
Semenjak kejadian terakhir antara verel dan delima. Dikelas Delima selalu menghindari Verel. Usaha yang dilakukan oleh verel sia-sia, karena Delima hanya ingin Younggo, dan tak ada yang menggantikan younggo di hatinya.
Libur semesterpun dimulai. Delima memutuskan untuk berlibur sendirian tanpa ada younggo. Delima pergi tanpa memberitahu Younggo. Delima pergi berlibur karena ingin menenangkan dirinya karena masalah nya dengan verel.
Delima berpesan kepada aldo, agar aldo tidak memberitahukan keberadaannya. Aldo berpesan pula kepada delima jika ia ingin berliburan ia harus bawa bodyguard. Mau tidak mau delimapun menyetujui permintaan oppanya.
Setelah delima sampai di tempat yang ia suka. delima pun bergegas mengantar kopernya ke hotel dan berganti baju.
Delima sangat menyukai lautan. Karena dengan lautan ia memiliki kenangan yang indah bersama appa nya dulu. kemanapun ayahnya pergi berliburan delima selalu di ajak kelautan.
Delima sangat menyukai warna putih. Karena dengan begitu sangat terpancarlah kecantikan yang di miliki oleh delima.
Lain hal nya yang dirasakan oleh Younggo. Ia sangat merindukan delima, ia paham betul situasi yang dialami delima sehingga ia tak dapat menghubungi delima.
"percuma kalau aku hubungi kak aldo, dia gak akan kasih tau aku" guman younggo.
"sayang, kamu dimana, aku rindu, sudah seminggu kamu gak ada ngabari aku".
Usaha Younggo pun sia-sia mencari tau keberadaan delima tak membuahkan hasil.
"sayang, ayo dong kabari aku" Younggo takut terjadi sesuatu pada delima.
"sayang ayo makan dulu, jangan mengurung diri dikamar terus" ujar mama younggo
Tak ada suatan dari younggo. Mamanya pun bergegas masuk kekamarnya.
"sayang kamu pucat banget" melihat younggo sudah lemas memikirkan delima seminggu ini tanpa ada kabar apapun.
"aku gak lapar ma, aku cuma butuh delima" ujarnya mengerutu
"dibutuh waktu sayang, biarkan dia sendiri dulu"
__ADS_1
"mama kan tau, aku tuh gak bisa hidup tanpaa diaaa, ma tolong carikan delima" ujar younggo lemas dan terjatuh dipundak mamanya.
"sayang bangun " sambil menepuk pipi anaknya.
"sayang"
"bibiiii,, panggilkan ambulance"
"bibii"
"iyaa nyonya"
dirumah sakit.
"bagaimana keadaan anak saya dok?" ujar papa aldo.
"dia hanya butuh istirahat dan asupan saja pak, jangan biarkan dia stress itu akan menganggu pencernaannya"
"yaampun, pa"
Berbeda halnya dengan delima...
"apa?"
"iyaa dek, kamu buruan pulang sekarang. younggo ada dirumah sakit"
"jangan bercanda dong oppa"
"oppa lagi gak bercanda sayang"
delima pun segera pulang...
diperjalanan delima panik dan gemetaran takut terjadi apaapa dengan younggo
__ADS_1
"*maafin aku yang terlalu egois ini, maafin aku by"
"aku gak bermaksud untuk bersikap seperti ini sama kamu"
"aku pulang by, aku pulang" ujar delima sambil mengigit kuku*.
Sesampainya dirumah sakit.
"oppa" delima berlari.
"syukurlah kamu sampai dengan selamat"
"bagaimana keadaan younggo oppa?"
"belum sadarkan diri dek, kamu yang sabar ya"
"aku yang salah oppa. aku terlalu egois, aku gak mau berbagi masalah dengan dia"
"udah, udah sayang, kamu gak salah"
"oppa aku mau masuk"
Aldo merespon dengan anggukan.
"sayang, maafin aku" sambil menggenggam tangan younggo
"aku janji, aku gak bakalan bersikap kayak anak-anak lagi"
"kamu bangun ya sayang"
"maafin aku sayang" delima terus menyalakan dirinya.
"udah dek, udah"
__ADS_1
Aldo hanya menepuk pundak adiknya. Untung saja penyakit younggo tidak terlalu parah.