Maaf.. Aku Orang Miskin

Maaf.. Aku Orang Miskin
Miskin aja atau miskin banget??


__ADS_3

"Hati - hatilah berbicara dia sangat galak..!


tutur Aryo lagi,


Aryo sengaja menyimpan amplop cokelat milik Liana di urutan paling bawah,, alasannya apa lagi kalau bukan, ia ingin berlama lama melihat wajah cantik Liana,,


sepertinya selain Rizal , kini ada seorang lagi laki - laki yg menyebut Liana cantik, padahal semua orang memanggilnya buluk,,


entah apa yg merasuki Aryo saat ini,, di mata Aryo Liana adalah wanita yg paling sempurna yg telah mengambil hatinya hanya dalam hitungan detik..


Aryo tersenyum sendiri dan meraba dadanya , ia merasakan seperti memenangkan undian miliaran rupiah, bahagia tak terkira , padahal hanya melihatnya, entah bagaimana jika dia dapat memiliki nya,,,


saat ini Aryo memantapkan hatinya untuk mengejar Liana, apapun yg terjadi dia tak akan mundur,, sekarang dia sudah menemukan tujuan hidupnya ,, yaitu menikah dengan Liana dan membangun keluarga kecil yg bahagia,,


" Gila,, ini emang gila,, baru juga kenal gue udah mikir menikah,,, " batin Aryo sambil melengkungkan senyum bahagia di bibirnya,,


Aryo menghampiri Liana yg duduk di kursi paling ujung,, dia mendudukkan tubuhnya di samping gadis pujaan hatinya itu,, dia berbasa basi mengobrol dengan mereka semua, padahal tujuannya 1, mendekati Liana si gadis miskin yg selalu di buli dimanapun dia berada,,,


....


satu persatu dari mereka masuk ke dalam ruangan mencekam itu,, Liana memperhatikan raut wajah orang orang yg telah berhasil keluar dari sana,,


" heyy, gimana didalam,, beneran galak pa Yudisthira itu??"


tanya Liana pada gadis lain yg baru saja keluar dari sana,,


" Iia , kayanya kau ga akan keterima deh di sini,," jawab perempuan yg kira kira umurnya lebih tua dari Liana


glek...


Liana menelan kasar saliva nya,,


," Duhh Gimana nihh,, ?" perasaan Liana semakin gelisah,, jantungnya semakin berdebar,, padahal biasanya orang yg akan di interview itu harus tenang, supaya dapat menjawab semua pertanyaan dengan baik.


***


Liana Oktafiandra.. silahkan masuk..


panggil sekertaris Yg duduk di meja depan ruangan Wakil direktur tersebut,,


" Iia saya,,"


"Good luck , ya" Aryo mengangkat tangannya, berusaha menyemangati Liana,


Liana hanya tersenyum kepada Aryo,,


pintu berwarna coklat tua itu secara perlahan terbuka , aura menegangkan seketika menyeruak di sekitar Liana ,


" permisi pak"


"Silahkan masuk"


Liana mengarahkan pandangan nya kepada pria itu,


" wo0w,, malaikat dari surga kayanya ni orang"


melihat Aryo saja sudah seperti pangeran, sekarang dia melihat pak Yudistira itu berkali kali lipat ketampanannya dari Aryo,,


Liana hanya bengong menatap calon bos nya itu


beda halnya dengan Liana, justru Yudha berfikir hal yg sebaliknya,,


" ini cewe jelek banget,, mau wawancara kerja bajunya ga nyambung,, kaya mau tiduran di rumah seharian, ga profesional" batin Yudha..

__ADS_1


"Heyy,, kenapa melihatnya seperti itu,, saya ganteng ya???" Yudha berteriak mengagetkan nya,,


" ia pa, ehh engga engga pa" Liana gemetaran menjawab nya


" hah , jadi maksudnya saya jelek gitu??" Yudha melempar pulpen yg ia pegang ke arah Liana,


"ia maksudnya engga jelek, tapi ganteng banget pa"


" ya baguslah kamu dapat 1 poin, berarti mata kamu normal ga minus,


"ini orang narsis amat ya"


batin Liana " ehh tapi emang ganteng siih" Liana tersenyum sendiri dalam hatinya,,


.....


" Liana Oktafiandra, good name


pasti kamu lahirnya bulan Oktober ya??


"ia pa" jawab nya singkat


"Pendidikan terakhir SMA , kenapa ga kuliah?"


" saya masih kuliah pa,"


" masih kuliah kenapa mau kerja sih??" apa alasannya jelaskan secara detail,,!!


" saya terpaksa mencari pekerjaan pak, untuk biaya hidup saya sehari hari,, karena saya bukan orang kaya, saya bisa kuliah karena mendapatkan beasiswa, dan saya berusaha untuk tidak merepotkan orang tua saya di kampung" papar Liana jujur kepadanya,,


" beasiswa" batin Yudha mendengar kata beasiswa Yudha tersenyum miris, mengingat ocehannya tadi pada ibunya,,


rencana licik mulai terpikir di otak Yudha..


" semiskin apa? maksudnya bagai mana pa?" Liana kebingungan menjawab pertanyaan Yudha,


" maksud saya kamu itu, miskin aja atau miskin banget gitu, atau pura pura miskin,,"


"pertanyaan macam apa itu?" batin Liana, tapi dia harus tetap menjawab,,,


" sepertinya miskin banget saya pak," jawab Liana sungkan ,, Sembari tersenyum getir,,


" berarti kamu pernah sampe ga makan seharian,?"


" ia pa, sering malahan, hari ini aja saya belum makan"


"Sama saya juga belum makan,"


Jawab Yudha seolah mengejek Liana ,,,


Yudha tersenyum tipis


" masuk nih kriteria gue, jelek miskin pula, beasiswa pula"


" terus itu kenapa wajah kamu gitu?" tanya nya lagi,


"kenapa emangnya pa wajah saya?"


" itu jerawat kamu kenapa banyak banget?? kamu jorok ya??"


" apa apaan ni, ini bukan interview ini, perundungan namanya"


batin Liana berdecak kesal

__ADS_1


" kamu sudah menikah?"


"belum"


"kamu punya pacar?


"engga pak,,"


pertanyaan pertanyaan aneh pun satu persatu meluncur di mulut Yudha,, mungkin ini interview terabsurd yg pernah ada di dunia ini..


"ya udah kamu diterima,, besok kamu mulai kerja, jadi office girl ya,,


kamu boleh ambil seragam kamu sekarang, kamu bisa minta tolong kepada sekertaris saya,,"


" sana kamu boleh keluar sekarang , tolong panggil kan pak Aryo ke sini"


Liana melangkah kan kaki nya ke luar , ,


Hufth... dia menghembuskan nafas kasar,,


, "pak Aryo , di panggil ke dalam"


"oh ia , gimana lancar?"


" ia pak , saya diterima pak akhirnya,,"


" selamat bergabung di Wirayudha grup.." Aryo mengulurkan tangannya ,,


*****


Yudha dan Liana sama sama belum tersadar, bahwa beberapa tahun yg lalu mereka pernah bertemu sebelumnya ,


Pertemuan yg menyisakan luka yg begitu dalam untuk Liana , Butuh waktu beberapa tahun untuk Liana memaafkan kedua orang yg telah merenggut nyawa ayahnya itu,,,


Kini batin Liana tak lagi terluka seperti dulu,, apalagi sekarang ibunya telah mendapatkan lagi pengganti ayah nya, dan sepertinya ayah barunya itu menyayangi mereka dengan tulus,,,


siang pun berganti malam,, Ponsel Liana berdering,,


nampak nama yg tak asing lagi memanggil..


"Hallo Li, kamu lagi dimana??"


"Aku di kostan Zal,, kenapa emang?"


" Li, aku dapet kerjaan ni,, jadi penyanyi cafe,"


"Alhamdulillah Zal,, aku juga udah diterima zal, jadi OG," sambung Liana


" OG apaan si,, ?


"Office girl dodol"


"kita jalan yu,, gue traktir Li,, mungpung gue lagi baik."


"Okay,, kamu jemput aku ya...!!"


malam itu berlalu begitu menyenangkan , tak ada hal yg sangat menyenangkan selama berada di Jakarta selain menghabiskan waktu bersama sahabatnya itu,, di antara mereka sudah tak ada jarak lagi,, selalu bersama melewati kerasnya kehidupan di sini,


Nasib Rizal masih lebih beruntung dari Liana, dia berasal dari keluarga yg berada di kampung, ya walaupun standar orang kaya di kampung dan disini beda,, tapi orang tuanya selalu mengirim uang bulanan yg cukup untuk Rizal, beda dengan dirinya, dia menolak menerima uang dari ayah barunya itu,, paling hanya sedikit yg ia terima untuk membayar kostan saja, sisanya biaya hidup di sini, Liana berbohong, dia berkata pihak kampus yg menyediakannya, padahal tidak,,


Rizal juga mempunyai paras yg tampan kulitnya bersih, dan suaranya bagus,,


tak seperti Liana yg jadi bahan Bulian di kampus, Justru Rizal menjadi sang pembela untuk Liana,,,,

__ADS_1


__ADS_2