
Di dalam kamar, delima marah-marah dan terus menyalahkan dirinya sendiri.
"kenapa aku terlalu percaya sama dia, dasar cowok ngomong nya begitu, aku gak bisa hidup tanpa kamu, tapi kenyataannya."
"ih udah deh, jangan terlalu berharap lebih, semuanya sama aja." sambil meneteskan air mata.
"kenapa gua nangis sih, ih"
Akhirnya tangis delimapun terpecah.
Dibalik pintu kamar delima, ada younggo mendengar tangisannya.
"maaf sayang, maafin aku" guman younggo.
Didalam helikoper pribadi grandma delima, mereka tak ada membicarakan apa-apa. Younggo hanya terdiam tanpa memberanikan diri untuk melihat ataupun menjelaskan kepada Delima. Ia takut akan memperkeruh suasana hati delima.
Setelah beberapa jam kemudian sampailah mereka di Indonesia. Delima pun bergegas meninggalkan Younggo tanpa membawa barang-barangnya. Delima masih merasakan sakit hati akibat sikap Younggo.
Delima pulang kerumahnya dengan menggunakan taksi.
Sesampainya dirumah.
"Loh, dek... " belum sampai Aldo menyelesaikan ucapannya, delima sudah berlari kekamarnya sambil menutupi mukanya yang sudah bengkak akibat menangis.
Beberapa menit kemudian di susul oleh Younggo tiba dirumah delima.
"Delima kenapa?"
"Salahfaham aja kak".
__ADS_1
"hmmmm.. ya sudah kamu blpulang saja. biar kakak yang urus."
"terikamasih kak, aku pamit dulu" sambil memberikan koper delima kepada Aldo.
Setelah Younggo pergi, aldo pun pergi kekamar delima.
Toktoktok....
"jangan ganggu aku, pergilah, aku ingin sendiri" Delima tidak tau kalau itu oppanya.
"Dek, ini oppa.."
"biarkan delima sendiri oppa" teriaknya dari dalam kamar."
Aldopun bergegas kekamarnya.
Delima pun mengambil laptopnya. Delima sedikit pandai dalam bidang hacker. Dulu ia pernah les hacker di Amerika ketika libur sekolah. Younggo tidak tau kalau delima mahir dalam hacker ini.
Dalam waktu singkat pun delima paham apa yang sebenarnya terjadi.
Delima pun menggigit kukunya. "ayo sadar delima, harusnya kamu tidak kekanak-kanakan seperti ini".
Faktanya adalah memang benar Younggo sempat dekat sama Younggo. Akan tetapi semenjak Jesi tibatiba pindah ke Jepang mereka lost komunikasi.
"sudahlah biarkan saja, aku gak pengen ketemu dia dulu." guman delima.
Tiba-tiba handphone delima menerima pesan dari Verel.
"apa kabar? gimana operasi lu?"
__ADS_1
"ini anak kenapa lagi, selalu aja begini, disaat gua lagi gak bersama younggo pasti dia chat gua." Delima hanya mengabaikan pesannya.
Pesan keduapun diterimanya dari orang yang sama.
"gua mau kasih tau, kalau kita sekelompok berdua mengenai tugas persentasi biologi"
Delima terkejut "kenapa sama diaa sih, aduh, mati dah guaaaaa" Delima mengacakngacak rambutnya.
*****
Tadinya Younggo berniat ingin menjemput delima, dikarenakan suasana hati delima belum baik dia urungkan niatnya. Ia ingin memberi sedikit waktu kepada delima untuk merasa tenang.
Sudah kebiasaan Younggo menunggu delima diparkiran.
Hari ini delima tidak membawa mobil, karena suasana hatinya belum baik, walaupun sebenarnya ia tau kebenaran nya seperti apa.
Ketika Younggo ingin memanggil delima, delima terlihat kurang semangat kesekolah.
Delima pun bergegas kekelasnya.
"Del, kapan kita belajar kelompok?"
Sebanarnya delima malas menanggapinya, tapi demi tugas ia rela. dia tidak ingin nilai nya jelek walaupun sebenarnya tanpa belajar kelompok pun delima memang pintar.
"hmm, balik sekolah ini boleh" respon delima berat, ia belajar untuk berteman dengan Verel.
"dimana?"
"terserah, gua mah ikut aja." respon cetus delima.
__ADS_1