Maaf.. Aku Orang Miskin

Maaf.. Aku Orang Miskin
Sombong


__ADS_3

"Kok ada ya, orang miskin yg Sombong seperti mereka,"


Yudha masih belum paham kenapa orang semiskin mereka menolak uang sebanyak itu, padahal melihat gubuk yg mereka tinggali saja sudah tidak layak,,,


Bu Diah dan Liana memutuskan untuk mengikhlaskan kepergian orang yg sangat mereka cintai,, mereka tak tega jika harus menerima uang itu, seolah olah mereka menjual nyawa dengan uang,,,


"Maaf,,,! kami orang miskin, tapi kami tidak menerima uang dari kalian, kami sudah ikhlas, Suami saya juga pasti tak akan suka kalau saya menerima uang itu"


tak terima dengan semua ini, Yudha mengajak Iman keluar


" Pak Iman, gimanapun juga, saya harus memberikan uang ini kepada mereka,, saya ga peduli mereka mau atau tidak,, saya titipkan uang ini kepada bapak untuk di serahkan di kemudian hari,,


"Tapi saya tidak bisa menerima nya , mereka sudah menolak, bagai mana kalau kalian menyumbangkan uang itu, kepada masjid yang sedang dibangun di depan,, kalian bisa men sedekahkan uang itu atas nama pak Arifin,, saya yakin jika ini akan sangat adil untuk kalian , dan juga keluarga pak Arifin"


Mendengar saran Iman, Yudha dan pak Joko menyetujuinya,


" Terserah saja, saya hanya ingin bertanggung jawab,, meskipun bukan salah saya sepenuhnya, tapi saya sudah mau bertanggung jawab, terserah kalian mau diapakan uang itu" ucap Yudha dengan wajah datar nya.


Pak Joko menyerahkan uang itu kepada Iman, tapi iman menolak,,


"Langsung saja kita ke Masjid di depan pak.."


sebelum kembali pulang Yudha dan pak Joko berpamitan kepada Keluarga Arifin,, dan meminta maaf sekali lagi,,


mereka memaafkan,, tapi ada sorot mata yg dari tadi menatap tajam kepada mereka,,,


"Tuh bocah pasti dendam sama gue" batin Yudha..


.........


Hari berganti hari.. tak terasa hari ini 7 hari meninggalnya Ayah Liana,, di masih sibuk membantu ibu nya memasak untuk kebutuhan tahlilan ayah tercinta nya,,,


masih beruntung karna uang duka yg mereka dapatkan cukup untuk biaya mengadakan tahlil di rumah mereka,,


tetangga dan keluarga mereka sungguh baik, mereka membantu dengan uang , beras, sayuran dan juga tenaga mereka,,


sungguh beruntung keluarga ini,, bahkan sisanya masih ada,

__ADS_1


" Ibu, gimana kalau kita jaulan aja bu,, ibu yg buat aku yg akan menjualnya" Liana memberi saran kepada ibunya,,


" Ia , bu Rangga juga mau bu bantu menjualnya" sahut rangga dengan semangat,,


sungguh sangat beruntung Bu diah memiliki anak seperti mereka,,


"Ia sayang, mungkin kita akan membuat kue kue kecil, kita bisa titip di warung warung"


" aku juga bisa keliling bu menjualnya sepulang sekolah"


Liana bersemangat sekali, bagai mana tidak, jika ibunya berjualan makanan, dia tak akan kelaparan lagi,, mungkin jika makanan itu ada yg tidak laku, ia dan adik nya bisa memakan sisa nya,,,


itu yg terlintas di kepala gadis kecil itu, bagai mana caranya supaya , dia tidak kelaparan lagi...


....


Hari itu juga, Liana berjanji pada dirinya sendiri,, dia akan menjadi anak yg tangguh yg akan menangung semua beban ibu dan adik nya,, ia ingin suatu hari nanti dapat membahagiakan ibu dan adiknya,,,


.....


Di tempat lain Pemuda tampan itu sedang membereskan sesuatu kemudian ia masukan ke dalam koper kecilnya,


" pa Joko, jangan sampai ada yg tau tentang kejadian kemarin,,, aku harap bapa bisa menjaga rahasia ini,,"


" baik den,"


sambil menelan saliva nya, Joko tau betul sifat majikan nya itu, jika dia berkata A, maka itu harus dilakukan, jika di bantah akibatnya Fatal,, dia bisa saja kehilangan pekerjaannya,,


" besok pagi aku akan kembali ke London,"


Ya, Yudha adalah mahasiswa di Universitas ternama di negara Inggris tersebut,, mungkin dia akan kembali ke indonesia jika dia sudah mendapat gelar sarjana di sana,, atau dia akan lebih lama tinggal di sana untuk melanjutkan pendidikannya...


.......


Hari berganti hari, bulan berganti bulan,, bahkan sekarang sudah 3 tahun ayah Liana pergi meningalkan mereka,, Liana tumbuh menjadi gadis tangguh, yg ceria,, walau dia harus bekerja keras dalam hidupnya,, tapi dia tetep sama gadis remaja yg suka bergaul dengan temannya,,


Hari ini hari pertama dia masuk SMK negeri di Kabupaten Bandung Barat,,

__ADS_1


Dia anak Supple yg mudah berbaur dengan teman teman barunya,,


Saat di sekolah, Dia menjelma menjadi anak yg Humoris, jahil, dan anak yg pintar,, bahkan dia mendapat bea siswa disana,,


ya hanya pendidikan yg bisa menaikan harkat derajat keluarganya,, tidak menutup kemungkinan dia bisa kuliah karna beasiswa tersebut,,


Dia sudah melupakan dendam yg selama ini dia pendam di hatinya kepada mereka yg telah mengambil nyawa ayah nya,, Liana sudah Ikhlas.


setelah melihat rekaman cctv, ternyata benar ayah nya yg salah, beruntung dia tidak menerima uang santunan itu,,


bahkan sejak saat itu dia sudah melupakan bagai mana wajah 2 orang kaya itu,, yg menawarinya uang 100 juta padanya,,


mungkin jika uang itu di ambil dia tak akan kesusahan lagi,


akan lebih mudah menjalani hidup dengan uang santunan itu,,


tapi bagi ibunya, itu bukan hal yg baik, ,


Belakangang dia mengetahui bahwa uang itu di sumbangkan untuk masjid, atas nama ayahnya,,


dia tak peduli, itu bukan ia yg mengiginkannya, dan mungkin pahala nya juga akan di bagi dua untuk ayah nya dan juga untuk otang itu,,


.....


hari hari berlalu begitu cepat,, tahun berganti tahun,,


kini Dia berhasil meraih mimpinya untuk bisa menjadi Juara umum di sekolahnya,,


berbagai Universitas menawarkan beasiswa kepadanya,,


"Anak ibu hebat,, walaupun keadaan kita seperti ini,, kamu lulus sebagai murid terbaik sayang,,"


Bu Diah sangat bangga terhadap kedua anaknya,, Rangga juga menjadi juara ke 3 di SMP nya,,


" Makasih bu, pencapaian ini berkat ibu, berkat doa dan kerja keras ibu membesarkan aku dan Rangga seorang diri,,


Liana memeluk erat Bu Diah,

__ADS_1


......


__ADS_2