Maaf.. Aku Orang Miskin

Maaf.. Aku Orang Miskin
Masa kecil


__ADS_3

Saat itu hujan turun begitu deras, langit yang sepantasnya terang menjadi gelap gulita di iringi suara petir yang bergemuruh, di selingi kilat yang menyambar,,


seorang gadis kecil genap berusia 12tahun, ya tepat hari ini Liana Oktafiandra berulang tahun,, harapannya hanya 1 Ayahnya pulang membawa uang untuk membeli beras.


mungkin anak sebayanya akan mengharapkan hadiah boneka atau mainan lainnya, tapi tidak untuk dia ,, saat ini hanya ingin mengisi perut kosongnya yang sudah 2 hari ini tidak terisi nasi, hanya ada sisa sepotong singkong yang ia dapat dari tetangganya kemarin,, itu pun ia harus berbagi dengan adik laki-laki nya yang berusia 3 tahun lebih muda darinya,,,


" Bu... bapa ko belum pulang ya bu, padahal hari ini hari sabtu, biasanya bapa gajian kan bu... ?


tanya Liana pada ibunya yang masih berusia 32 tahun, tapi terlihat lebih tua dari umurnya,


" ini kan hujan sayang, bersabarlah doa kan bapa ya semoga bapa mendapatkan rizki hari ini.. "


jawab bu Diah pada anak nya..


siang pun berganti malam, jam menunjukan pukul 7 malam, tak ada tanda tanda hujan akan reda, justru malah bertambah lebat disertai angin kencang,,,


tak ada tanda juga ayahnya akan pulang, ibu dan Lian sangat khawatir dengan ayah nya,,


Rangga adik Lian mulai merengek lalu menangis,,,


"bu Rangga laper bu,, mau makan..."


hiks hiks.. tangis nya sesegukan


Saat ini perasaan berkecambuk di hati bu Diah, khawatir akan bapa dan, kasihan pada kedua anak nya yang menangis menahan lapar,,


"Ya Allah,, berilah jalan keluar untuk hamba mu ini,, lindungi lah suami hamba ,, ya Allah,,, " batin bu Mega

__ADS_1


Tak terasa air mata jatuh di pipi kusam bu Diah,,


Sakit sungguh sakit rasanya,, berada di situasi saat ini,, kemiskinan yang dijalani selama menikah dengan Arifin,, sebelumnya terasa ringan, tapi entah saat ini terasa begitu menyakitkan,,


padahal sudah biasa ia dan kedua anak nya kelaparan seperti ini,,, bukannya Arifin malas mencari nafkah,,, tapi di desa seperti ini hanya menjadi buruh pertanian yang ia bisa, dan hanya itu lepangan pekerjaan yg ada di sini,,


hutang mereka di warung sebelah pun sudah tak terhingga rasanya,, walaupun hanya 150 ribu saja,,


.......


Tok... tok... tok...


Manik mata Keluarga itu seketika melirik kearah pintu,, senyum tersungging di ketiga pipi keluarga yg sedang menahan lapar itu...


"bu,,, bapa pulang,,, hore.. " rangga yg dari tadi menangis, tiba tiba melompat merangkul ibunya,,,


"ia de,, ayo kita buka pintu,, " sahut Lian..


tok.. tok.. tok..


Assalamualaikum ..


terdengar suara salam,, ya.. bu Diah yakin itu bukan suara suami nya, itu suara orang lain.. bu Diah segera menbuka pintu di temani anak-anaknya..


ceklek.. gagang pintu itu di buka oleh Liana, ,


ternyata itu tetangganya, kang Iman ..

__ADS_1


"Bu Diah.. Pa Arifin bu... " suara nya terbata-bata dan bergetar..


"Pa Arifin kecelakaan bu.. dia tertabrak mobil,, dia sekarang di bawa ke rumah sakit"


deg


seketika lutut bu diah lemas,,


" bagai mana keadaannya man?"


" Iman juga kurang tahu bu, tadi iman dapet telpon dari pak bayu..


mereka bergegas pergi ke rumah sakit, iman membawa mereka dengan motornya,, dengan berbonceng 4,, Rangga di depan dan Lian di tengah,,


.....


Hujan masih turun,, tapi tidak sederas tadi,, baju mereka mulai basah, jarak antara rumah dan Rumah Sakit cukup jauh,,,


Hampir 25 menit akhirnya mereka sampai di ruangan dimana , Pa Arifin di rawat,,,


di sana terlihat pemuda dan laki laki paruh baya,, terduduk sambil memeluk lutut nya,,,


"Siapa mereka?"


batin bu Diah... " mungkinkah mereka.. ?


Bu diah berlari menghampiri mereka..

__ADS_1


" Dimana suamiku??" mereka tak menjawab,, mereka hanya membuka pintu kamar itu dengan pelan,,,


deg...


__ADS_2