Maaf.. Aku Orang Miskin

Maaf.. Aku Orang Miskin
Sunah Rosul


__ADS_3

"Saya malu''


Sebenarnya gampang bagi Yudha untuk mencari pendamping hidupnya,, apa lagi dengan wajah yg tampan dan harta yg melimpah,,, tapi yg dia butuhkan saat ini adalah seorang istri pura pura yg mau menuruti perintah nya tanpa bantahan.


baginya gambaran seorang istri sungguhan itu sangat menakutkan, sama saat ia melihat ibunya,, sungguh ia tak mau mempunyai seorang istri seperti ibunya itu, bagai mana mulut ibunya itu sanggup membungkam seorang yang paling berkuasa sekalipun, seperti Aditya Wirayudha ayahnya,,


Liana masih terpaku, meratapi bagaimana kelak masa depannya,, seperti simalakama,, maju berat mundur apa lagi...


drtt...drtt..dert..


ponsel jadul gadis itu berbunyi nampaknya Rizal yg menelponnya,,


"Maaf pak, saya angkat telpon dulu"


Yudha hanya mengangguk..


"Assalamualaikum.. sorry tadi aku lagi di jalan ga sempet angkat telpon kamu,,, ada apa Li?


" iaa ga papa zal, tadi aku cuman minta kamu buat anterin aku ke kampus,"


" Sorry banget aku ga bisa, bentar lagi aku manggung..!''


" ia g papa, nih bentar lagi aku nyampe kok,, aku naek angkot" bohongnya,,


mana mungkin dia berkata jujur , dia di antar boss nya,,


Sepasang mata elang menatap nya tajam...


" dia pikir gue supir angkot apa.."


batin Yudha..


Liana hanya tersenyum kepada Yudha..


" Maaf pak.. hehe"


" Saya maafkan asal kamu mau terima tawaran saya.."


"itu lagi itu lagi, pusing rasanya " Liana bergumam,,,


" ngomong apa kamu barusan..?"


" engga, itu udah hampir sampai pak, tinggal belok kanan aja,," kilah nya..


" Ya, tau lah,, itu kampus milik siapa,, Si Aryo juga dulu kuliahnya disana,,"

__ADS_1


" ohh gittu..."


" kalau saya dulu saya kuliahnya di London,"


Liana hanya mencebikan bibirnya..


" Siapa yg nanya.. " Batin Liana ,


Liana turun dengan tergesa , dia tau mungkin saat ini dia telat,,


" Tunggu" suara bariton bossnya itu menghentikan langkahnya,,


" Kamu pulang jam berapa? "


" sekitar jam 9"


Yudha hanya mengangguk membiarkan Lian pergi begitu saja,,


Liana pikir Yudha akan pulang,, tapi laki laki itu malah mengikutinya diam diam,, dia memperhatikan Liana saat sedang belajar,,


" Sepertinya dia memang gadis yang pintar,, sayang kalau cuma jadi office girl.."


Yudha tersenyum entah apa yang ada di benaknya saat ini,


(neng juga bingung itu si aa Yudha lagi mikirin apa,, mungkin lagi mikirin neng Lizna kali, bukan neng Liana)


ia bergegas pulang meninggalkan rekan2 nya ,yg Hanya beberapa orang saja,,


Dia mengambil ponsel di tasnya, dan mengklik aplikasi ojek online, belum juga sempat memesannya seseorang menepuk bahunya,,


" Ayo pulang..!" ajaknya


Liana kaget mendengar ajakan pria itu,


" Siapa? jangan jangan" batin nya


dia menoleh ke arahnya,, ternyata benar dugaannya bossnya itu menjemputnya lagi,, atau bahkan mungkin ia malah menunggunya , melihat nya mengenakan pakaian yg sama dengan yg tadi ia pakai saat mengantarnya pergi, sudah pasti dia menunggu nya dari tadi,, rasa tak enak pun menyeruak di hati Liana..


" Pak Yudistira , ngapain bapak masih disini??"


" Saya nungguin kamu, dari tadi disini, saya nunggu di sana.."


sambil menunjuk bangku di kantin kampus yg mulai lenggang,,


biasanya kantin itu akan tutup lebih awal karena mungkin mengetahui siapa yg ada di sana kantin tetap buka untuk menghargai anak dari pemilik Universitas tersebut,,

__ADS_1


Selain sebagai pengusaha di bidang properti Aditya Wirayudha mempunyai berbagai usaha lainnya, salah satunya adalah sebagai pemilik Universitas favorit tersebut,,,


" Pak Yudistira, ngapain nungguin saya, saya bisa pulang sendiri, baru aja saya pesen ojek,"


" Cancel aja,, saya dari tadi nungguin kamu, kamu malah bilang mau naek ojek, kamu ga menghargai saya sebagai atasan kamu"


Manik mata cokelat itu menatap tajam mengintimidasi Liana saat itu juga,,


" Pasti sebentar lagi dia akan bilang gini, ini perintah , saya ga bisa menerima penolakan"" batin Liana


dan benar saja belum juga ia selesai berasumsi dalam hatinya pria itu sudah mengatakan kalimat sakti miliknya,,


"Kamu saya antar pulang,, ini perintah saya ga terima penolakan" ucapnya ,,,


Liana hanya tersenyum sinis,, dalam hatinya ia tertawa terbahak bahak,, " tuh kan bener apa kata aku juga"


Liana terpaksa menuruti perintah bossnya itu,,


tak pernah sedikitpun terbayang di benak Liana untuk bisa menaiki mobil semewah ini, bahkan hari ini dia 2 kali menaikinya, di antar jemput oleh orang setampan dan sekaya Yudha.


bahkan bossnya itu mengajaknya menikah,, bukan menikah dalam artian yg sebenarnya, tapi tetap saja menikah..


harusnya Liana senang karena dengan ia menikahi orang kaya, mungkin kehidupannya akan bahagia, dan tak pernah lagi merasakan yg namanya kelaparan, seperti saat ia kecil dulu,,


tapi tak sedikitpun terbersit di pikiran Liana, justru ia merasa tertekan bagaimana ia akan hidup dengan orang yang tidak sedikitpun ia cintai, apa lagi cap wanita matrealistis akan melekat erat pada didirinya kelak jika benar ia menikah dengan bossnya itu,,


" kita makan dulu, saya lapar"


" hah lapar bukannya dari tadi ia duduk di kantin,, terus ngapain aja dia disana" batin Liana


Liana mengangguk karena ia tak sanggup melihat tatapan bossnya itu yang seperti biasa, menegaskan ini perintah baginya,,


Mereka memasuki restoran Jepang,, memakan makanan hangat yang berkuah sangat lezat jika dimakan di malam hari, apa lagi dengan udara dingin seperti ini,,


Yudha memesan berbagai makanan, sushi sashimi dan Shabu Shabu dan yg lainnya,,


" kamu pernah makan yg kaya gini ga??"


Liana menggelengkan kepalanya , walaupun sebenarnya ia pernah memakannya sih tapi yg kw di pinggiran jalan, itupun di traktir oleh Rizal ,,


" makanlah, kamu pasti suka,,!"


"ia," Liana mengangguk pelan, lalu mengambil mangkuk kecil dan sumpit ,,


" duhh gimana ini , bisa ga ya aku makan pake sumpit, biasanya kan makan pake tiga jari, sunah rosul" batinnya..

__ADS_1


.....


__ADS_2