Love Story Delima

Love Story Delima
Oh ternyata dia


__ADS_3

Setelah memasan beberapa makanan, ternyata makanan itu tidak di makan oleh Delima, karena ia masih kepikiran kenapa Verel memberikan dia roti, rasa itu terus menghantui Delima.


"kamu kenapa cantik? kok makanannya cuma di adukaduk gitu doang? ayo dong dimakan? hmm?" Younggo menyelipkan rambut Delima yang panjang terurai dan memegang dagu Delima.


"kamu mikirin apa? kamu tau kan aku ini orangnya pekaan banget sam keadaan kamu selain bang Aldo" jujur Younggo.


"ituu.." Delima ragu untuk berbicara.


"gak papa kalau kamu belum bisa cerita, aku tunggu sampai kamu mau benerbener mau cerita ya" pinta Younggo.


"sekarang kamu makan dulu ya, aku suapin" menyodorkan makanan kepada Delima.


"aaaaaaaaak... nah kan pinter" senyum Younggo.


Younggo tidak pernah memaksa Delima menceritakan semua masalahnya, karena ia tau Delima sekarang sedang kebingungan atas apa yang terjadi pada dirinya.


Setelah selesai makan mereka pun pergi ke toko pakaian. Gak di taunya mereka bertemu Verel.


"yaampun kenapa mesti ketemu disini sih, kalau misalnya kabur lagi Younggo akan curiga,"guman Delima sambil tersenyum mengarah kepada Younggo


"kamu kenapa sih?" dan ia sadar ternyata ada Verel didepannya. "ternyata dia toh" guman Younggo.


"ohh dia, kamu jadi gak semangat begini? hmm" sambil menyelipkan rambut Delima ke telinganya.

__ADS_1


"hehehe"Delima hanya tertawa.


"gak papa ada aku kok, dia juga bakalan gak perduli ada atau ngak kamu disini Del" memastikan Delima.


"hiraukan saja dia, dan fokus cari jas untukku". ujar Younggo


"kita pindah tempat saja ya, aku males ketemu dia" pinta Delima.


Setelah lama berbincang disana Verel pun sadar dan menghampiri mereka.


"dia kesini omegat" matanya melotot dan memegang lengan Younggo.


"ngapain berdiri disitu kalian? masuk dong, kasihan tuh orang jadi susah keluar masuk.


Ya memang pintu yang mereka masuk itu hanya bisa di lalui oleh 3 orang saja. sedangkan pintu besarnya sedang dalam perbaikan.


"lu takut sama gua Del? spontan Verel.


"ha? gua? gaklah. ngacok" nyengir Delima dan menarik masuk Younggo.


Younggo terus memahami situasi yang terjadi antara Delima dan Verel.


"jangan canggung cuma karena makanan tadi, suasana ku tadi sedang baik, makanya gua mau membelikannya untuk lu" jujur Verel.

__ADS_1


"oh jadi begitu ceritanya, mood Delima berubah semua karena hal itu" setelah memahami siatuasi antara Verel dan Delima.


sontak Younggo pun merangkul pundak Delima "jangan terlalu care sama Delima. Delima gak suka akan hal itu, kalau memang dasarnya lu mau temenan sama dia jangan soksok cari muka sama dia." jelas Younggo dan menarik Delika menjauhi Verel.


Setelah jauh dari Verel, Delima pun menoleh ke arah Verel. Dan Verel pun tersenyum.


Delima kaget, karena Verel senyum kepadanya. ia pikir Verel gak pernah senyum. "sakit tuh anak kayaknya."gerutu Delima didalam hati.


Setelah mendapatkan jas yang dicari Younggo pun masih merasakan hawa dingin yang ditimbulkan oleh Delima.


Jas itu akan digunakannya untuk acara pertemuan antar bisnis keluarganya.


Ya Younggo adalah anak satusatunya dari keluarga pembisnis nomor dua didalam Negeri.


"Hei" Younggo melepaskan rangkulannya dan menjentikan jarinya didepan muka Delima.


"Haaa, iyaa" kaget Delima


"kamu ngagetin aja lo" memegang jantungnya.


"maaf" meletakkan tangannya di tangan Delima dan mengajaknya ketoko hoodie kesukaan Delima.


"kamu mau beli hoodie?"tanya Younggo.

__ADS_1


"hoodieku masih banyak, dan belum. ada keluaran terbaru" jujur Delima.


"terus jadi beli sepatunya?" tanya Younggo lagi, ia tau mood Delima gak bagus dan ia pun langsung menarik Delima ketoko sepatu kesukaannya.


__ADS_2