertarik dibidang bisnis. Dan Younggo sempat ingin membuka bisnis fashion bersama Delima. Karena Delima dan Younggo sangat menyukai fashion.
"oiya, kita jadikan buka perusahaan fashion?" tibatiba tanya Younggo.
"iya jadi kok, tapi aku masih binggung buat fashion nya seperti apa." ia memegang tangan Younggo.
"ia udah ntar kamu kirim aja filenya yah, ntar kita ubah samasama ya" merapikan rambut Delima.
__ADS_1
Tak lama kemudian, mereka pun selesai membeli buku. Lalu mereka pun singgah sebentar di mall untuk membeli beberapa barang.
Sesampainya dimall...
"Kita kali ini mau beli apa lagi?" tanya Younggo sambil merangkul Delima.
"aku mau beli sepatu, soalnya..."
Belum selesai Delima berbicara ia melihat Verel bejalan sendirian tempat yang sama ingin ia masuki bersama Younggo.
"soalnya apa?" Younggo menaiki alisnya penasaran.
Delima terdiam sejenak.
"kamu kenapa?
capek?
kok diem sih?
Del
Del" mengayunkan tangannya di depan muka Delima. Hingga tangannya terkena muka Delima.
"Aw, lirih Delima"
__ADS_1
"kan jadi kenak, kamu sih bengong. Sskit?" dia menghebuskan muka Delima.
"udah gak papa kok, kita kesana dulu aja yuk, aku laper ni" buruburu Delima menarik lengan Younggo.