Maaf.. Aku Orang Miskin

Maaf.. Aku Orang Miskin
Sempurna...


__ADS_3

Jadi bahan buli-an anak-anak Jakarta yg glowing...


Liana berdiri sejenak di depan kaca sebuah restaurant , memperhatikan dalam-dalam tubuhnya dari ujung kaki sampai ujung rambut,


" sebenernya aku ga jelek-jelek amat ya,, lumayan lah," senyum miris tersungging di bibir tipisnya,,,


Dia melirik sekeliling nya , melihat orang orang disekitar,, seketika matanya tertuju pada sebuah kertas, bertuliskan lowongan kerja,,


dia segera mengambilnya... dan bergegas meluncur ke alamat tersebut..


...........


di sisi lain,, Mama Rindu sedang menceramahi anak kesayangan nya..


"Yud,, adik kamu itu udah ada yg mau ngelamar,, dia akan segera menikah,, pokok nya mama ga mau kalo kamu dilangkahi, ga ada sejarahnya keluarga kita langkah melangkahi.."


sambil memberikan beberapa photo wanita yg akan dijodohkan kepadanya..


"Nih, mereka anak temen mama, kamu pilih salah satu, siapapun yg akan kamu pilih mama setuju,"


"ma, kalo Amara mau nikah ya nikah aja duluan, aku ikhlas di langkahku ko, gitu aja ko repot"


Yudha marah dan melempar photo wanita wanita itu,, jangankan memilih melihat nya aja ogah...


"Pah.. bilangin dong anaknya..!"


"biarkan dia memilih wanita nya sendiri mah,, di sudah dewasa ga usah di paksa ..!"


Dia adalah, Aditya Wirayudha,, pemimpin Wirayudha Grup,, perusahaan yg bergerak di bidang properti,. Pa Aditya sangat cool, santai menghadapi masalah apapun,,, berbeda dengan istrinya yg selalu sewot dalam hal sekecil apapun,,


"Bukan itu masalahnya pah,, mama takut kalau Yudha itu ga normal,, " Mama Rindu berbisik di telinga Pa Adit,,


"What....." Yudha yg mendengarnya memicingkan mata nya kepada orang tuanya...


" Ma,, tega banget mama ngomong kaya gitu, aku normal ma, aku pria sejati" sanggah Yudha pada ibunya..


"Terus kenapa kamu sampai sekarang ga punya pacar.. mama takut kamu... "


dia menghentikan ucapannya melihat mata Ayah dan anak itu, yg seoalah akan memakannya hidup hidup..


"Kata siapa aku ga punya pacar,, aku punya pacar ko, tapi dia masih kuliah sekarang, dia masih kecil,, makanya aku belum mau menikah, aku nungguin dia mah.."


"Beneran Yud,,? tapi dia perempuan kan...??


Tampaknya dia masih ragu dengan anaknya...


"Mah.... udah aku bilangin aku normal,,"


"Katanya tipe cewe kamu itu, orang miskin, tapi dia mahasiswi, berarti di ga miskin miskin amat kan yudh? buktinya dia bisa kuliah,,"


"dia dapet beasiswa mah,, gini aja kasih aku waktu sebulan aku akan kenalin dia sama mama,"


"oh gitu, tapi kelamaan sayang 1 bulan, 2 Minggu aja kenalin dia sama mamah,, mamah udah ga sabar, seperti apa siih pacar kamu itu, mama juga udah kebelet pengen punya cucu"


"What cucu??


"Iya punya mantu terus punya cucu" jawabnya ringan


"Udah ahh, aku berangkat dulu,, kelamaan di sini kuping aku sakit"

__ADS_1


" makan dulu Yud,, "


" udah kenyang,, makan tuduhan mamah kaya gitu, aku kenyang 2 hari 2 malem"


Papah Adit terkekeh mendengar perkataan ibu dan anak itu...


mama Rindu hanya memicingkan mata kepada suaminya tersebut..


di perjalanan Yudha tak henti merutuki dirinya..


"Gila.. ngomong apaan gue barusan,, 2 Minggu ,, dari mana gue dapet cewe 2 Minggu,, mahasiswa dapet beasiswa pula"


sesekali dia menepuk ringan keningnya, dan memijit kepalanya perlahan,


Nuut... nuut... nuut...


Yudha menelpon asisten pribadinya Aryo...


"Selamat pagi pa,,"


sapa pria berumur lebih tua 2 tahun dari Yudha,, Aryo juga masih lajang,, tapi karena dia seorang yatim piatu, dia tidak harus di repotkan dengan tuntutan pernikahan seperti bos nya itu,,,


"Lu dimana Yo??"


" Gue udh di kantor,, hari ini ada interview karyawan baru,, gue yg handle, manager HRD ga masuk"


" Biar gue aja yg interview mereka, gue pengen nyobain"


"Wakil Direktur turun tangan buat wawancara karyawan baru??" pikir Aryo,,


"pasti ribet ini urusannya"


" Gapapa, hari ini gue lagi bete, butuh pelampiasan"


"wahh kasihan mereka kalo kaya gini" batin Aryo


Yudha dan Aryo sudah seperti saudara , sejak lulus SMA Aryo sudah ikut Pak Adit , kuliahnya pun di biayai pak Adit, Aryo selalu menuruti perkataan Yudha, bahkan jika Yudha menyuruh nya untuk terjun ke jurang sekalipun Aryo akan menurutinya..


......


Liana bergegas Memasuki Gedung pencakar langit itu,, dia melihat tubuhnya dengan pakaian seadanya yg ia pakai, beda dengan orang orang yg berlalu lalang di sana, mereka semua memakai pakaian yg rapi,,


Tak terkecuali, pria yg berdiri bersandar di meja resepsionis tersebut, memakai kemeja putih dan dasi berwarna maroon,, sambil memasukan sebelah tangannya kedalam saku,,,


" permisi pa.. saya mau melamar pekerjaan sebagai cs, ."


pria itu terperanjat kaget, mendengar seseorang berbicara padanya,,


dia melihat sosok gadis yg masih muda, dengan raut wajah polos dan terukir senyuman manis di pipi yg penuh dengan jerawat itu,,,


Aryo sejenak terperangah melihat Liana,, ada getaran aneh di hati Aryo ,


"definisi sempurna, mungkin ini cinta pada pandangan pertama"


batin aryo


" tapi dari wajahnya dia masih kecil mungkin baru lulus SMA ,,


"ohh ia, man CV nya,,?"

__ADS_1


kamu boleh duduk di sana,,


Aryo membuka map coklat itu, " " "Ohh namanya Liana Oktafiandra , dia orang Bandung ya,"


Aryo menaikan sudut bibir nya, sembari melirik wajah tegang Liana,, "hehe orang sunda , sama kaya gue"


Aryo menghampiri Liana,, naluri kesundaannya muncul..


"Haii, ti Bandung neng??" sapa Aryo


Liana hanya diam mematung,, menatap Pangeran tampan yg ada dihadapannya..


" Hallo.. "


Aryo menggerakan tangan nya di depan wajah Liana,,


" ehh , ia ia pak,, saya dari Bandung.."


" Bandung na timana na neng?, saya juga orang Bandung,,"


" ohh, ti KBB , pak Cisarua ,,"


" Emmh ,, ohh Iaa, saya dari Gado bangkong, tau kan ado Bangkong"


"ohh enya, Padalarang ya pa??"


lama mereka berbincang, dalam bahasa Sunda, sesekali mereka tertawa lirih,,


sampai seseorang memakai jas berwarna hitam,


datang memasuki gedung tinggi itu,, seketika semua orang disana menundukan kepala mereka,,


Selamat pagi pak Yudistira,,


" Yo suruh mereka masuk ke ruangan saya, 5 menit lagi,, dan bawakan CV mereka,," titah Yudha


" baik pak" Aryo mengiakan perintah bos nya itu,,


Aryo menghampiri meja resepsionis,, Ada berapa orang yg "akan wawancara hari ini?"


"ada 6 orang Pak,,"


kalian semua yg akan interview "silahkan ikuti bapak Aryo"


titah seorang perempuan cantik berkerudung itu,,


" baik Bu,,"


mereka semua Termasuk Liana mengekori Pak Aryo, menuju lantai 20, dimana ruangan Dirut berada,,


Aryo mempersilahkan duduk kepada mereka semua,,


"silahkan tunggu disini sebentar


nanti satu persatu akan di panggil ke dalam,


ini wawancara spesial untuk kalian, Wakil direktur sendiri yg akan mewawancarai kalian"


"Hati-hati lah berbicara,, dia sangat galak"

__ADS_1


tutur nya lagi,,


__ADS_2